RSS

Pergunakan Berbagai Metode dalam Rekrut Karyawan

28 Apr

Merekrut karyawan merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Di satu sisi, sumber daya manusia (SDM) di Indonesia saat ini boleh dibilang melimpah ruah. Ibaratnya, sekali pasang iklan, dijamin berbondong-bondong orang melamar. Namun, di sisi lain, pada saat yang sama, kuantitas SDM yang “bertumpuk-tumpuk” itu tidak serta merta diimbangi kualitas yang memadai.
Tidak heran kalau sejumlah perusahaan seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan kandidat yang tepat. Rendahnya moral kerja dan pengaruh budaya “bapakisme” yang telah berlangsung puluhan tahun semakin menyulitkan perusahaan dalam mendapatkan kandidat yang benar-benar cocok.
Setidaknya ada dua cara yang biasa dilakukan perusahaan dalam merekrut karyawan. Perekrutan internal dan eksternal. Perekrutan internal merupakan upaya mengisi kekosongan posisi dari seseorang yang telah bekerja di perusahaan. Biasanya hal itu disebabkan adanya penugasan pekerjaan yang lebih tinggi atau rendah. Perekrutan eksternal merupakan upaya untuk mengisi kekosongan posisi dengan pelamar dari luar perusahaan.
Ada banyak metode rekrutmen yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam melakukan rekrutmen seperti iklan, employee referrals, walk-ins and write-ins, Depnakertrans, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga pendidikan, organisasi buruh, dan lain sebagainya. Perusahaan juga dapat memilih lebih dari satu metode, tergantung situasi dan kondisi yang terjadi saat itu.
Menurut CEO Bosowa Group Erwin Aksa, perusahaannya memandang karyawan sebagai aset perusahaan. Karena itulah kelengkapan administrasi karyawan adalah hal penting guna membina kepercayaan yang baik antara perusahaan dan karyawan. Perusahaan melindungi hak-hak karyawan dan memberikan pelayanan kepada karyawan dalam bentuk kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Mencari pegawai yang baik bukanlah persoalan gampang. Sebab hal ini menyangkut masa depan perusahaan. Bosowa Group sendiri telah lama membiasakan diri melakukan berbagai cara untuk merekrut karyawan yang bekualitas untuk menduduki berbagai posisi di perusahaan.
Sejak beberapa tahun lalu perusahaannya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi (PT). Tujuannya adalah untuk mencari bibit-bibit unggul langsung dari PT tertentu. Karena masih fresh graduate, tentu masih mudah dibentuk dan dibimbing menjadi seorang professional yang baik. Perekrutan melalui iklan di media massa kerap dilakukan perusahaannya. Dengan sistem ini, perusahaannya berharap mendapatkan calon tenaga kerja dengan spesifikasi tertentu dan dengan pengalaman kerja tertentu.
Pihaknya juga mempergunakan sistem perekrutan tertutup. System seperti ini biasanya hanya diperuntukkan untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu saja. Misalnya untuk level manager atau direktur. System ini bisa memanfaatkan jasa head hunter atau ‘hubungan pertemanan’.
Namun biasanya perekrutan sistem tertutup tidak bisa dilakukan dalam waktu pendek. Karena perusahaan harus bisa memastikan seberapa besar kemampuan calon pegawai. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan kandidat yang akan direkrut betul-betul serius ingin bergabung dengan perusahaannya. ”Kedua sistem tersebut biasa dipergunakan perusahaannya dalam merekrut calon pegawai,” jelasnya saat dihubungi SI.
Penggunaan sistem rekrutmen pegawai dengan mempergunakan lebih dari satu cara juga dilakukan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Menurut President Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Gunadi Sindhuwinata, setidaknya ada dua cara yang dilakukan perusahaannya dalam merekrut pegawai, yakni membuat iklan lowongan pekerjaan diberbagai media massa, dan bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Dari dua cara tersebut, Gunadi mengaku kalau sebagian besar pegawainya direkrut melalui membuka lowongan pekerjaan melalui pengumuman media massa. Ketika informasi disebarluaskan, dalam waktu singkat akan datang permohonan lamaran kerja ke perusahaannya, baik melalui email ataupun surat. Ini berarti perusahaan memiliki banyak pilihan untuk diseleksi menjadi bagian dari perusahaannya.
Keberadaan dinisi HRD merupakan salah satu kunci keberhasilan mendapatkan pegawai yang berkualitas dan sesuai dengan kriteria perusahaan. Karena itulah, sebelum informasi lowongan disebarluaskan, HRD akan diberikan informasi mengenai kriteria calon tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan. ”Kami tidak mempergunakan jasa head hunter atau sejenisnya,” jelasnya.
Dia mengaku khawatir pegawai yang diseleksi melalui jasa head hunter tidak bisa menyesuaikan diri dengan kultur perusahaan. Padahal, perusahaannya memiliki sebuah kultur yang berbeda dengan perusahaan lain. Kalau itu terjadi, tentu perusahaannya akan menderita kerugian karena menghabiskan waktu dengan percuma.
Khusus untuk pegawai yang bekerja pada divisi mekanik, dia mengaku perusahaannya telah mengadakan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi untuk ’memasok’ tenaga kerja. ”Kerjasama yang dilakukan bukan hanya persoalan tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria yang telah kami tetapkan. Tapi juga bantuan peralatan kepada perguruan tinggi tersebut,” jelasnya.
Sementara, Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Ambono Janurianto, menjelaskan, perusahaanya lebih menyukai merekrut pegawai dengan sistem terbuka. Setiap kali membutuhkan pegawai baru, perusahaannya langsung menghubungi sejumlah perguruan tinggi untuk mencari beberapa mahasiswa yang tinggal menunggu wisuda untuk direkrut.
Hal ini dimaksudkan agar sejak awal pegawai perusahaannya bisa memahami dan mengerti budaya kerja yang dipergunakan perusahaannya. Selain itu, pegawai yang baru lulus juga masih mudah dibentuk menjadi pegawai sesuai dengan standar kerja yang dipergunakan perusahaan.
Agar bisa bekerja dengan maksimal, dia mengaku kalau pegawai yang baru direkrut akan diberikan pelajaran selama satu tahun. Pelajaran yang diberikan berupa teori dan praktek. Bahkan ada kalanya, pegawai yang baru dalam proses belajar dihadapkan secara langsung dengan kondisi yang sebenarnya.
Dia mengaku perusahaannya sangat jarang mengeluarkan iklan lowongan pekerjaan diberbagai media massa. Sebab khawatir masyarakat yang mengirimkan lamaran kerja ke perusahaannya tidak sesuai yang diharapkan. Padahal untuk memasang iklan, perusahaannya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. ”Karena itulah, kami beranggapan mendatangi berbagai perguruan tinggi jauh lebih efektif dan efisien dalam merekrut tenaga kerja,” terangnya.
Kalau ada kekosongan jabatan, perusahaannya lebih memilih untuk merekrut dari internal perusahaan saja. Sebab pegawai internal telah memahami dan mengerti berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan. Sehingga tidak memerlukan waktu lagi untuk berdaptasi. (Seputar Indonesia)

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in kantor

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: