RSS

Arsip Kategori: wealth management

Sejumlah Saham Diprediksi Segera Bangkit

Saat ini kondisi pasar modal dunia khususnya Indonesia sedang mengalami masa-masa susah. Pasar cenderung terus menurun atau biasa disebut ‘bearish’. Pasar yang sedang menunduk atau lesu ini telah menghancurkan portofolio para investor. Kondisi ini mungkin akan menjadi salah satu catatan sejarah peradaban manusia sebagai masa-masa yang suram.
Secara teknikal, melemahnya pasar cenderung akan menyebabkan pasar mengalami jenuh jual. Dalam jangka menengah biasanya akan ada tanda-tanda pasar mencoba menguat kembali atau rebound. Namun tidak ada yang berani memastikan kapan hal itu akan terjadi. Karena pada kenyataannya pasar masih cenderung bearish.
Menurut Analis dari Henan Putihrai, Thombos Sitanggang, dibandingkan dengan Negara Asia lainnya, penurunan harga saham di lantai bursa efek Indonesia (BEI) 10%
lebih rendah. Harga saham yang tercipta di pasar saham terbentuk akibat supply dan demand. Pasar masih memiliki persepsi negative pasar atas resesi ekonomi dunia.
Harga-harga saham sudah terdiskon besar akibat krisis. Kini saatnya investor mengambil kesempatan dengan membeli lagi saham-saham yang sangat murah itu. Selain harga saham dengan kinerja fundamental bagus sudah sangat murah, berbagai indikator ekonomi Indonesia masih cukup bagus. Inflasi cukup terkendali, laju pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2008 sebesar 6,4%, dan ekspor terus meningkat.
Kejatuhan harga saham di BEI lebih disebabkan sentimen negatif. Ketika harga saham di bursa AS jatuh, pemodal ikut-ikutan melepas saham mereka. Sekarang sudah banyak pemodal dari Eropa yang berancang-ancang masuk karena melihat harga saham-saham bagus yang sudah sangat murah.
Karena itulah pada 2009 mendatang, nampaknya reksadana saham memiliki prospek yang lebih bagus daripada tahun ini. Namun tentu saja, perbaikan harga saham tidak akan terjadi serempak. Hanya saham-saham tertentu saja yang mulai menunjukan perbaikan. Beberapa jenis saham yang mungkin mengalami perbaikan adalah saham sector infrastruktur dan komoditas. Ini tidak terlepas dari rencana pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Selain itu, harga komoditas juga kemungkinan akan cepat pulih seiring dengan membaiknya perekonomian dunia.
Dia percaya pemilu 2009 tidak akan menyebabkan perbaikan harga saham mengalami hambatan. Hal itu telah terjadi sejak tiga kali pergantian pimpinan nasional. Pada saat itu, pergerakan harga saham malah menunjukkan peningkatan antara 15% hingga 40%. Setelah pemilihan presiden selesai dilakukan, barulah harga saham akan turun kembali.
Sementara Head investment Panin Life, Rachman Untung, menjelaskan, untuk jangka pendek, dirinya belum mengetahui adanya perbaikan pada pasar modal. Saham-saham di BEI telah mengalami kejatuhan selama perdagangan beberapa bulan terakhir akibat gonjang-ganjing pasar global. Saham-saham unggulan dan lapis dua banyak yang sudah terpangkas dan harganya di bawah harga wajarnya. bahkan ada yang di bawah harga IPO-nya.
Bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang, saat ini memang waktunya untuk memilah-milah saham apa saja yang fundamental dan prospeknya bagus dengan harga yang rendah saat ini. ”Seiring dengan kebijakan Presiden AS yang baru dan membaiknya sector riel di AS. Hal itu tentunya ikut mempengaruhi Indonesia,” paparnya.
Karena itulah, Dia mengaku optimis 2009 pergerakan harga saham akan mengalami kenaikan kembali. Tapi tentunya, investor yang memilih instrument reksadana investasi harus benar-benar tepat dalam memilih manager investasi. Sebab MI lah yang akan memutuskan penempatan investasinya.
Kalau ragu, ada baiknya investor terus mengawasi MI. karena pada saat itu, perbaikan harga saham mungkin tidak akan terjadi pada semua sector. Beberapa sector yang harganya diperkirakan mengalami perbaikan pada 2009 adalah komoditas, makanan dan kontruksi. (SEputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2009 in wealth management

 

2009, Prospek Obligasi Masih Cerah

Pelambatan ekonomi global yang berdampak pada tertekannya ekonomi nasional bukan berarti waktu yang tidak tepat untuk berinvestasi, termasuk obligasi. Bagaimana dengan prospek obligasi di 2009? Semua jenis investasi tentunya sangat tergantung dengan kondisi ekonomi nasional, tak terkecuali instrumen obligasi. Bagaimana asumsi-asumsi makro seperti tingkat inflasi, tingkat suku bunga BI rate dan pertumbuhan ekonomi sangat mempengaruhi imbal hasil (yield) bagi investor. Kepala Ekonom Danareksa Riset Institut Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, meski imbal hasil investasi obligasi pada 2009 akan sedikit menurun dibandingkan saat ini, namun secara keseluruhan prospek investasi di instrumen ini masih cukup menjanjikan. “2009 masih bagus,” katanya. Menurut dia, target inflasi di tahun 2009 yang diperkirakan single digit di kisaran 7 – 8% serta BI rate di kisaran 8,5% akan mengerek harga obligasi ke level yang lebih tinggi sekaligus memberikan penurunan imbal hasil bagi investor. Meski demikian hal itu bukan alasan bagi investor untuk takut berinvestasi. Karena saat ini BI rate masih tinggi, dia menyarankan untuk berinvestasi sebelum 2009. “Waktu yang tepat untuk beli obligasi adalah sekarang,” katanya. Senada diungkapkan pengamat pasar modal Finan Corpindo Edwin Sinaga. Menurut dia, obligasi masih menjadi pilihan utama berinvestasi di 2009. Meskipun pada tahun depan harga obligasi akan semakin naik dan imbal hasil menurun, namun instrumen investasi ini cenderung lebih aman dibandingkan saham. Menurut Edwin, naiknya harga obligasi tak lepas dari proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2009 dan pergerakan BI rate. Pasalnya, kupon bunga yang ditawarkan obligasi akan mengacu pada BI rate. “Kalau BI Rate naik bunga juga naik, tapi kalau BI turun dia juga ikut turun,” katanya. Dia juga sependapat saat ini dan akhir 2008 merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi obligasi. “Sekarang boleh belum terlambat,” katanya. Menurut Edwin, investasi di obligasi tidak bisa lepas dari sentimen global. Membaiknya perekonomian global yang terepresentasikan oleh pertumbuhan Amerika Serikat (AS) serta ekonomi Asia seperti China dan Jepang akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Dampak lebih lanjut akan mengukur seberapa besar laju infasi dan BI rate. Untuk itu, jelas dia, pada 2009 sebiaknya invetsor menunggu dulu hingga rampungnya kabinet yang dipimpin Presiden AS Barrack Obama. “Kiatharus lihat dulu arah kebijakan Obama karena obligais tak lepas dari sentimen global,” katanya. Hal serupa terjadi pada obligasi yang diterbitkan pemerintah dimana pasar obligasi 2009 diprediksi masih prospektif. Hal itu dipicu menariknya imbal hasil sehingga mendongkrak minat investor serta tingginya kebutuhan pemerintah untuk membayar utang. Dirjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu Rahmat Waluyanto optimistis penerbitan surat utang negara (SUN) pada 2009 akan diminati banyak investor. Prospek pasar obligasi tahun depan diperkirakan lebih baik dari tahun ini karena banyak penyesuaian (adjustment) pada 2008. “Saat ini permintaan sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. Tahun depan mungkin lebih baik karena instrumen yang diterbitkan lebih beragam. Selain yield lebih bagus, dari sisi market pun lebih bullish (naik),” katanya. Membaiknya pasar obligasi ditunjang variasi instrumen baru, yakni Surat Berharga Negara Syariah (sukuk) dan jenis lainnya. Juga karena total net penerbitan SUN lebih kecil dibandingkan tahun ini.”Apalagi dengan adjustment yang dilakukan pemerintah AS. Kini hasilnya mulai kelihatan dan sudah banyak financial institution yang menghapusbukukan utang,” jelas Rahmat. Risiko Perlu Dipertimbangkan Meski berinvestasi di obligais lebih aman dibandingkan saham, namun sejumlah risiko tetap harus dipertimbangkan. Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Pertama, risiko tingkat suku bunga (interest rate risk). Dalam hal ini seperti telah dijelaskan di atas, jika tingkat suku bunga di pasar meningkat maka harga obligasi akan menurun, dan tentunya juga berlaku sebaliknya. Pertimbangkan risiko ini karena akan berpengaruh terhadap potensi keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Risiko kedua adalah risiko gagal bayar (default risk). Dalam hal ini perusahaan penerbit bisa saja mengalami kesulitan keuangan dan mereka tidak menepati janjinya untuk membayar kupon atau bunga obligasi setiap tahun atau pokok dari investasi (nilai pari). Bila hal ini terjadi maka perusahaan penerbit gagal memenuhi janjinya dan Anda sebagai investor dirugikan. Dalam hal ini Anda dapat melihat peringkat dari obligasi dari perusahaan yang menerbitkan. Pemeringkatan ini dilakukan oleh sebuah perusahaan independen yaitu Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Ketiga, risiko pembelian kembali (call risk). Ada beberapa jenis obligai yang memiliki feature call, di mana perusahaan penerbit memiliki hak untuk membeli kembali (buy back) obligasi yang Anda pegang atau Anda miliki pada harga tertentu (call price), sebelum obligasi tersebut jatuh tempo. Hal ini biasa dilakukan oleh perusahaan penerbit saat tingkat suku bunga di pasar turun menjadi lebih rendah dari tingkat pembayaran kupon (coupon rate). Selanjutnya perusahaan penerbit akan menggantikan obligasi baru dengan tingkat kupon yang lebih rendah dari obligasi yang telah ditarik (call).

Keempat, risiko nilai tukar mata uang (exchange rate risk). Nilai kupon atau arus kas yang Anda terima akan sangat berpengaruh dengan perubahan nilai tukar rupiah. Masih ada beberapa risiko yang berkaitan dengan obligasi seperti risiko likuiditas. Dalam hal ini kesulitan untuk menjual kembali obligai pada harga pasar mungkin saja terjadi. Bila Anda tiba-tiba membutuhkan dana dalam jangka pendek maka tingkat likuiditas atau risiko likuiditas ini dapat menghambat Anda untuk memperoleh dana dalam waktu singkat. (Seputar Indonesia

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2009 in wealth management

 

Deposito Investasi yang Likuid

Saat ini suku bunga deposito yang ditawarkan bank-bank relative tinggi. Semakin besar nominal dan semakin lama jangka waktu deposito suku bunga yang ditawarkan akan semakin besar. Memang apabila dibandingkan dengan return saham, jumlah ini sangat jauh. Akan tetapi untuk enam bulan ke depan ini merupakan salah satu alternatif investasi yang dapat dipertimbangkan karena keadaan pasar modal tidak akan dapat pulih secepat membalikkan telapak tangan.
Deposito merupakan investasi yang sangat likuid, return yang diperoleh tetap, risiko gagal bayar sangat kecil terlebih adanya jaminan dari LPS. Hal ini juga akan membantu bank dalam likuiditas sehingga perkreditan akan dapat jalan kembali yang akhirnya akan membantu sektor rill semakin cepat berputar. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2009 in wealth management

 

Beli Saham Untuk Jangka Panjang

Krisis finansial belum menujukkan tanda-tanda pulih, yang terjadi justru dampak negatif yang mulai terasa. Pertumbuhan ekonomi mulai melambat dan permintaan menurun, kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga kuartal I/2008. Lantas, seberapa besar pengaruh melambatnya ekonomi terhadap kondisi pasar saham di Indoensia. Sepanjang Oktober hingga awal Desember 2008, bursa saham global lesu, tak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Satu-persatu saham yang selama ini menjadi penopang IHSG berguguran. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2009 in wealth management

 

bisnis mutiara, sangat menjanjikan

mutiara air laut

mutiara air laut

Para ahli menyarankan menggunakan sejumlah pengujian terhadap mutiara anda untuk menentukan kemungkinan palsu.
Pertama : Letakan mutiara dimulut anda dan gosok atau gigit dengan lembut ( hati-hati dalam melakukanya karena mutiara dapat tertelan) jika terasa licin, berarti itu palsu. Karena yang asli terasa agak/ sedikit keset seperti berpasir test ini selalu digunakan sepanjang waktu oleh orang-orang yang hidupnya berkecimpung didunia mutiara.
Kedua : Letakan ditelapak tangan dan timbang-timbanglah, mutiara yang asli akan terasa berat sedangkan yang palsu ringan kecuali mutiara palsu tersebut terbuat dari butiran kaca.
Ketiga : Apabila mutiara tersebut telah berlobang , anda dapat mengunakan kaca pembesar dan lihat di pingiran lobang tersebut apabila mutiara asli pingiranya terlihat halus dan tajam sedangkan yang palsu akan terlihat kasar dan tidak rata.
Keempat : Bisa juga dengan membakarnya jika meleleh jelas itu palsu mutiara asli tidak terbakar khusus mutiara air tawar dia akan seperti kesan terbakar namun tidak meleleh. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2009 in wealth management

 

Sejarah Mutiara

Sejak Manusia dapat menyelam dikedalaman lautan, mutiara telah dihargai sebagai barang yang sangat langka dan menjadi batu perhiasan yang prestisius.

Mereka menghiasi mahkota Raja romawi dan menjadi barang berharga rampasan perang pertama setelah kekuasaannya jatuh. Orang Persia, Cina dan India menyemarakkan keindahan dan kecantikanya dengan mutiara didalam literature-literatur kuno. Didalam kitab Talmud dan injil menerangkan kelangkaan dan nilai daripada mutiara, dan didalam kitab suci Al – Qur’an Nur Karim , mengambarkan Surga dihiasai dengan mutiara tersebut.
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2009 in wealth management

 

Cita Rasa Bisnis Catering

Siapa yang tidak menyukai makanan? Tidak ada, bukan? Namun, masalah terberat adalah menciptakan makanan itu menjadi terasa lezat di lidah anda. Karena semua orang suka makanan, maka bisnis catering pun kian menjadi tren di tengah kesibukan kaum urban, yang lebih memilih membeli makanan siap saji ketimbang harus berkecimpung di dapur untuk mengisi perut.

Gampang-gampang susah berbisnis di dunia catering. Apa pasal? Karena makanan yang anda masak bukan untuk konsumsi pribadi atau keluarga anda, melainkan untuk lidah konsumen dengan selera makanan yang pastinya beraneka ragam. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2009 in wealth management

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 129 pengikut lainnya.