RSS

Kawasan Satelit, Banyak Bangun Perumahan

21 Sep

MEMBERIKANkemudahan transportasi bagi penghuni

merupakan salah satu cara yang dilakukan pengembang dalam

meningkatkan kenyamanan di kawasan hunian.Apalagi di daerah

satelit seperti Bogor,Depok,Tangerang,dan Bekasi.

 

Masyarakat tidak sekadar membutuhkan kawasan perumahan yang nyaman untuk

ditinggali. Masyarakat juga membutuhkan perumahan yang tidak terlalu jauh dari

akses transportasi, yakni jalan tol dan stasiun Kereta Api (KA). Karena ketika hendak

menuju atau pulang dari tempat kerja, tidak menghabiskan banyak waktu. Hal itu

sangat wajar karena sebagian besar masyarakat yang tinggal di kawasan satelit memang

bekerja di Jakarta.

Kawasan perumahan yang memiliki atau dekat dengan akses jalan tol dan stasiun KA

menjadi salah satu yang dijual pengembang dalam memasarkan produknya. Bukan

hanya itu, sejumlah pengembang, bahkan membangun akses jalan tol sendiri dari kawasan hunian dan menuju sejumlah tempat.

Sementara ada juga pengembang yang menyediakan feeder (angkutan pengubung)

dari kawasan huniannya ke daerah strategis di Jakarta. Tujuannya untuk memudahkan

penghuni dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hunian untuk ke Jakarta. Baik untuk kepentingan kerja ataupun lainnya.

Sarana transportasi dan akses yang baik dari/dan menuju kawasan perumahan, tentunya akan mendukung perkembangan kawasan tersebut. Selain memudahkan mobilitas penduduk,pastinya kegiatan ekonomi warga di  kawasan perumahan dan masyarakat

sekitar akan berjalan lebih baik.

Kawasan perumahan yang memiliki fasilitas feeder,satu di antaranya Bogor Danau Raya.

Menurut Manajer Penjualan dan Promosi Bogor Danau Raya (BDR) Arif Rachman,

pada awalnya fasilitas tersebut disediakan untuk memberikan kemudahan bagi penghuni

yang hendak menuju Jakarta.

Namun, pada perkembangan selanjutnya,masyarakat yang tinggal disekitar kawasan perumahan juga memanfaatkan fasilitas tersebut. Setelah feeder busway dioperasikan pada dua tahun lalu, terlihat kecenderungan penghuni dan masyarakat sekitar lebih menyukai menggunakan feeder daripada kendaraan pribadi bila hendak menuju Jakarta. Dengan mempergunakan feeder, penghuni ataupun masyarakat sekitar tinggal duduk santai. ”Tiket sekali jalan tidak terlalu mahal, hanya Rp15.000,” kata Arif

saat dihubungi SINDO.

Feeder yang melayani trayek kawasan hunian BDR-Jakarta City Center,Tanah Abang

berjumlah dua unit. Setiap unitnya memiliki tempat duduk sebanyak 54 kursi. Feeder

tersebut memiliki jadwal yang tetap. Dari kawasan hunian, feeder pertama berangkat pukul 05.50 WIB. Adapun dari Jakarta City Center,Tanah Abang,bus terakhir menuju BDR berangkat pukul 19.30 WIB.

Karena jumlah armada yang dipergunakan sangat terbatas, Arif mengatakan,

pihaknya belum bisa melayani trayek pada semua waktu. Pihaknya masih berkonsentrasi

melayani saat jam masuk dan pulang kantor saja.”Pada masa mendatang, tidak menutup kemungkinan kami akan kembali menambah jadwal bus tersebut,” ucapnya.

Dia menjelaskan, fasilitas feederdi kawasan hunian BDR tidak dijalankan sendiri oleh

pengembang BDR. Melainkan melalui sebuah kerja sama yang salah satu dari isi kesepakatannya adalah, pengembang memperbolehkan perusahaan bus tersebut untuk

melayani trayek dari/dan menuju Jakarta.

Walaupun belum meneliti kaitan antara fasilitas feeder dengan penjualan rumah di kawasan huniannya,dia mengaku, tetap berkeyakinan fasilitas tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan kawasan hunian atau sekitarnya. Buktinya, keberadaan fasilitas itu banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Kawasan hunian lain yang juga mempunyai fasilitas feeder adalah Kota Deltamas. Selain fasilitas  feeder,kawasan hunian yang terletak di Cikarang, Bekasi itu juga mempunyai

akses langsung tol dari/dan menuju Kota Deltamas, yakni Cikarang pusat. Tidak jauh

dari kawasan hunian Kota Deltamas juga terdapat Stasiun Kereta Api (KA) Lemah

Abang.

Menurut Marketing Manager Kota Deltamas Susanto Hartono, keberadaan fasilitas

Feeder dan akses langsung jalan tol sangat penting diadakan. Karena bagi penghuni, kawasan hunian yang dekat dengan akses transportasi merupakan kebutuhan dasar untuk

kenyamanan dan kemudahan.

Bagi penghuni yang memiliki kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, akses tol

langsung tentu akan memudahkan aksesibilitas. Dia mengklaim, untuk kawasan

hunian di Cikarang,Bekasi, hanya Kota Deltamas yang mempunyai akses tol

langsung. Karena posisinya berada di dalam kawasan, maka untuk menuju dan/dari kawasan hunian memiliki jarak berkisar antara 700 meter hingga satu kilometer. ”Untuk

jalan tol,operasionalnya dikelola langsung PT Jasa Marga,” katanya.

Dari pintu tol tersebut, penghuni maupun masyarakat bisa langsung menuju ke pintu masuk masing-masing kluster yang terdapat di Kota Deltamas. Dengan begitu,

penghuni tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk menuju jalan tol. ”Begitu pula

sebaliknya,” tuturnya. Fasilitas feeder yang tersedia di Kota Deltamas merupakan

hasil kerja sama dengan pihak transportasi bus. Untuk saat ini, feeder tersebut baru

melayani rute Bekasi Barat – Citraland, Jakarta Barat, dan Bekasi Barat–Blok M,Jakarta

Selatan.Pemberhentian dilakukan di sejumlah titik, seperti Cawang,Carrefour Jalan

MT Haryono, dan Plaza Semanggi. Tarif yang dikenakan Rp12.000 per orang.

Bagi penghuni yang lebih menyukai menggunakan KA sebagai alat transportasi dari

/dan menuju Jakarta,Susanto menyebutkan, tidak jauh dari Kota Deltamas tersedia Stasiun Lemah Abang.Untuk menuju ke stasiun tersebut, penghuni tinggal menggunakan angkutan kota berupa minibus.

Bagi sebagian kalangan, menggunakan KA dianggap lebih praktis daripada mempergunakan jenis transportasi lain. Keberadaan fasilitas dan lengkapnya akses transportasi yang menghubungkan kawasan hunian di Kota Deltamas dengan tempat lain membuat Susanto optimistis prospek Kota Deltamas seakan sangat baik.Apalagi Kota Deltamas mempunyai visi sebagai regional center dan akan melengkapi dengan berbagai fasilitas sebagai kota mandiri.

Sementara, menurut Corporate Communications Senior Manager PT BSD Idham

Muchlis, sebagai permukiman skala kota terbesar di Indonesia, BSD City berkembang sangat pesat. Hingga 2008, di BSD City telah terbangun kurang lebih 25.000 unit rumah dan lebih dari 4.000 rumah took (ruko) dengan populasi sekitar 120.000 jiwa.Pesatnya perkembangan BSD City lantaran didukung kemudahan akses dan ketersediaan berbagai sarana transportasi dari/dan menuju ke kota masa depan tersebut. Untuk menuju BSD

City,dia menyebutkan, terdapat dua akses tol,yaitu ruas Tol Tangerang – Kebon Jeruk dan

ruas Tol BSD City-Pondok Indah.(hermansah)

 

tulisan ini diambil dari koran sindo

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 21, 2008 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: