RSS

SPBU, Investasi yang Menguntungkan

23 Sep

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat konsumsi BBM melebihi 60 milyar liter per tahun. Diperkirakan lebih dari 40% dari konsumsi BBM tersebut diperuntukan sektor transportasi. Dari jumlah tersebut 80 % diantarannya dipergunakan untuk kebutuhan transportasi darat.

Kendati usaha pemerintah mengurangi subsidi menimbulkan reaksi besar dari masyarakat. Namun justru mengundang investor melakukan bisnis penyaluran BBM di Indonesia. Ini karena meningkatnya pertumbuhan konsumsi BBM dan adanya dorongan liberalisasi hilir oleh Undang-Undang Migas No 22/2001.

Para pengusaha dapat berinvestasi pada SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) sebagai salah satu lembaga penyalur BBM. Pertamina dalam memberikan ijin pembangunan dan pengoperasian SPBU pada para pengusaha, memiliki berbagai persyaratan diantaranya membangun SPBU di lokasi yang strategis .

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal, sebuah SPBU harus mengembangkan sumber pendapatan lain (non BBM), diantaranya menyewakan lahan di areal SPBU kepada pihak lain di luar urusan minyak. Selain itu, SPBU juga harus masuk dalam program Pertamina, yakni Pasti Pas.

Menurut VP Pemasaran BBM Ritel PT Pertamina, Denny Wisnuwardhani, lebih dari 80% SPBU di Indonesia terletak di Pulau Jawa. Ini karena, pertumbuhan kendaraan bermotor di Pulau Jawa jauh lebih besar dibandingkan Pulau lain. Tidak heran kalau, jumlah SPBU di Pulau Jawa masih tetap dibutuhkan.

Pemilihan lokasi merupakan hal terpenting sebelum memulai berinvestasi pada SPBU. Kalau masyarakat atau calon investor telah memiliki lahan yang strategis, dan telah memenuhi persyaratan lain. Maka, tidak ada alasan bagi PT Pertamina menolak melakukan peninjauan lapangan atas proposal pembuatan SPBU yang diajukan.

Setelah itu, Pertamina kemudian akan mengklasifikasikan SPBU berdasarkan perkiraan daya tampung BBM, luas areal dan jumlah dispenser yang dimiliki. Kelas A memiliki volume penjualan lebih dari 100 ton/hari, kelas B antara 50 ton/hari hingga 100 ton/hari. Kelas C, lebih dari 30 ton/hari hingga 50 ton/hari. Kelas D, antara 20 ton/hari hingga 30 ton/hari. Sedangkan untuk SPBU Kelas E diperkirakan mempunyai volume penjualan 8-20 ton/hari.

Ketika baru memulai berinvestasi pada SPBU milik Pertamina, investor diharuskan membayar fee mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta. Besarnya fee yang harus dibayarkan kepada Pertamina tergantung dari kelas SPBU. ”Ini hanya sekali selama, pengusaha membuka usaha SPBU,” terangnya, Jumat (19/9) di Jakarta.

Dia memperkirakan untuk memulai berinvestasi pada SPBU, calon investor harus memiliki dana minimal sebesar Rp2 miliar. Sebagian besar dari nilai investasi tersebut dipergunakan untuk membebaskan tanah. Setelah itu, investor juga harus memiliki beberapa dispenser berbeda untuk bensin, premium, dan solar.

Dalam berinvestasi SPBU, investor juga diharuskan mempekerjakan karyawan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Kendati begitu, jumlah jam kerja dan gaji yang didapatkan karyawan SPBU harus sesuai dengan keputusan Menteri tenaga kerja dan transmigrasi.

Dia menjamin, Pertamina tidak membatasi kebutuhan investor yang hendak berinvestasi pada SPBU. Kapanpun investor butuh di drop BBM, tidak sampai beberapa hari. Pertamina akan membawakan pesanan sesuai dengan permintaan. ”Tapi biasanya SPBU memesan BBM antara 8 ribu kl hingga 40 ribu kl perharinya,” jelasnya.

Untuk aplikasi yang disetujui, tambahnya, Pertamina siap menyusun rencana bisnis (business plan) untuk SPBU di lokasi mitranya. Selain itu, juga akan diketahui lebih detail berapa besar modal dan biaya royalti yang harus dibayar. Bila semuanya beres dan semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Barulah investor SPBU dan Pertamina  menandatangani kontrak kerja sama.

Dia menambahkan, pola pengembangan SPBU yang dilakukan Pertamina terbagi tiga. Pertama, tipe COCO (Company Own Company Operate) yaitu dimiliki dan dioperasikan Pertamina sendiri yang jumlahnya telah lebih dari 50 gerai. Kedua, DODO (Dealer Own Dealer Operate) yang dimiliki dan dioperasikan oleh pengusaha yang jumlahnya lebih dari 4.100 gerai. Ketiga, CODO (Company Own Dealer Operate), yaitu dimiliki Pertamina tapi pengusaha yang menjalankan.

Selain itu, Pertamina menawarkan pula program non-fuel retail, yaitu usaha lain yang dimiliki SPBU di luar menjual BBM. Unit usaha ini, di antaranya convenient store, Pertamina Bright, yang menjual aneka makanan, camilan, dan berbagai minuman yang bisa langsung dibawa pulang atau dinikmati pembeli dalam perjalanan.

Lalu, ada Pertamina Speed Service Station yang menawarkan pelayanan bengkel bagi pengunjung SPBU. Di sini pengunjung bisa mengganti oli, ganti atau cek absorber dan berbagai suku cadang lainnya. Untuk operasional gerai, Pertamina menjalin kerja sama dengan perusahaan suku cadang yang telah terkenal.

Sementara, Manager Retail Development Pemasaran BBM Retail PT Pertamina, Gusnida menambahkan, pihaknya tengah mendorong tumbuhnya SPBU berstifikat Pasti Pas. Diantaranya dengan memberkan intensif berupa margin keutungan yang lebih besar bagi pengusaha. Saat ini, setidaknya sudah 1000 SPBU yang telah menyatakan bersedia mengikuti program Pasti Pas.

Dia menjelaskan, intensif keuntungan SPBU yang bersedia mengikuti program Pasti Pas mendapatkan margin sebesarRp200/liter. Sedangkan yang belum mengikuti program Pasti Pas hanya mendapatkan sebesar Rp 180 per liter. ”Margin Rp200/liter akan terus meningkat,” tuturnya.

Setelah mendapatkan sertifikat Pasti Pas, maka SPBU tersebut akan mendapatkan tambahan margin sebesar Rp5 per liter sehingga menjadi Rp205/liter . Kendati begitu, SPBU yang bersangkutan tetap akan dievaluasi badan audit independen internasional secara berkala.

Jika SPBU Pasti Pas berhasil mempertahankan standar mutu pelayanan selama periode 3 x 3 bulan, margin SPBU tersebut akan kembali meningkat menjadi Rp 215/liter. Jika

dalam kurun waktu setahun sampai dua tahun kembali bisa mempertahankan mutu layanan, margin akan kembali naik menjadi Rp 230 per liter.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir mengisi BBM yang belum mengikuti program Pasti Pas. Karena sebenarnya, takaran BBM di SPBU tersebut tetap mengikuti standar PT Pertamina. Hanya saja, SPBU tersebut belum bisa mengikuti standar layanan seperti yang ditetapkan Pertamina. Misalkan saja yang terkait dengan baju seragam atau fasilitas yang kurang berfungsi dengan baik.

Hal itu memang mungkin terjadi. Apalagi, PT Pertamina telah menerapkan banyak item yang harus dipenuhi SPBU agar bisa mengikuti program Pasti Pas. Item-item tersebut memiliki bobot masing-masing yang terkait dengan kualitas dan kuantitas dari suatu SPBU.

 

Dia menjelaskan, konsep SPBU Pertamina Way mengandalkan lima kaidah, yaitu aspek mutu dan jumlah seperti kualitas bagus dan takaran tepat. Aspek SDM dan operator yang selalu menerapkan 3S, yakni Salam, Senyum, Sapa. Kemudian aspek keamanan, misalkan ada petugas keamanan atau satpam. ”Lalu aspek fasilitas seperti mushalla, cafe, dan toilet. Serta aspek servis pelayanan secara umum yang menyangkut hak-hak konsumen.

tulisan ini pernah dimuat di harian seputar-indonesiaa

 
13 Komentar

Ditulis oleh pada September 23, 2008 in wealth management

 

13 responses to “SPBU, Investasi yang Menguntungkan

  1. Tio

    Desember 17, 2008 at 13:50 p12

    ARRRRR MAU JADI MAU PUNYA SPBU

     
  2. Rinie

    Juni 11, 2009 at 13:50 p06

    Bagaimana dgn standar gaji SPBU pasti pas?
    Bisa djelaskan,apkh gaji stiap SPBU pasti pas berbeda beda atau pertamina mmiliki standar gaji yg pasti?

     
  3. theohaga

    Februari 4, 2010 at 13:50 p02

    Menarik. Ijin simak ya, gan

     
  4. Zaidan Jauhari,SE

    Maret 5, 2010 at 13:50 p03

    Assalamualaikum wr wb.

    Pak saya ada rencana buat SPBU di Kec Talo Kab Seluma Bengkulu, Desa Durian bubur,bisa di bantu ya? saya punya lahan ,hanya modal bisa di bantu? zaidan

     
  5. Sakolo

    Juli 15, 2010 at 13:50 p07

    Saya punya lahan seluas 10.000m2 di pinggir jalan besar,frekuensi transportasi 24 jam full/hari.
    Saya mencari investor spbu coco atau spbu codo.
    Bila ada yang bersedia membantu saya bisa menghubungi di nomor Hp : 08.13.13.13.13.34
    Terima kasih atas perhatiannya.

     
  6. bambang riadi

    Agustus 1, 2010 at 13:50 p08

    SAYA SANGAT TERTARIK DGN BISNIS INI TP APAKAH IJIN2NYA DARI PERTAMINA MAUPUN DARI PEMDA SULIT DAN BANYAK UANG SILUMAN YANG KADANG2 BERLIPAT GANDA MELEBIHI DARI IJIN RESMI MOHON PENJELASAN?

     
  7. Abdie

    Juni 22, 2011 at 13:50 p06

    As
    saya punya lahan untuk pembuatan SPBU lokasi sangat strategis kalau ada yang berminat kita bisa kerjasama,,hub.081349030237 lokasi sampit kalteng

     
  8. Utee

    Maret 31, 2012 at 13:50 p03

    Standar gaji karyawan SPBU bagian kantornya, khusus admin keuangan berapa ya ?
    Apa kerjanya pake shift juga mengikuti kerja operator SPBU itu sndiri ?

    Terima kasih..

     
  9. Prof.Dr.M.M.S.M.B

    Mei 5, 2012 at 13:50 p05

    pengen sekali punya spbu yang pasti pas.🙂

     
  10. kris

    Agustus 4, 2012 at 13:50 p08

    saya ada laha dan ijin di bekasi, siapa berminat? 081228843773

     
  11. istimewa

    Maret 13, 2013 at 13:50 p03

    saya pengusaha punya modal 6M kira2 mampu buat SPBU berapa di jawa?

     
  12. dani

    Juli 20, 2013 at 13:50 p07

    punya spbu sekarang MERANA…..harga NAIK margin malah TURUUUNNNNNN….untuk biaya operasional aja udah kembang kempisssss…..

     
  13. Promosi Ampuh

    April 25, 2014 at 13:50 p04

    kedepan moga aja saya bisa punya spbu sendiri

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: