RSS

Bisnis SPBU Tergantung Lokasi

23 Sep

Bila punya lokasi usaha strategis dan modal miliaran rupiah, masyarakat bisa memperhatikan peluang bisnis SPBU yang kini gencar ditawarkan Pertamina. Permintaannya besar, keuntungannya juga tinggi. Bukan tidak mungkin antara dua hingga lima tahun modal yang dikeluarkan bisa kembali.
Kondisi tersebut karena bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi salah satu komoditas paling penting. Teramat banyak aktivitas yang mutlak membutuhkan sumber energi ini. Kekurangan BBM bisa membuat kegiatan ekonomi macet, bahkan menimbulkan kerusuhan sosial.
Ketua Umum Hiswana Migas Moh Nur Adib, mengatakan, meski berinvestasi pada SPBU cukup menguntungkan. Namun, ada baiknya calon investor tetap berhati-hati dalam berinvestasi pada SPBU. Mengingat, hampir sebagian besar jalur padat telah banyak dibangun SPBU. Dengan demikian, ‘kue’ yang diperebutkan semakin kecil.
Disisi lain, tuturnya, tingkat bunga yang ditawarkan perbankan relative tinggi. Belum lagi berbagai persyaratan yang harus dijalankan SPBU agar bisa mendapatkan return yang tinggi. Kondisi tersebut membuat pengusaha SPBU harus mengeluarkan biaya lebih. ”Gaji pegawai, hingga biaya listrik. Semuanya merupakan biaya tetap yang harus dikeluarkan investor dengan nilai yang relative tinggi,” tuturnya saat dihubungi SINDO.
Untuk membuka SPBU, baru dibutuhkan dana antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Nilai tersebut masih bisa lebih tinggi lagi kalau SPBU yang dibangun terletak di daerah perkotaan dan di lokasi prime. Memilih lokasi yang tepat sangat menentukan keberhasilan investor dalam membangun bisnis ini.
Kendati begitu, dia mengatakan, di beberapa daerah di Pulau Jawa sebaiknya, SPBU tidak lagi membangun SPBU baru. Akan lebih baik kalau, investor mengambil alih SPBU kecil di sejumlah tempat yang kurang berkembang. Pasalnya, di Pulau Jawa, jumlah SPBU telah cukup banyak. Bahkan diperkirakan telah melampaui kebutuhan yang semestinya.
Karena itulah pada saat ini, sejumlah SPBU tidak lagi hanya dijadikan sebagai tempat mengisi BBM. Beberapa SPBU, telah membangun minimarket ataupun ATM di lokasi SPBUnya. Baik dilakukan secara mandiri ataupun bekerjasama dengan PT Pertamina. ”Kalau dilakukan secara mandiri, pendapatan sewa lokasi sedikitnya mencapai Rp2,5 juta perbulan,” tuturnya.
Sementara, perencana keuangan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Roy Sembel mengatakan, sebelum berinvestasi pada SPBU, sebaiknya masyarakat atau calon investor melakukan beberapa survey. Khususnya yang terkait dengan berapa banyak kendaraan yang berlalu-lalang pada lokasi yang hendak dibangun SPBU.
Dengan begitu, investor bisa memastikan apakah, tempat tersebut merupakan tempat yang memiliki potensi tinggi untuk dijadikan sebagai tempat usaha SPBU. Pasalnya, investasi pada SPBU sangat terkait dengan jumlah kendaraan yang melintas di jalan. Semakin banyak yang melintasi jalan, tentu akan semakin baik.
Kalau sampai salah melakukan analisa, bukan mustahil investor akan mendapatkan kerugian. Karena jumlah kendaraan yang mengisi BBM tidak sesuai dengan nilai investasi yang telah ditanamkan. Karena itulah, Roy Sembel berpesan agar calon investor tidak boleh grasak-grusuk setiap hendak berinvestasi pada lahan baru.
Sebenarnya, berinvestasi pada SPBU memiliki peluang tinggi untuk mendapatkan keuntungan. Pasalnya, BBM sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan kendaraan yang dimiliki. Transportasi umumpun tidak bisa berjalan bila tidak ada BBM yang cukup.
Disisi lain, ada kecenderungan jumlah kendaraan terus meningkat. Indikasinya terlihat dari laporan bulanan asosiasi kendaraan bermotor yang menyatakan penjualan kendaraan bermotor, baik motor ataupun mobil mengalami pertumbuhan. ”Ini artinya, peluang berusaha di SPBU sangat besar,” tuturnya.
Setelah mengetahui bagaimana cara berinvestasi pada SPBU, dia berkeyakinan investor akan sangat tertarik untuk membuka cabang baru. Apalagi, prospek investasi ini sangat cerah. Mengingat, kebutuhan BBM dari tahun ke tahun terus bertambah. Seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat yang teridentifikasi dari jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah.
tulisan ini pernah dimuat di koran seputra indonesia

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 23, 2008 in wealth management

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: