RSS

Bengkel Mobil,Peluang di Tengah Tingginya Mobilitas Masyarakat Perkotaan

11 Okt

Tingginya mobilitas penduduk perkotaan mau tidak mau memicu naikya permintaan kendaraan roda empat. Di tengah kondisi itu, tak heran usaha bengkel mobil menjadi pilihan bisnis yang tepat.

Sejak awal 2000-an, industri mobil nasional mengalami fase pertumbuhan yang pesat dimulai. Namun ketika pemeirntah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 125% pada 2005, industri automotif nasional sempat terpukul. Namun perlahan tapi pasti industri roda empat kembali menemukan performanya. Terbukti penjualan dari tahun ke tahun terus meningkat.

Penjualan mobil sepanjang Januari – Agustus 2008 tercatat melonjak 49% menjadi 412.205 dibanding periode yang sama tahun lalu 277.165 unit. Jika pertumbuhan pasar tetap seperti ini, target 570.000 unit mobil sudah pasti akan terlampaui. Angka ini bahkan melampaui rekor penjualan mobil pada 2005 yang mencapai angka 538.000 unit. “Bahkan bukan mustahil, pasar bisa mencapai 600.000 unit tahun ini,” kata Wakil Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johnny Darmawan.

Pasar mobil nasional selama 2009 mendatang diprediksi akan menembus angka 600.000 unit. Jumlah ini mengalami lonjakan sebesar 5,2% dibanding proyeksi penjualan 2008 yang berkisar 570.000 unit.

Melihat kondisi ini terlihat jelas begitu besarnya peluang membuka bisnis bengkel mobil. Namun bagi pelaku bisnis pemula rata-rata akan menemui kesulitan karena tidak mengetahui dasar-dasar automotif. Namun hal itu bukan merupakan perkara sulit, karena bisa belajar melalui teman yang memiliki bengkel. Dari situ bisa belajar banyak, cara sosialisi dengan pelanggan, hingga menghapal jenis-jenis spare part. Bagi para pemula, sebaiknya hindari joint venture dengan orang yang baru dikenal. Dilihat dari segi bisnis mungkin akan mengutungkan. Namun perlu diperhatikan watak orang berbeda-beda. Dikhawatirkan akan teripu apalagi jika kita berpengalaman minim.

Tapi jangan khawatir Anda bisa membeli bengkel waralaba (franchise) karena resikonya lebih kecil. Namun waralaba pun bukan berarti bebas resiko karena menggunakan jasa atau sistem orang lain biasanya akan menemui kesulitan di perawatan. Pasalnya, jumlah itemnya sangat banyak. Hilang satu komponen saja akan sangat rugi, apalagi harga barangnya mahal.

Namun semua itu tidak berlaku mutlak karena akan sangat tergantung dengan lokasi, kemampuan manajemen dan teknisi bengkel. Untuk lokasi, usahakan mudah diakses, tidak perlu di pinggir jalan besar, karena bisa dibantu papan reklame. Sebaiknya cari tempat yang agak jauh dari pusat penjualan spare part. Pasalnya, harga yang ditawarkan pusat spare part cenderung lebih murah dan kita agak sulit untuk melawan harga miminal sama dengan mereka.

Selanjutnya harus ditentukan segmen pasarnya. Apakah membidik segmen menengah atas (high class) atas menengah bawah (middle low). Untuk menengah atas harus dipersiapkan peralatan yang mutakhir dan canggih, sedangkan kalangan menengah cukup peralatan yang sederhana. Namun tetap harus diimbangi dengan teknisi yang handal. Karena teknisi ini yang banyak memberikan dampak ramai atau sepinya bengkel.
Usaha jasa sangat perlu pelayanan paripurna. Jika teknisinya handal dan teliti biasanya pelanggan pasti balik.
Ramon, salah seorang konsumen mengungkapkan, kehandalan teknisi sangat menentukan kepuasan konsumen. “Saya punya bengkel langganan kecil mungkin hanya 7×7 meter. Mengapa saya berlangganan di sana? Karena saya suka service-nya. Teknisinya mengerjakan mobil kayak ngerjain mobilnya sendiri, biarpun pelan namun memuaskan,” papar Ramon.
Hal lain yang perlu dipikirkan adalah modal yang cukup besar. Karena modal tersebut akan dibelanjakan untuk stok spare part, dan kalkulasi barang untuk stok harus tepat. Namun jangan khawatir, karena harga spare part tidak akan turun. Malah justru naik terus. Apalagi jika spare part itu susah di cari. Disini Anda akan meraih keuntungan.
Hal lain yang diperhatikan adalah melakukan masa promo untuk menarik pelanggan dengan fasilitas khusus atau diskon harga. Kalau ada event road race sebaiknya ikutan. Walaupun kelas standar, dari ajang tersebut biasanya bengkel cepat ramai.
Pengelola Recky Motor (Bogor) Miraj Ali mengatakan, modal membuka bengkel mobil untuk ukuran standar minimal Rp100 juta. Modal tersebut sudah termasuk pembelian sejumlah spare part seperti busi atau oli namun tidak termasuk lokasi, misalnya sewa tempat atau beli lahan. Paling tidak modal itu harus dibelikan tools seperti kunci ring, kunci pas, kunci sok (rachet), obeng, tang, dan sebagainya hingga kompresor ata peralatan berat lainnya.
Namun untuk membuka bengkel mobil dengan standar mobil-mobil Eropa yang dilengkapi sistem komputer maka modalnya pun akan lebih besar berkisar hingga Rp300 juta. “Bengkel ini biasanya untuk mobil-mobil injection,” katanya.
Bagi yang bermodal tidak banyak bisa memilih melayani beberapa merek saja, seperti Suzuki, Toyota atau Daihatsu saja. Cara ini dinilai dapat menekan biaya karena jenis stok spare part-nya tidak terlalu banyak namun tetap bisa lengkap. “Jadinya uang nggak terlalu banyak mati di spare part,” kata Miraj.
Berbicara mengenai keuntungan memang sangat relatif. Berdasarkan perhitungan kasar, bengkel mobil dengan modal Rp100 juta dalam satu bulan paling tidak akan mendapat omset Rp15 – 30 juta. Dari total omset itu biasanya pemilik akan mendapat untung bersih sekitar Rp5 – 10 juta. Namun kondisi ini tidak berlaku mutlak. Semuanya tergantung dari lokasi, kemampuan manajemen dan keberadaan teknisi. Dari sini bisa diperkirakan kira-kira berapa lama Anda akan brake event point (BEP).

Adapun mengenai sistem beli spare part Miraj mengungkapkan, biasanya pemilik bengkel membeli sejumlah spare part dengan cara membayar kontan. Namun jika ada spare part tidak laku, biasanya bisa ditukar dengan spare part lain yang perputaran julanya lebih cepat dengan syarat harus membeli ke disributor yang sama. “Misalnya beli busi satu set sebanyak 100 unit, jika dalam waktu tertentu tidak laku maka dapat ditukar denga spare part lain yang banyak dimintai konsumen,” kata Miraj.

Melihat paparan diataa sekarang tinggal menentukan apakah Anda sudah siap untuk meggeluti bengkel mobil? Terlepas akan berhasil atau tidak tentunya Anda akan mendapat sesuatu yang berharga yakni pengalaman. Hanya dengan memulai satu langkah kecil yakni mulai berusaha. (SINDO)

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2008 in wealth management

 

5 responses to “Bengkel Mobil,Peluang di Tengah Tingginya Mobilitas Masyarakat Perkotaan

  1. khrisna

    Oktober 18, 2009 at 13:50 p10

    mau tny nih, tau ga waralaba bengkel yg bagus? setau saya kebanyakan waralaba di bdg otomotif itu cuma ganti spare parts atau body painting…saya cari waralaba yang benar2 bengkel….thanks

     
  2. Bebek goreng

    Agustus 2, 2010 at 13:50 p08

    Salam silaturahmi dari kami Resto Waralaba Bebek Goreng Abah Ndut

     
  3. Software Bengkel

    Desember 3, 2010 at 13:50 p12

    Bisnis Bengkel dengan service rate diatas 20 unit/hari, memerlukan dukungan sistem komputerisasi untuk mempercepat transaksi dan memudahkan pengontrolan administrasi. Selain itu banyak sekali Laporan/Report yang bermanfaat untuk analisa bisnis bengkel dengan lebih detil. Info lebih lanjut silakan kunjungi: http://www.sistemsmart.com/software_bengkel/

     
  4. Mahmud Yunus Mustofa

    Januari 21, 2011 at 13:50 p01

    jika ada yang berminat membuka bengkel mobil,saya memiliki tempat usaha yang strategis di Jl. Raya Berbek 46 Waru-Sidoarjo,ukuran 6 X 15 M.sudah berupa bangunan.saya tawarkan sistem bagi hasil,anda yang mengelola.jika ada yang berminat hub 08 123 266 850 / 031-8309 8604.terima kasih

     
  5. Mahmud Yunus Mustofa

    Januari 28, 2011 at 13:50 p01

    saya mencari mitra bisnis yang mau membuka usaha bengkel variasi mobil.saya memiliki tempat usaha di Jl. Raya Berbek 46 Waru-Sidoarjo. ukuran 6 x 15 M.jika ada yang berminat saya tawarkan sistem bagi hasil.anda yang mengelola penuh.jika ada yang berminat hub 08 123 266 850 / 031-8309 8604

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: