RSS

Penthouse, Didesain dengan Gaya Hidup Dinamis dan Modern

11 Okt

Bagi kalangan berkantong tebal, tidaklah sulit memilih rumah di tengah kota besar, seperti Jakarta. Dengan sumber daya yang dimiliki, kalangan berkantong tebal bisa memilih unit hunian yang disukai. Salah satu unit hunian mewah yang cukup diminati masyarakat berpenghasilan tinggi adalah penthouse.
Penthouse merupakan unit hunian mewah yang terletak di lantai teratas dari apartemen. Perbedaan antara unit penthouse dengan unit apartemen di bawahnya terletak pada ukurannya yang lebih luas. Serta memiliki spesifikasi material lebih baik dibandingkan dengan unit-unit apartemen di bawahnya.
Selain fasilitas yang disediakan kepada seluruh penghuni apartemen, biasanya pemilik penthouse juga memiliki fasilitas pribadi. Mulai dari kebun tanaman, spa mewah kelas dunia yang dilengkapi ruang pribadi. Ruang pasangan dengan pijat aromaterapi dan pijat batu panas. Hingga fitness center dengan pemandangan kota tanpa batas.
Material keseluruhan bangunan dan material unit-unitnya adalah kelas tinggi. Tidak jarang diimpor dari luar negeri dengan desain khusus. Contohnya saja pemakaian batu granit ataupun marmer impor untuk penyelesaian lantai dan dinding. Dengan fasilitas seperti itu, tidak mengherankan kalau hanya golongan tertentu saja yang mampu membeli penthouse.
Menurut Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus, penthose merupakan unit yang paling bagus di apartemen. Unit hunian tersebut biasanya memiliki dua lantai, dan memiliki luas melebihi apartemen yang terdapat di bawahnya. Selain itu, Penthouse juga didesain sesuai dengan gaya hidup dinamis dan modern Kota Jakarta dengan konsep ruang gerak yang luas.
Kendati begitu, dia mengaku, tidak semua apartemen menyediakan unit Penthouse. Apartemen yang diperuntukkan bagi kelas menengah ataupun middle up jarang menyediakan unit Penthouse. Pengembang melakukan itu terkait dengan strategi dan taktik pemasaran. ”Biasanya, hanya apartemen tertentu saja yang menyediakan Penthouse,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Pengembang yang membangun unit Penthouse biasanya berharap unit apartemen yang sedang dipasarkan dapat terdongkrak. Apartemen yang menyediakan unit Penthouse akan dianggap memiliki nilai jual lebih. Karena Penthouse merupakan hunian privat di apartemen dengan menggunakan kualitas terbaik. Sehingga tidak mungkin apartemen yang terletak di bawahnya memiliki kualitas jauh di bawah unit Penthouse yang dibangun.
Selain itu, terangnya, di Jakarta juga telah ada beberapa hunian vertical yang semua unitnya masuk kategori Penthouse. Beberapa hunian vertical tersebut adalah Da Vinci Penthouse dan Kempinski Private Residences Jakarta. Karena memiliki konsep Penthouse, maka harga yang ditawarkan relative jauh lebih mahal dibandingkan harga Penthouse yang masih bercampur dengan apartemen. Pasalnya, fasilitas yang disediakan relative lebih baik.
Dia mencontohkan, pada Da Vinci Penthouse, penghuni akan mendapatkan keanggunan gaya Eropa klasik dalan keramahan budaya lokal. Di tempat itu, penghuni akan mendapatkan layanan kelas satu, seperti lift pribadi, serta layanan interior in house.
”Hunian vertical yang semuanya terdiri dari Penthouse disebut grand Penthouse atau total kondominium,” jelasnya.
Dia memperkirakan, total supply unit apartemen di Jakarta hingga empat tahun ke depan mencapai 30 ribu unit. Dari jumlah tersebut, 8% hingga 10% diantaranya merupakan unit Penthouse. Ini disebabkan, beberapa pengembang masih proses pembangunan unit apartemen atau penthouse, misalkan saja proyek The St Moritz.
Sebagian besar proyek tersebut dibangun di lokasi yang strategis, seperti dekat dengan Central Business District (CBD). Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan penghuni Penthouse pergi ke tempat kerja atau melakukan berbagai aktivitas lainnya. Lagi pula, unit Penthouse di CBD juga memiliki nilai investasi yang lebih tinggi daripada di tempat lain.
Pengamat properti dari Prolease Property Consultant Suwito Santoso menjelaskan, Penthouse sangat digemari masyarakat menengah atas. Tinggal di Penthouse memiliki kelebihan dibandingkan tinggal di unit apartemen yang lain karena biasanya unitnya jauh lebih mewah.
Bukan hanya itu, penghuni juga memilih tinggal di Penthouse karena lebih memiliki prestise dibandingkan unit di bawahnya. Karena biasanya, masyarakat menengah atas suka membanggakan diri kalau tinggal atau memiliki unit hunian di Penthouse. ”Masyarakat menengah atas punya unit Penthouse untuk pergaulan,” tuturnya.
Unit Penthouse biasanya memiliki bangunan yang lebih luas dibandingkan unit apartemen di bawahnya. Kalau pada unit apartemen di bawahnya bisa terdiri dari beberapa unit. Namun pada unit Penthouse, setiap lantai maksimal hanya terdiri dari dua unit saja.
Kendati begitu, terang dia, tidak semua unit Penthouse diperuntukkan bagi yang berpenghasilan tinggi. Karena pada apartemen kelas menengah, biasanya juga membangun unit Penthouse namun luas bangunannya relative tidak terlalu luas dibandingkan Penthouse yang dibangun pada apartemen bagi masyarakat atas.
Bila dibandingkan, jumlah Penthouse yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah atas relative lebih banyak daripada yang diperuntukkan masyarakat atas. Mungkin ini disebabkan permintaan Penthouse bagi masyarakat menengah atas jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat atas. ”Konsepnya sih tidak berbeda. Yang membedakan hanya pada luas bangunan,” katanya.
Selain lebih luas, unit Penthouse pada masyarakat atas biasanya terdiri dari dua lantai (duplex). Layaknya landed house, untuk menuju lantai atas, pengembang menyediakan tangga. Hal ini dimaksudkan agar penghuni benar-benar merasa seperti tinggal di landed house. Selain itu, beberapa pengembang juga menyediakan bangunan sebagai tempat menanam pohon di dalam pot.
Pada umumnya, unit Penthouse memiliki desain yang berbeda dengan unit apartemen di bawahnya. Penthouse terdiri dari dua sampai empat kamar tidur atau dirancang khusus sesuai dengan keinginan pemiliknya. Sedangkan luasnya berkisar 300 m2 ke atas. Serta memiliki kelebihan berupa pemandangan ke beberapa arah dan ruang terbuka di atasnya.
Akses ke unit Penthouse ada yang mempergunakan semi pribadi yang sifatnya hanya untuk pencapaian satu unit pada setiap lantainya.
Sementara Presiden Direktur Indoproperti Hari Jap menyebutkan, karena harga Penthouse terlalu mahal, maka sebagian besar pemiliknya menjadikan Penthouse sebagai rumah pertama. Ini karena masyarakat yang tinggal di Penthouse memiliki prestise lebih dibandingkan hunian lainnya.
Kalau hanya dijadikan sebagai tempat istirahat saat beraktivitas juga tidak akan cocok. Pasalnya, fasilitas yang tersedia pada Penthouse jauh lebih baik. Lagipula, kebanyakan penghuni Penthouse adalah CEO perusahaan-perusahaan besar yang berasal dari Negara lain. ”Karena berbagai pertimbangan, akhirnya mereka lebih memilih tinggal di Penthouse,” terangnya.
Kemungkinan besar, tambah dia, yang dipergunakan sebagai tempat beristirahat atau rumah kedua adalah Penthouse yang banyak terdapat pada apartemen menengah atas. Ini karena pasar Penthouse ini adalah pengusaha atau eksekutif local yang pada dasarnya memiliki rumah sendiri.
Penthouse untuk masyarakat menengah atas juga tidak memiliki luas seperti Penthouse masyarakat atas. Bahkan, pada setiap lantainya bisa terdiri dari empat Penthouse. Biasanya, Penthouse seperti itu dikatakan sebagai Penthouse junior. ”Ini merupakan bahasa pemasaran, dan sah-sah saja,” katanya. (SINDO)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2008 in properti

 

One response to “Penthouse, Didesain dengan Gaya Hidup Dinamis dan Modern

  1. infogue

    November 11, 2008 at 13:50 p11

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://www.infogue.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: