RSS

Penthouse untuk Kenyamanan Golongan Mapan

11 Okt

Pengembang yang membangun apartemen nampaknya merasa belum lengkap kalau tidak menyediakan unit penthouse. Keberadaan unit tersebut bisa dijadikan sebagai gengsi apartemen tersebut. Penthouse itu diibaratkan sebagai rumah mewah yang dibangun hanya untuk kenyamanan top executive atau penyewa mapan.
Penthouse adalah ruang paling atas yang terletak di gedung apartemen. Biasanya pengembang menjual atau menyewakan ruang ini dengan harga paling mahal karena merupakan tempat yang paling luas dan paling mewah. Karena, fasilitas yang menyertainya juga serba wah. Terdapat lift khusus untuk mengantar “para raja” ke peraduannya di puncak apartemen.
Kendati begitu, ada saja pengembang yang memberikan nama Penthouse untuk unit yang tidak terletak di lantai paling atas. Hanya saja, namanya berubah menjadi Penthouse Junior. Namun sejumlah kalangan menilai, Penthouse Junior hanya untuk keperluan pemasaran pengembang.
Menurut Direktur Humas Hotel dan Residences Shangri-La Jakarta Ratna Sjamsiar Idris mengatakan, secara umum Apartemen Shangri-la Residences terdiri dari dua menara yang masing-masing memiliki 31 lantai, yaitu Menara Jasmine, dimana furniture-nya sudah komplit dan Menara Lotus yang di jual kosong alias tanpa furniture.
Dari dua menara tersebut, Residences Shangri-La hanya menyediakan empat unit Penthouse saja, yang terdiri dari dua unit berukuran 938m2 dan dua unit yang berukuran 773m2. Untuk Penthouse yang berukuran 938m2 disewakan dengan harga USD 18.400/bulan. Sedangkan yang berukuran 773m2 seharga USD15.640. ”Apartemen yang kami bangun, yang didalamnya termasuk unit Penthouse memang bukan untuk dijual. Melainkan hanya disewakan,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Batas minimal sewa di Residences Shangri-La adalah tiga bulan. Dengan batasan waktu minimal tiga bulan, maka Residences Shangri-La menjadikan warga eks patriat yang memiliki kepentingan bisnis atau ditugaskan bekerja di Jakarta menjadi pasar utama untuk menyewa Penthouse Shangri-La.
Berbeda dengan yang dibangun pengembang lainnya yang hanya dua lantai, unit Penthouse yang dibangun pada Residences Shangri-La memiliki lantai yang lebih banyak, yakni tiga lantai. Dengan begitu, penghuni bisa benar-benar merasakan perbedaan antara tinggal di unit apartemen dan Penthouse.
Konsep tangga yang dipergunakan di unit Penthouse tidak berbeda jauh seperti ketika masyarakat berkunjung ke mal atau plaza. Sehingga, penghuni yang berada di lantai tiga bisa mengetahui siapa yang berada di lantai satu. System tersebut dipergunakan agar kesan mewah semakin terasa.
Bukan hanya itu, Penthouse yang dibangun lebih mengarah pada family oriented. Artinya, setiap ruangan di unit Penthouse memiliki kedekatan dengan antara satu sama lain dengan ruang keluarga. Sehingga, dalam setiap kesempatan anggota keluarga bisa berkumpul di ruang keluarga.
Penthouse tersebut juga memiliki fasilitas kolam renang pribadi dan kebun yang terletak di lantai paling atas. Selain itu, masing-masing unit Penthouse juga memiliki sauna pribadi yang bisa dipergunakan dengan briket batu bara atau uap. ”Penghuni yang tidak mau repot biasanya lebih suka mempergunakan system uap,” tuturnya.
Untuk memberikan rasa aman kepada penghuni, pihaknya juga mempergunakan teknologi identifikasi sidik jari. Hanya sidik jari yang telah terdaftar saja yang bisa mengakses ke unit apartemen ataupun Penthouse. Sistem ini bekerja untuk mengidentifikasikan setiap penghuni yang masuk masuk ke dalam setiap unit. Pola kerjanya, pada waktu kedatangan, para tamu dan anggota keluarga diwajibkan memberikan sidik jarinya dan disimpan ke dalam data akses keamanan Residences.
Fasilitas yang tak kalah menarik pada hunian vertical yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman ini, adalah sistem kamera intercom pribadi. Dimana penghuninya hanya dapat memasuki apartemen melalui lift dan pintu pribadi. ”Ketika tiba di lantai yang dituju, penghuni akan langsung tiba di ‘pekarangan’ unit Penthouse,” jelasnya.
Apartemen lain yang juga membangun unit Penthouse adalah apartemen fx Residence. Menurut koordinator marketing fx Residence, Farida, harga setiap unit Penthouse yang dibangun pihaknya seharga Rp17 juta/meter. Unit Penthouse yang berada di fx Residence memiliki luas antara 275 meter2 hingga 400 meter2.
Pada prinsipnya, bangunan yang dikembangkan pihaknya adalah minimalis. Namun, untuk memberikan pelayanan yang lebih kepada calon penghuni. Pengelola fx Residence bias saja merubah konsep arsitektur Penthouse yang dimilikinya. ”Semua itu diserahkan kepada setiap pemilik,” tuturnya.
Penthouse di fx Residence berjumlah tiga unit. Masing-masing unit terdiri dari dua lantai dan setiap unitnya memiliki fasilitas kolam renang.karena terletak di lantai yang paling atas, maka penghuni memiliki view ke berbagai arah, seperti Gelora Bung Karno, Jalan Sudirman, dan Kebayoran.
Untuk mengakomodir masyarakat yang juga memiliki keinginan memiliki Penthouse, namun dengan bangunan yang tidak terlalu luas. Pihaknya juga menyediakan empat unit semi Penthouse, atau yang dalam bahasa pemasarannya disebut Penthouse junior. Hanya saja, pada Penthouse Junior, penghuni tidak bisa mendapatkan view seperti membeli Penthouse karena bukan berada di lantai paling atas.
System keamanan yang dipergunakan penthouse yang terletak di Jalan Sudirman, Pintu Satu Senayan ini, tidak kalah dengan apartemen lain. Hanya yang mempunya kartu akses saja yang bisa naik ke lantai tertentu. Bahkan, kalau ada tamu yang hendak berkunjung, harus terlebih dahulu dijemput penghuni. Hal ini dilakukan untuk lebih menjamin keamanan penghuni yang tinggal di fx Residence khususnya pada unit Penthouse.
Lokasi fx Residence yang tidak terlalu jauh dari kawasan Central Business District (CBD) Sudirman dan Senayan, tentunya akan membuat masyarakat semakin diuntungkan untuk tinggal atau berinvestasi di fx Residence. Karena tidak banyak Penthouse berada di lokasi strategis seperti fx Residence.
Pada lantai bawah fx Residence terdapat plaza yang memiliki konsep yang memadukan antara business and pleasure. Di tempat itu tersedia 11 tempat meeting privat dan unik dengan kaca transparan, yang bentuknya seperti kepompong kaca. Konsep seperti itu, diyakini merupakan yang pertama di Indonesia dan mungkin juga di Asia. Sejumlah resto dan kafe di fx merupakan waralaba brand internasional yang dimiliki investor lokal, sedangkan sisanya brand lokal.
Sementara, unit Penthouse yang terdapat di Apartemen The Belezza sudah laku terjual. Padahal, unit Penthouse tersebut baru selesai dibangun beberapa bulan lalu. Menurut Sekertaris Perusahaan Gapura Prima Rosihan Saad, dilihat dari luasnya unit Penthouse yang dikembangkan perusahaannya terdiri dari dua jenis, lebih dari 550 meter2 dan lebih dari 250 meter2.
Sementara dari desainnya, Penthouse yang dibangun PT Gapura Prima memiliki beberapa pilihan. Ada yang memiliki private swimming pool dan whirlpool. Ada pula yang private outdoor garden. ”Kami sengaja memberikan banyak pilihan karena pada dasarnya masing-masing orang memiliki kesukaan yang berbeda,” tuturnya.
Dia mengakui, private outdoor garden merupakan salah satu keunggulan dari unit Penthouse yang dimilikinya. Pasalnya penghuni bisa berkreasi membuka areal hijau di unit Penthouse yang dimilikinya. Sekaligus bisa ikut melakukan aksi mencegah terjadinya pemanasan global yang sekarang sedang gencar dilakukan masyarakat dunia.
Masing-masing unit Penthouse memiliki private lift. Ketika ke luar pintu lift penghuni sudah berada di ruang lobbi unit Penthouse yang dimiliki. Artinya, setiap unit Penthouse yang terdapat di lantai paling atas Apartemen The Belezza mempunyai fasilitas lift masing-masing. Karena itulah, tetangga satu lantai tidak mungkin bisa bertemu pada satu lift.
Di Apartemen The Bellezza terdapat 10 unit lift. Jumlah tersebut belum termasuk lift cadangan. Lift-lift tersebut berfungsi untuk mengakomodir kepentingan penghuni. Sekaligus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni agar tidak kesulitan memperoleh lift untuk turun ataupun naik ke unit apartemen dan Penthouse yang dimiliki.
Harga perunit Penthouse yang terletak di Jalan Letjen Soepono, tepat di depan komplek perbelanjaan ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan itu adalah Rp15 juta/meter. Saat ini, unit Penthouse yang terdapat di The Belezza sudah laku terjual, padahal apartemen The Belezza belum lama selesai dibangun. Menurut Rosihan, ini menandakan permintaan Penthouse cukup tinggi. (SINDO)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 11, 2008 in properti

 

One response to “Penthouse untuk Kenyamanan Golongan Mapan

  1. andhikarentcar

    September 8, 2011 at 13:50 p09

    sip pethouse , biasanya bagi orng yg berduit bnyak, tpi bagi orng miskin ya rumah susun ,,tpi apapun itu, itulah yg terbaik bagi kita semua,,,,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: