RSS

Perdagangan Berjangka, Berisiko Besar Namun Menguntungkan

24 Okt

PERDAGANGANberjangka sering disebut
sebagai kegiatan yang berisiko,kompleks,
dan sangat bergejolak.Investasi ini
memang lebih cocok bagi orang bernyali.

SEBELUM melibatkan diri dalam kegiatan ini, seorang investor harus mempertimbangkan pengalaman di bidang finansial.Investor tersebut
harus mengerti dan memahami kontrak berjangka, serta kewajiban apa saja yang
harus dipenuhi bila melakukan perdagangan kontrak tersebut. Selain itu, seorang investor juga sepatutnya mengerti dan memahami kemungkinan dihadapinya risiko dan berbagai aspek perdagangan lainnya,sebagaimana yang tercantum dalam Dokumen Pemberitahuan Adanya Risiko (Risk Disclosure Statement), yang disampaikan pialang berjangka.
Namun, pada dasarnya perdagangan berjangka dapat memberikan keuntungan yang lebih karena perdagangan ini adalah pengalihan risiko (transfer of risk) melalui kegiatan lindung nilai (hedging). Itulah sebabnya pasar berjangka bermanfaat bagi produsen, eksportir, atau pedagang sebagai alat untuk melindungi investasinya dari risiko fluktuasi harga. Pasar berjangka menjanjikan kestabilan pendapatan bagi produsen karena harga komoditasnya dapat diprediksi dan ”dikunci’’dengan baik.
Sebagai contoh, seorang produsen komoditas cengkeh menjual hasil komoditas yang
belum dipanennya dengan membuat kontrak berjangka di pasar komoditas dengan
harga Rp50 juta per ton. Sehingga ketika tiba waktu panen, harga cengkeh tidak akan
mengalami perubahan yang diakibatkan jumlah stok yang melimpah.
Keuntungan lainnya adalah sebagai tempat pembentukan harga yang transparan
(price discovery) sehingga dapat dijadikan sebagai harga referensi yang tepercaya. Penentuan harga dilakukan berdasarkan mekanisme pasar, yaitu berdasarkan kekuatan
permintaan dan penawaran di pasar. Maka pasar berjangka bermanfaat bagi petani produsen dan pihak-pihak yang memerlukan harga sebagai referensi untuk kepentingan
usahanya.
Selain itu,pasar berjangka juga digunakan sebagai alternative investasi (investment
enhancement). Sebab, kehadiran pasar berjangka dapat dimanfaatkan oleh mereka
yang berani mengambil risiko dan mengharapkan keuntungan dari perubahan harga.
Analis keuangan senior PT Quantum Futures Hendra Sihombing mengatakan, keuntungan dari investasi berjangka adalah transparansi dengan pengelolaan seluruhnya
dipegang oleh nasabah. ”Jadi semuanya jelas, siapa brokernya, dana nasabah dikelola
seperti apa,jadi semua keuntungan pun akan dating ke nasabah,” ujarnya. Dia juga
mengatakan bahwa risiko dalam investasi berjangka tergantung nasabah. Jika nasabah
berani mengambil risiko besar, dia akan menanam investasi dengan besar begitu
pun sebaliknya. Dia mengatakan, terdapat dua prinsip pokok yang harus dipegang dalam dunia investasi di pasar berjangka ini.Pertama, setiap institusi yang memobilisasi
dana masyarakat harus tunduk pada dan diatur oleh minimal satu undang-undang
dan diawasi oleh lembaga pengawas.Kedua,dalam investasi berlaku hukum besi
”no pain no gain”.Ini memosisikan harapan keuntungan dan risiko adalah dua muka
dari sebuah koin, yang tidak mungkin diambil sebelah saja.
Dalam bisnis, orang atau institusi yang mengiming-imingi keuntungan tinggi tanpa risiko dapat dipastikan sebagai pembohong. Produk yang sebenarnya diperdagangkan dalam perdagangan berjangka adalah kontrak perjanjian jual-beli suatu komoditas tertentu, misalkan emas.Tujuan dari perdagangan ini adalah mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga pasar komoditas tersebut selama kontrak perjanjian jual-beli jatuh tempo
(komoditas diserahterimakan), bukan untuk membeli komoditas emas secara fisik.
Ini membuat keuntungan masih bisa diperoleh baik pada saat harga naik maupun turun.
Keuntungan yang dapat diraih tidak terbatas,dengan estimasi rata-rata di atas bunga
bank. Lagi pula transaksi hanya memerlukan sekitar 10% dari nilai kontrak yang sesungguhnya.
Para nasabah dapat melakukan perdagangan dengan memanfaatkan fluktuasi
kecenderungan harga naik atau turun. Jika kecenderungan harga naik, transaksi yang dilakukan adalah membuka dengan kontrak beli (open buy) dan menutup posisi dengan kontrak jual (close sell). Ini berarti membeli pada saat murah dan menjual pada saat mahal.
Jika kecenderungan harga turun, transaksi yang dilakukan adalah membuka dengan
kontrak jual (open sell) dan menutup posisi dengan kontrak beli (close buy).Jual pada
saat mahal dan membeli pada saat murah. Untuk melakukan investasi di pasar berjangka memang terlihat susah-susah gampang.
Presiden Direktur (Presdir) PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Hasan Zein Mahmud mengatakan, langkah awal yang mudah adalah dengan mencari informasi sebanyak mungkin melalui BBJ. Transaksi di bursa berjangka merupakan transaksi
perdagangan, yakni mengurangi risiko dan sekaligus mencari keuntungan dari selisih
jual-beli sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan.
”Pada umumnya, seorang pelaku memperkirakan bahwa harga komoditas akan menurun,
sehingga dia akan menjualnya saat ini dengan harga yang lebih mahal dan nantinya
bisa membeli kembali ketika harga komoditas sudah lebih murah,”ungkapnya.
(Seputar Indonesia)

 
Komentar Dinonaktifkan pada Perdagangan Berjangka, Berisiko Besar Namun Menguntungkan

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2008 in wealth management

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: