RSS

Parfum, Peluang Bisnis Disela Krisis Global

02 Nov

 

 

Krisis ekonomi global yang terjadi pada saat ini, seharusnya tidak menyebabkan gairah memulai berusaha menurun. Karena sebenarnya, masih cukup banyak peluang usaha yang bisa dimasuki masyarakat. Untuk memulainyapun tidak memerlukan modal awal besar. Salah satu jenis usaha yang memiliki prospek menjanjikan adalah membuka usaha parfum.

Bisnis tersebut mempunyai prospek potensial karena parfum tak sekadar berfungsi sebagai wewangian pengharum tubuh. Namun juga bisa membuat pede pemakainya. Selain itu, parfum bukan lagi monopoli kaum hawa. Bahkan, di kalangan eksekutif muda, parfum sudah menjadi kebutuhan primer.

Seperti bisnis lainnya, agar bisa sukses pada bisnis ini ada baiknya masyarakat mengetahui dua hal, yakni masalah non teknis dan masalah teknis. Pada masalah non teknis, masyarakat harus memiliki tujuan yang jelas untuk berhasil dalam bisnis ini. Sedangkan masalah teknis yang harus diketahui masyarakat sebelum membuka usaha ini adalah mengetahui pengetahuan tentang produk yang hendak dijual.

Owner Parfum Point, Setiawan DN mengatakan, bisnis parfum memiliki prospek yang baik. Pasalnya, parfum merupakan kebutuhan masyarakat dalam melakukan hubungan sosialnya. Parfum bisa menjadi salah satu piranti manusia sebagai makhluk sosial agar dapat bernilai lebih. Sehingga memantapkan diri dalam berinteraksi dengan sesama. 

Parfum bisa membuat penggunanya menjadi lebih respek kepada lingkungan dan membuat penggunanya menjadi memiliki karakter tersendiri. Sehingga dalam berinteraksi social, orang lain bisa lebih menghargai. ”Tentunya kita akan lebih respek dengan orang yang bersih, rapi, dan wangi. Kesan yang di dapat adalah jika kita menghargai diri kita sendiri orang lainpun akan menghargai kita,” paparnya saat dihubungi SINDO.

Parfum Point merupakan distributor parfum refill yang meniadakan batasan dari sisi target market. Semua segment dapat menggunakan produk ini. Golongan menengah ke atas maupun low end, tua maupun muda, pria maupun wanita. Karena itulah, kemungkinan mendapatkan keuntungan dari menjual parfum yang dijualnya menjadi lebih besar. Apalagi dari sisi harga, relative lebih rendah dari parfum asli. Parfum refill jauh lebih murah. Dari sisi kualitas dapat diandalkan. ”Parfum refill dapat dikemas dengan selera kita sendiri,” jelasnya.

Saat ini ada sekitar 300 jenis parfum lebih, dan modal awal memulai bisnis parfum sangat bervariasi tergantung dari berapa jenis parfum yang akan dijual. Karena itu ada baiknya terlebih dahulu memilih 30 jenis parfum yang paling diminati masyarakat. Modal awal untuk menjadi penjual eceran dengan membeli 30 jenis parfum yang dijualnya antara Rp10 juta hingga Rp20 juta

Dia menjelaskan, dana tersebut dipergunakan untuk membeli berbagai kebutuhan. Sebut saja bibit Refill 30 jenis parfum dan kemasan kecil untuk memudahkan berjualan seharga Rp8 juta, dan tools Rp1,5 juta. Tools dipergunakan untuk menunjang proses bisnis. Dimana peralatan untuk inject refill seperti injector, alkohol dan botol-botol plastik maupun kaca sebagai media pengemasan agar parfum dapat dikemas sesuai kebutuhan.

Membuka usaha ini juga memerlukan dana untuk media promo Rp2 juta. Media promo diperlukan agar outlet yang dimiliki segera dikenal terget market. Promo bisa dilakukan melalui beberapa media, seperti Radio, pemasangan baliho, pamflet, web internet, sebar brosur. Sementara untuk sewa tempat dan outlet diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp3 juta.

Walaupun penting, namun dalam bisnis ini modal uang bukanlah segala-galanya dalam membuka bisnis ini. Yang paling utama adalah niat dan kemantapan hati untuk memulai bisnis dan menikmati setiap tantangan. Dengan begitu, segala masalah bisa dianggap sebagai tantangan agar otak kanan dan kiri selalu bekerja untuk merespon setiap persoalan yang timbul.

Pelaku usaha juga harus rajin belajar mengenai berbagai produk parfum. Mulai dari jenis, wangi, harga, maupun peruntukannya. Dengan begitu, bukan hanya sekedar menjual parfum tetapi juga bisa menjadi konsultan bagi kustomer dalam memilih parfum.

Balik modal usaha ini sangat bervariasi karena tergantung pada modal, omset dan lokasi. Semakin besar modal awal yang dikeluarkan, tentu akan semakin lama balik modal. Tetapi berdasarkan pengalamannya, balik modal dalam usaha ini hanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan sampai 12 bulan. ” Bisnis parfum keuntungannya lumayan besar. Seperti bisnis makan. Sekitar 30% sampai dengan 50% bahkan lebih,” jelas dia.

Dia menjelaskan, segala upaya dalam marketing program sesungguhnya hanya membuat customer datang ke outlet dan membeli produk yang ditawarkan. Karena itulah,  diperlukan suatu pelayanan yang baik agar konsumen menjadi pelanggan tetap. Diantaranya dengan tetap fair atas apa yang diberikan, seperti transparasi dalam komposisi parfum.

Sementara owner Rumah Parfum Eillen Stephanie menjelaskan, memulai usaha parfum melalui tempatnya setidaknya membutuhkan modal awal sebesar Rp30 juta. Nilai tersebut masih bisa lebih rendah atau lebih mahal, tergantung dari banyaknya stok parfum yang dibutuhkan dalam memulai usaha.

Dia menambahkan, besarnya modal awal juga dipengaruhi lokasi penjualan. Semakin bagus lokasi, akan menyebabkan modal awal yang harus dikeluarkan bertambah tinggi. Misalkan saja, menjual parfum online relative lebih murah dibandingkan menjual parfum di mal. Karena sewa ruangan di mal relative lebih mahal.

Bila pilihannya membuka outlet, ada baiknya mengetahui selera masyarakat di sekitar outlet. Misalkan saja pada lingkungan pesantren, sebaiknya outlet tersebut menjual parfum yang menonjolkan parfum ibadah non alcohol. Sementara di lingkungan kampus, menonjolkan parfum branded dengan harga kompetitif.

Tapi sebenarnya, untuk menjual parfum dalam skala kecil. Masyarakat hanya membutuhkan dana awal kurang dari Rp2 juta saja. Dana tersebut untuk membeli beberapa jenis parfum yang sedang menjadi tren. ”Dengan modal sebesar itu, masyarakat yang membeli sejumlah parfum di tempat saya bisa mendapatkan untung lebih dari 10%,” jelasnya. Rumah Parfum merupakan yang menjual berbagai jenis miniatur parfum-parfum terkenal secara online.

Dia memperkirakan balik modal dalam membuka usaha parfum membutuhkan waktu antara delapan bulan hingga sembilan bulan. Lamanya waktu balik modal dalam bisnis ini sangat dipengaruhi besarnya modal awal yang dikeluarkan dan lokasi untuk bisnis tersebut.

Kendati begitu ada baiknya sebelum memulai usaha masyarakat harus terlebih dahulu mengenal berbagai jenis wangi parfum. Sebab biasanya masyarakat awam hampir selalu bertanya apakah wangi parfum yang akan dibeli cocok untuk mereka. ”Kalau sampai tidak kenal, tentu menimbulkan citra negatif dari pembeli,” terangnya. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 2, 2008 in wealth management

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: