RSS

Pengembang Tawarkan Unit Baru, Indent dan Ready Stock

02 Nov

Real Estat Ekspo 2008 yang digelar sejak 25 Oktober hingga 2 November mendatang diadakan pada saat sector property dianggap kurang kondusif. Kondisi tersebut diakibatkan naiknya harga BBM dan fluktuatifnya harga minyak dunia. Belum lagi ditambah dengan krisis financial global yang mengguncang dunia akibat kredit macet sector property di Amerika Serikat.
Meskipun dampaknya belum berpengaruh besar terhadap ekonomi Indonesia secara makro. Namun krisis global tersebut harus tetap diantisipasi agar perekonomian Indonesia tidak terjerembab seperti beberapa tahun lalu. Dari sisi property, antisipati tersebut penting dilakukan agar menumbuhkan kepercayaan dunia usaha dalam mengambil kebijakaan strategis.
Salah satunya adalah melalui real estat ekspo 2008. Ikut serta dalam real estat ekspo bisa jadi merupakan langkah yang ditempuh pengembang sebagai upaya membuka dan menciptakan peluang-peluang usaha bagi anggota. Apalagi biasanya dalam ekspo tersebut DPP REI melakukan sinergi mutualisme dengan seluruh stake holder.
Melalui acara tersebut, umumnya pengembang lebih memusatkan perhatian mendapat pesanan dalam jumlah banyak daripada penjualan ritel. Apalagi ada kecenderungan minat masyarakat membeli rumah tidak pernah pudar. Baik untuk ditempati ataupun investasi. Tidak heran kalau setiap pameran perumahan, masyarakat selalu berupaya mengambil brosur kawasan perumahan yang paling memungkinkan di beli.
Dalam pameran biasanya pengembang menawarkan unit rumah yang sudah jadi, sedang dibangun atau indent. Sedangkan yang benar-benar baru di pasarkan jumlahnya relative sedikit. Ini karena kebanyakan pengembang masih focus menjual sisa unit dari klaster yang sudah dipasarkan sebelumnya. Terutama akibat kenaikan harga kontruksi dan bahan bakar minyak yang terjadi beberapa waktu lalu.
Direktur Pemasaran PT Albros Sawangan Village Development, Syamsul Bahri, mengatakan pada Real Estat Ekspo 2008 ini, pihaknya menawarkan unit rumah indent. REncananya dalam beberapa pecan ke depan pihaknya baru mulai membangun 150 unit rumah di kawasan Sawangan Village. ”Ini kawasan perumahan baru. Jadi belum ada yang dibangun,” terangnya di sela-sela real estat Ekspo, Sabtu (25/10).
Unit rumah yang sedang ditawarkan pihaknya berkisar dari Rp140 jutaan atau tipe 30/72. Unit yang lebih besar adalah terdapat pada klaster Palmara, yakni seharga Rp217 juta dengan tipe 45/120. Dia menyebutkan, kawasan perumahan tersebut mempergunakan system kluster sehingga keamanan penghuni menjadi lebih terjamin.
Walaupun pemain baru di Depok, namun dia memiliki keyakinan kawasan perumahan yang sedang dikembangkan perusahaannya tidak kalah bersaing dengan perumahan lainnya di Depok. Salah satunya adalah kontur Sawangan Village yang sedikit berbukit dan tentunya terbebas dari banjir. Sehingga menjadikan kawasan ini cocok untuk dijadikan tempat tinggal.
Kontur yang berbukit-bukit itu kemudian dimanfaatkan untuk memadukan konsep hunian dengan lingkungan yang mengutamakan penghijauan. Sehingga keselarasan antara manusia dengan alam akan tercipta. Selain itu, dengan kondisi tanah yang berbukit membuat calon pembeli dapat menikmati panorama alam yang indah dan segar.
Syamsul juga menjamin lokasi perumahannya sangat strategis. Lokasinya hanya berjarak satu kilometer dari Jalan Tol Cinere-Depok yang akan dibuka dalam waktu dekat ini. Karena itulah, masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan akses ke Jakarta bila memilih tinggal di kawasan yang memiliki luas 30 hektare itu. ”Mungkin hanya membutuhkan waktu 50 menit untuk menuju Jalan Sudirman,” terangnya.
Kelebihan lainnya, tambah dia, Sawangan Village tidak terlalu jauh dengan tempat wisata religius yang terkenal di Depok, yakni Masjid Kubah Emas. Itu mengartikan, kawasan perumahan yang tengah dikembangkan pihaknya memiliki nilai investasi yang cukup strategis.
Kawasan perumahan lain yang juga mengikuti Real Estat Ekspo 2008 adalah Mahkota Simprug. Perumahan ini terletak di Selatan Jakarta, tepatnya di Jalan Cipto Mangunkusumo Ciledug, Tangerang. Dalam kesempatan tersebut, pengembang Mahkota Simprug memasarkan unit ready stock, dalam proses bangun serta indent.
Menurut administrasi marketing Mahkota Simprug, Johana, harga unit rumah yang ditawarkan dalam Real Estate Eskpo mulai dari Rp230 jutaan hingga Rp500 jutaan. Unit rumah seharga Rp230 jutaan adalah tipe Gelatik 2 dengan luas 39/104. Type Gelatik adalah unit indent dalam beberapa bulan.
Dia mengklaim Mahkota Simprug merupakan perumahan terbaik di Selatan Jakarta. Pasalnya lingkungan perumahan yang telah dihuni sekitar 3500 kk ini cukup asri dan nyaman, ditambah lagi fasilitas yang tersedia relative lengkap. Sehingga kehidupan penghuni bisa lebih berkualitas. ”Tersedia berbagai tipe dengan rangka baja atap ringan,” jelasnya.
Bila kawasan perumahan lainnya berlomba-lomba mempergunakan system klaster, namun tidak demikian dengan Mahkota Simprug. Kawasan perumahan di Mahkota Simprug mempergunakan satu pintu keluar-masuk. Kendati begitu, Johana berkeyakinan keamanan penghuni di tempatnya tidak kalah dengan perumahan lain yang mempergunakan system klaster. Karena satuan keamanan bisa memperhatikan keluar-masuk kendaraan.
Sementara menurut salah satu staf pemasaran Kota Wisata, Stevanus, pihaknya juga tidak hanya menawarkan rumah baru dalam ekspo tersebut ini. Beberapa rumah lama yang belum habis terjual dan ikut ditawarkan dalam Real Estate Ekspo adalah tipe Ottawa. Harga yang ditawarkan pihaknya untuk tipe itu adalah Rp300 juta-an . ”Jumlahnya tidak banyak. Tipe Ottawa juga ada yang Rp400 juta-an, tapi rumah hoek,” terangnya.Tipe Ottawa dibangun pada 2007 lalu.
Tipe Ottawa memiliki arsitektur minimalis dan memiliki dua kamar tidur. Arsitektur minimalis dipilih karena mendapatkan respon positif dari masyarakat. Pada klaster tersebut, pihaknya menawarkan lingkungan hunian yang berbeda dan sangat cocok bagi masyarakat yang berjiwa ekspresif dan dinamis.
Klaster Ottawa sangat dekat dengan pusat kegiatan di perumahan Kota Wisata, Bogor. Bukan hanya itu, penghuni Ottawa juga akan sangat mudah mendatangi kampoeng wisata, food court dan fantasy island yang akan membuat kehidupan penghuni menjadi lebih nyaman dan berkelas.
Dia menjelaskan unit terbaru yang dikeluarkan Kota Wisata bernama Coatesville. Kluster yang baru dikeluarkan dua bulan lalu ini merupakan rumah dua lantai sebanyak 212 unit. Terdiri dari tujuh tipe seharga Rp600 jutaan hingga Rp1,7 miliar. Desainnya retrominimalis, yakni perpaduan modern minimalis dengan nuansa kolonial.
Dia mengatakan, harga rumah yang dibangun perusahaannya kemungkinan akan terus naik seiring dengan meningkatnya nilai property di kawasan perumahannya. Apalagi jarak antara kawasan perumahannya ke pusat Jakarta (jalan Sudirman), diperkirakan hanya akan menghabiskan waktu sekitar 45 menit.
Kota Wisata merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat sebagai tempat tinggal. Pasalnya fasilitas yang tersedia di Kota Wisata sangat lengkap. Mulai dari aktivitas ekonomi hingga berolahraga ataupun beribadah. Selain itu, kawasan hunian yang luasnya sekitar 750 hektar itu memiliki lingkungan yang bagus. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 2, 2008 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: