RSS

Manis Madunya, Manis Keuntungannya

07 Nov

Dalam sebuah agama menyebutkan, madu merupakan cairan yang paling banyak memiliki khasiat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Hal itu dibuktikan melalui penelitian modern yang menyebutkan madu mengandung bermacam logam, vitamin dan asam organik yang dapat merangsang lebih aktif pertumbuhan tubuh.
Pemanfaatan madu sebagai obat dapat digunakan dengan berbagai cara. Misalnya dengan menjadikannya sebagai campuran makanan atau minuman atau langsung diminum sebagai tonikum. Untuk kepentingan terapi, madu diakui sangat istimewa untuk penyembuhan penyakit gusi bengkak, sariawan, luka mulut, pening, luka menahun, infeksi kulit, dan luka bakar serta melindungi lambung dan usus dari penumpukan asam.
Dengan manfaat yang besar seperti itu, tidaklah heran kalau cukup banyak masyarakat yang beternak lebah penghasil madu. Walaupun banyak yang mencari, namun bukan berarti dalam bisnis ini tidak akan merugi. Kunci keberhasilan dalam usaha ternak lebah adalah ketekunan dan kepercayaan.
Menurut Dirut Madu Pramuka Wawan Darmawan, masyarakat yang berusaha pada pada lebah madu sama saja berupaya memperbaiki lingkungan. Satu hal yang harus diperhatikan agar bisnis lebah madu bisa berkembang adalah, harus tetap menjaga kelestarian lingkungan. ”Kita bisa berupaya menanam pohon,” tuturnya saat dihubungi SINDO.
Berinvestasi pada usaha ini juga mengartikan kalau masyarakat juga bisa membuka wisata alam. Karena untuk usaha ini, diperlukan pepohonan yang cukup banyak agar produksi madu bisa menjadi lebih maksimal. Dengan begitu, masyarakat bisa memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat wisata alam.
Potensi menjadi pelaku usaha lebah madu di Indonesia relatif masih terbuka karena pada saat ini jumlah madu yang berhasil dibudi dayakan baru mencapai 15 ribu ton/tahun. Disisi lain kebutuhan madu di Indonesia pada setiap tahunnya mencapai 100 ribu ton/tahun. Padahal sebenarnya potensi madu yang bisa dihasilkan di Indonesia mencapai 2,5 juta ton/tahun.
Darmawan yang juga ketua umum Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) ini mengaku, setidaknya ada tiga jenis lebah yang biasa dibudidayakan di Indonesia, yakni lebah eropa (apis millefera), lebah Indonesia (apis cerana) dan lebah liar (apis dorsata). Pada saat musim bunga, ke tiga jenis lebah ini bisa menghasilkan madu antara 6kg hingga 7kg setiap 10 hari perkotak lebah. Lebah budidaya (apis melifera dan cerana) berwarna cerah. Sedangkan madu yang dihasilkan lebah liar berwarna pekat. Satu sarang lebah liar dapat menghasilkan madu antara 20kg hingga 25kg dalam masa enam bulan.
Setelah mengenal dan memahami jenis lebah madu yang bisa dibudidayakan, masyarakat juga harus memiliki pengetahuan tentang madu. Bagi para pengelola lebah minimal harus bisa membedakan spesifikasi lebah ratu, lebah pekerja dan lebah pejantan. Hal itu dilakukan untuk mengontrol produktivitas lebah. Pengontrolan misalnya dilakukan dengan mengecek kondisi ratu dan tingkah laku ratu dalam bertelur. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya larva yang ada di sarang. Kalau larvanya banyak dan pertumbuhannya seragam berarti bagus dan lebah produktif.
Di sisi lain, lebah ratu yang baik akan meletakkan satu sel telur untuk satu sel sarang dan setiap sel-sel sarang yang kosong akan diisi sel-sel telur. Apabila dalam pemeriksaan koloni ditemukan satu sel sarang diisi lebih dari satu sel telur (2-3), hal ini menandakan ratu sudah tua atau ratu tidak ada (mati) sehingga harus diberikan ratu pengganti.
Dalam teknis budidayanya, tak perlu pusing dengan lahan sempit atau keterbatasan ruang. Lebah madu hanya memerlukan ”rumah” sederhana, kotak kayu ukuran 50 x 40 x 20 cm3 pun bisa menampung satu koloni lebah. Tempat khusus untuk lebah ini dinamakan stup yang dilengkapi dengan fram. ”Untuk bisa memulai bisnis lebah madu, hanya memerlukan lahan seluas 100 meter. Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah, dalam radius dua kilometer dari tempat berinvestasi harus tersedia banyak pepohonan,” paparnya.
Untuk memulai berusaha lebah madu minimal diperlukan 10 kotak lebah. Dana sebesar Rp10 juta dipergunakan untuk membangun koloni di sepuluh kotak lebah tersebut. Biasanya untuk bisa balik modal dalam usaha ini diperlukan waktu selama enam bulan. Setelah itu, investor sudah bisa mendapatkan laba. ”Satu kilogram seharga Rp30 ribu. Tinggal dikalikan berapa kilogram panen yang didapatkan perhari,” terangnya.
Selain itu dalam jangka waktu enam bulan, jumlah lebah di dalam kotak lebah akan bertambah antara 30% hingga 40%. Dengan begitu, pengusaha lebah bisa meningkatkan jumlah kotak lebah yang dimilikinya. Tentu hal itu akan berdampak pada jumlah lebah yang didapatkan pengusaha lebah madu.
Dia menjelaskan, hal itu tidak akan terjadi kalau investor tidak serius berusaha pada sektor ini. Sebab keseriusan merupakan kunci utama agar bisa berhasil dalam usaha ini. Walaupun sudah mengeluarkan banyak uang, namun kalau tidak serius, mustahil bagi siapapun untuk berinvestasi pada usaha ini.
Sementara peternak lebah madu lainnya Daryanto mengaku tertarik berinvestasi pada lebah madu karena khasiat yang terkandung pada madu. Daryanto mulai beternak madu pada 1995 lalu. Sejak awal Daryanto sudah sangat optimis usaha yang digelutinya mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat.
Selain membutuhkan dana yang relative sedikit, ternak lebah madu juga ramah lingkungan. Produknya pun akan terus menjadi buruan. Alasannya, masyarakat cenderung memilih food suplement yang natural dari pada bentuk kimiawi yang lekat dengan efek samping.
Pemilik ternak peternakan ini tidak perlu secara rutin memberikan makan kepada lebah yang diternakannya. Dengan sendirinya lebah akan mencari makan sendiri. Makanan atau sari bunga akan diperoleh dari berbagai jenis pepohonan dalam radius dua kilo meter dari tempat peternakan lebah.
Selain madu, lebah masih menghasilkan royal jelly, bee pollen, lilin, dan propolis. Propolis yang mengandung antibiotik adalah getah pohon yang ikut diambil lebah. Menurut penelitian, antibiotik jenis ini kualitasnya sama seperti yang terkandung dalam penisilin. Harganya pun tergolong mahal.
Modal yang diperlukan dalam beternak lebah madu adalah pengetahuan dasar dalam beternak lebah madu, investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.
Kunci keberhasilan dalam usaha ini adalah menjaga kepercayaan dari pelanggan. Yaitu, menjaga kualitas madu jangan sampai tergoda mencari keuntungan sesaat dengan mencampur zat lain. Bahkan untuk menjaga kesan itu, jika suatu saat stok madunya habis sedangkan pesanan banyak yang belum terpenuhi, dia bersedia membeli dari pengusaha lain. Tentu dengan catatan, madu yang akan dibeli masih di dalam kotak. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 7, 2008 in wealth management

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: