RSS

Banyak Konsep, Strategi Bisnis Pengembang Perumahan

13 Nov

Tingginya jumlah unit rumah yang dikeluarkan pengembang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, membuat pengembang berusaha untuk mengembangkan strategi dalam memasarkan unit-unitnya. Beberapa strategi yang diambil pengembang diantaranya adalah meningkatkan fasilitas perbelanjaan, sekolah dan juga akses tol langsung.
Selain itu, beberapa perumahan besar juga terus mengembangkan konsep baru terhadap klaster yang sedang dibangun, dengan menerapkan konsep-konsep yang sedang menjadi tren di masyarakat. Misalkan saja, dengan lebih banyak menyediakan ruang terbuka hijau di klaster yang dibangun. Semua itu dimaksudkan sebagai strategi pemasaran menarik calon pembeli.
Senior Manager bagian Riset Procon Indah Prasetyo Indroharto, menjelaskan, hanya kawasan perumahan yang memiliki lahan luas saja yang bisa membangun beberapa konsep perumahan. Beberapa perumahan tersebut diantaranya adalah, Kemang Pratama, Bumi Serpong Damai, Summarecon Serpong, Bintaro Jaya dan Paramount Serpong.
Pengembang yang tidak memiliki areal luas tidak mungkin membangun banyak konsep. Pasalnya untuk mengembangkan satu klaster saja, minimal lahan yang diperlukan pengembang adalah 10 hektar. Apalagi biasanya dalam membangun satu klaster, pengembang biasanya juga membangun fasilitas yang peruntukannya dikhususkan kepada penghuni klaster.
Pengembang sengaja membuat rumah lebih dari satu konsep untuk menangkap pasar yang tidak tergarap sebelumnya. Sebab pada kenyataannya, tidak semua masyarakat menyukai konsep yang sedang menjadi tren. ”Sekarang ini sedang ngetren rumah dengan arsitektur minimalis. Namun begitu, bukan berarti semua masyarakat menyukai rumah dengan arsitektur minimalis,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Dia menjelaskan, berbagai konsep klaster yang dikembangkan pengembang juga dimaksudkan menjaga agar kawasan perumahan yang dibangun tidak ketinggalan zaman. Pasalnya hampir lima tahun sekali, tren property mengalami perubahan. Kalau pengembang tidak meng up date proyeknya, bukan tidak mungkin kawasan perumahan tersebut diacuhkan calon konsumen.
Dia menceritakan, pada akhir 90-an, sejumlah perumahan di Jabodetabek membangun rumah dengan konsep tematik Eropa. Namun seiring dengan terus berkembangnya tren properti, konsep seperti itu mulai ditinggalkan. Pasalnya pengembang dan calon konsumen telah beralih pada konsep minimalis.
Sejak beberapa tahun belakangan sejumlah pengembang juga mengembangkan beberapa klaster perumahan yang memiliki konsep di luar persoalan arsitektur. Misalkan saja, konsep hijau, smarthome ataupun eco friendly. Tapi biasanya, semua konsep tersebut dikaitkan pada pangsa pasar dari kawasan perumahan yang dibangun pengembang.
Pasalnya, semua konsep perumahan yang dibangun pengembang cukup membawa pengaruh pada harga unit rumah yang ditawarkan pengembang. Lihat saja, untuk membuat rumah dengan konsep smarthome, pengembang harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Sehingga, harga rumah yang ditawarkan pun terkerek naik.
Dalam mengembangkan proyek perumahannya, pengembang harus terus memperhatikan tren property yang sedang berlangsung. Sekaligus mengeluarkan berbagai ide-ide baru dan merealisasikannya dalam bentuk proyek. Semakin inovatif ide yang ditelurkan pengembang, tentunya akan menyebabkan pengembang semakin dikenal masyarakat.
Secara umum, jelas pengamat properti Ali Tranghada, semua klaster yang dibangun kawasan perumahan memiliki konsep yang sama, yakni sama-sama memiliki genteng ataupun tembok. Satu hal yang membedakan antara satu kawasan perumahan dengan lainnya adalah diversifikasi nya.
Setiap pengembang mencoba membuat diversifikasi produk yang dikembangkan karena ingin mengikuti tren pasar. Sehingga, pengembang bisa mencari pasar yang lebih luas. Ini artinya, peluang pengembang untuk segera menjual produk yang bangun atau dikembangkan menjadi lebih besar.
Melihat celah pasar merupakan salah satu upaya pengembang agar bisa bersaing dengan pengembang lain. Tidak heran kalau dalam setiap membangun proyeknya, pengembang selalu berupaya selalu ada yang baru pada kawasan perumahan yang dibangunnya. Sehingga masyarakat selalu menunggu proyek yang diluncurkan pengembang.
Dia menjelaskan, perkembangan trend perumahan pada saat ini mengarah pada konsep go green. Konsep seperti itu dianggap meniscayakan penghuni kawasan perumahan mendapatkan suasana lebih hijau. Sekaligus mendapatkan ruang terbuka yang lebih luas dibandingkan kawasan lainnya. Sehingga kualitas udara yang didapatkan penghuni menjadi lebih baik. Karena itulah, konsep ramah lingkungan menjadi jualan utama untuk mendongkrak daya tarik proyek properti. Di sisi lain, produk properti yang mengusung konsep ramah lingkungan terbukti lebih mampu menyedot minat konsumen. Maklumlah, masyarakat sudah makin menyadari makna penting lingkungan berkualitas tinggi
Sayangnya, tuturnya, konsep hijau yang banyak dikembangkan pengembang pada beberapa tahun terakhir hanya terletak pada kulitnya saja. Misalkan saja, memperbanyak menanam pepohonan atau membangun kawasan perumahan di landscape yang berbukit-bukit. Padahal sebenarnya, konsep hijau memiliki makna yang cukup luas, misalkan saja hemat energi atau mengelola sampah kawasan perumahan menjadi lebih baik.
Dia memperkirakan, arsitektur minimalis merupakan konsep lain yang kemungkinan masih menjadi tren hingga beberapa tahun ke depan. Hanya saja dalam perkembangannya nanti, arsitektur minimalis yang dibangun tidak lagi murni seperti sekarang. Melainkan telah digabungkan dengan arsitektur lain, misalkan saja mediterania.
Diversifikasi konsep klaster perumahan yang dilakukan pengembang tidak ada kaitannya dengan tingkat daya beli masyarakat. Karena menurutnya hal itu murni untuk kepentingan pengembang. Lagi pula biasanya, masyarakat menengah ke atas tidak terlalu mempersoalkan harga rumah yang ditawarkan pengembang. ”Kalau sesuai dengan keinginan. Berapapun harga yang ditawarkan pengembang tetap akan dibeli,” paparnya.
Sementara, Pengamat property dari Prolease Property Consultant Suwito Santoso menjelaskan, diversifikasi yang dilakukan pengembang semata-mata memiliki tujuan bisnis. Semakin banyak melakukan diversifikasi, kemungkinan pengembang mendapatkan keuntungan akan semakin besar.
Diversifikasi merupakan sebuah strategi investasi yang biasa dilakukan pengembang dengan membangun beberapa jenis klaster dengan konsep yang berbeda dengan tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Strategi ini biasa disebut dengan alokasi aset (asset allocation).
Dalam melakukan diversifikasi, biasanya pengembang terlebih dahulu memperhatikan perkembangan property di luar dirinya. Baik yang sedang terjadi di luar negeri ataupun di dalam negeri. Khusus luar negeri, pengembang Indonesia kerap mengambil contoh konsep yang sedang menjadi tren di Amerika Serikat (AS). ”Contohnya Alam Sutera. Pada saat pertama kali diluncurkan betul-betul mirip dengan salah satu kawasan perumahan di AS,” terangnya.
AS dipilih karena kawasan perumahannya sama-sama memiliki lahan yang luas. Serta, sama-sama landed house. Tidak heran kalau sejumlah pengembang di Indonesia banyak membangun boulevard cukup luas di kawasan perumahan yang sedang dikembangkan. Boulevard juga banyak dibangun pengembang di AS.
Konsep lain yang juga diadaptasi sejumlah pengembang nasional dalam membangun kawasan huniannya juga terlihat dari semakin banyaknya pengembang yang membangun rumah dengan konsep hijau. Konsep tersebut pertama kali dikeluarkan oleh pengembang di luar negeri sebagai bentuk kepedulian kawasan perumahan dalam mengurangi kerusakan bumi.
Hal yang dilakukan pengembang terhadap kawasan perumahaannya ternyata mendapatkan respon positif dari masyarakat. Akibatnya pengembang menjadi lebih terpacu untuk mengeluarkan berbagai produk baru. Sehingga tidak heran, ada kesan antara pengembang telah terjadi ‘perang’ konsep dalam membangun kawasan perumahannya. (Seputar Indonesia)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 13, 2008 in properti

 

One response to “Banyak Konsep, Strategi Bisnis Pengembang Perumahan

  1. yunus

    Februari 10, 2011 at 13:50 p02

    bagus sekali konsepnya, tapi saya ingin konsep yang detail untuk type rumah sangat sederhana di kawasan yang perkapitanya rendah. please tolong

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: