RSS

Lapangan Golf Bukan Lagi Simbol Kemapanan

13 Nov

Yayat Supriatna, dosen planologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti
Disarikan dari wawancara

Pada periode 1990-an, sejumlah pengembang besar membangun lapangan golf pada kawasan perumahan yang mereka bangun. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat berkantong tebal tinggal di kawasan perumahan yang sedang dibangun pengembang. Pada saat itu, pengembang masih beranggapan lapangan golf dalam kawasan perumahan merupakan sebuah symbol kemapanan golongan masyarakat.
Namun dalam perkembangan selanjutnya, sedikit demi sedikit symbol tersebut tergerus akibat pergeseran gaya hidup masyarakat. Lapangan golf tidak lagi menjadi satu-satunya symbol kemapanan. Indikasinya terlihat dari pembangunan beberapa fasilitas lain yang tidak kalah menguntungkan pengembang, seperti pusat perbelanjaan.
Seiring dengan itu, jumlah pengembang yang membangun lapangan golf pada kawasan perumahanpun terus berkurang. Kendati begitu, bukan berarti peranan lapangan golf bagi pertumbuhan kawasan perumahan juga berkurang. Buktinya, jumlah masyarakat yang memiliki keinginan tinggal di dekat lapangan golf tidak pernah surut.
Minimnya penawaran sementara permintaan tinggi mengakibatkan harga rumah yang lokasinya terintegrasi pada lapangan golf cenderung tinggi. Bahkan, hanya dalam beberapa bulan harganya bisa melonjak lebih dari empat kali lipat. Ini terjadi karena golongan masyarakat atas masih beranggapan memiliki rumah yang terintegrasi dengan lapangan golf memiliki prestise yang lebih tinggi.
Selain itu, kawasan perumahaan yang membangun lapangan golf pun sudah semakin jauh dari Jakarta seperti Bogor. Ini karena untuk membangun lapangan golf dibutuhkan lahan yang luas. Padahal lahan yang tersedia di dekat Jakarta sudah semakin sempit. Kalaupun ada, harganya relative mahal. Akibatnya, nilai jual rumah yang dibangun pengembang relative lebih mahal dibandingkan perumahan lain.
Menurut saya, kalaupun memiliki fasilitas lapangan golf masih memiliki makna prestise, tapi tidak lagi seperti dulu yang cenderung lebih ke arah konsumerisme. Pada saat ini, nilai prestise memiliki rumah yang terintegrasi dengan lapangan golf dikaitkan dengan view yang didapatkan penghuni rumah tersebut. View lapangan golf dianggap menarik karena sebagian besar terdiri dari rumput yang terawat rapi dan tentunya plus pepohonan yang rindang. Nilai prestise akan bertambah kalau landscape lapangan golf yang dibangun pengembang memiliki kontur berbukit-bukit.
Dengan menjual view seperti itu, pengembang bisa mendapatkan keuntungan yang relative besar dari penjualan rumah. Ini karena harga rumah yang ditawarkan akan beberapa kali lebih mahal dibandingkan rumah serupa di kawasan perumahan konvensional. Dengan begitu, semakin terlihat jelas kalau keberadaan lapangan golf telah menjadi sarana untuk mendongkrak nilai jual rumah.
Selain itu, lapangan golf yang dibangun pengembang juga bermanfaat untuk menjadi ‘mesin’ uang baru baru pengembang. Karena biasanya, sebelum bisa memanfaatkan lapangan golf tersebut, masyarakat harus terlebih dahulu menjadi member. Ini artinya, masyarakat harus mengeluarkan sejumlah uang agar bisa menjadi anggota dan mempergunakan fasilitas tersebut.
Semakin banyak member yang terdaftar, tentu akan mengutungkan pengembang. Sebab itu artinya, jumlah masyarakat yang mengunjungi kawasan perumahan akan semakin banyak. Sebagian besar dari mereka berasal dari kelas menengah atas, sehingga membuka peluang untuk meningkatkan angka penjualan rumah yang sedang dibangun pengembang.
Biasanya, rumah yang terintegrasi langsung dengan lapangan golf relative sangat sedikit. Ini dilakukan untuk mencegah terganggunya pengguna lapangan golf ataupun penghuni rumah. Karena itulah, sebagian besar pemilik rumah tersebut bukan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal utama sebab jumlah masyarakat yang tinggal relative sedikit.
Selain itu, banyak juga penghuni yang menjadikan rumah tersebut sebagai tempat berinvestasi. Itu sangat wajar terjadi karena memang pergerakan harga rumah yang terintegrasi langsung dengan lapangan golf relative lebih cepat dibandingkan perumahan biasa saja. ***
(Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 13, 2008 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: