RSS

Investasi Tepat Hasil Optimal

28 Nov

Untuk mengawali proses investasi reksa dana, investor harus mampu menentukan produk reksadana yang tepat untuk investasinya. Pilihan produk yang tepat akan memberi keuntungan maksimal, seperti diharapkan. Tidak mudah tentunya, namun sangat mungkin dilakukan. Memilih produk reksadana yang tepat, memerlukan kecermatan dan kejelian.

Satu hal yang utama adalah investor harus tahu apa tujuannya berinvestasi. Dari poin itu, maka akan mudah langkah yang ditempuh untuk mendapatkan produk optimal.

“Sebaiknya tetapkan dulu tujuan investasinya. Tetapkan untuk apa investasi itu dilakukan. Dengan begitu investasi akan optimal,” jelas Perencana Keuangan, Safir Senduk.

Dalam reksadana, Investor harus membaca prospektus dan mengerti isinya. Prospektus menjadi panduan yang memberi berbagai informasi penting tentang reksa dana tersebut. Beberapa informasi penting yang terdapat dalam prospektus, antara lain : tujuan investasi, resiko investasi, hak investor dan biaya reksadana.

Untuk tujuan investasi ini berkaitan dengan jenis reksa dana. Misalnya, Reksa Dana Pasar Uang bertujuan untuk menjaga nilai kapital. Reksa Dana Pendapatan Tetap dan beberapa Reksa Dana Campuran bertujuan untuk memperoleh pendapatan tetap. Sedangkan Reksa Dana Saham maupun Reksa Dana Campuran (yang berorientasi pertumbuhan) bertujuan untuk membuat pertumbuhan jangka panjang. Investor harus tahu tujuan investasinya. Pilih mana produk yang memang sesuai dengan tujuan tersebut.

Berikutnya adalah risiko investasi. Ada dua macam risiko yang bisa terjadi, yaitu risiko kerugian (turunnya nilai NAB), dan risiko likuiditas (lama atau tidak bisa dijualnya kembali unit penyertaan yang dimiliki investor). Investor harus paham segala resiko yang akan dihadapinya. Dengan mengenali resiko tersebut, investor akan bisa menentukan seberapa besar kemampuannya dalam menghadapi resiko. Dari situ, dia kan menentukan pilihan berinvestasi.

Berikutnya ada hak investor. Ada beberapa hak yang dimiliki investor. Misalnya, mendapatkan bukti kepemilikan unit penyertaan. Menjual kembali sebagian atau seluruh unit penyertaan yang dimiliki. Memperoleh pembagian uang tunai. Memperoleh laporan atau informasi tentang reksa dana. Memperoleh hak pembagian harta dalam hal reksa dana dilikuidasi.

Lalu, ada biaya reksa dana. Ada tiga macam biaya dalam reksa dana. Yaitu, biaya yang menjadi beban investor, beban manajer investasi, dan beban reksa dana sendiri. Biaya yang menjadi beban investor dapat berupa biaya pembelian (selling fee), biaya penjualan kembali (redemption fee), dan biaya pengalihan (switching fee).

Setelah itu, cermati jenis reksadana berdasarkan instrument investasinya. Pada saat ini, tabungan dan deposito memberikan bunga yang rendah. Dengan berinvestasi di reksa dana, investor akan mendapatkan hasil investasi yang lebih tinggi dari tabungan, atau deposito. Seberapa besar hasil investasi yang akan diperoleh, tergantung dari reksa dana yang dipilih. Itu tergantung dari seberapa besar risiko yang berani diambil oleh investor.

Menurut besarnya potensi tingginya hasil investasi, dan berarti juga besarnya risiko yang bisa terjadi,

Urutan mengenai resiko tersebut, dari yang tertinggi ke terendah, yaitu : Reksa Dana Saham, Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang.

Reksa Dana Saham bisa memberikan hasil investasi yang tertinggi. “Risikonya, Reksa Dana Saham yang dibeli, memiliki hasil investasi yang bisa negatif,” ujar Safir.

Dalam memilih reksa dana, faktor jangka waktu investasi (time horizon) juga sangat menentukan. Apakah dana yang akan dinvestasikan merupakan dana yang bersifat jangka pendek, menengah, atau panjang.

Misalnya, jika dana tersebut merupakan dana lebih, yang tidak akan terpakai dalam waktu lama, berarti dana tersebut bersifat jangka panjang. Sebaliknya, jika dana tersebut mempunyai kemungkinan akan digunakan dalam waktu dekat, berarti dana tersebut bersifat jangka pendek.

Produk Reksa Dana Pasar Uang merupakan produk yang cocok untuk dana yang bersifat jangka pendek. Dananya dilindungi, sehingga nilainya (NAB) stabil. Produk ini mirip deposito atau tabungan.

Investor bisa menarik dana tersebut kapan saja diperlukan, tanpa kena denda. Tetapi, jika menempatkan dana di reksa dana ini terlalu lama, investor bisa kehilangan peluang hasil investasi yang lebih tinggi. Karena, reksa dana ini menghasilkan tingkat hasil investasi yang paling rendah.

Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Campuran (yang bersifat lebih condong ke pendapatan tetap), sesuai untuk dana yang bersifat jangka menengah. Reksa Dana jenis ini mempunyai NAB yang relatif stabil, sehingga tepat untuk jangka menengah. Jika investor membutuhkan dana tersebut pada jangka waktu menengah (di atas 1 tahun), kemungkinan besar keuntungan tinggi.

Jika berinvestasi di reksa dana ini untuk jangka waktu pendek, investor punya risiko kerugian. Artinya, pada saat dana ditarik, ada kemungkinan reksa dana tersebut mempunyai nilai (NAB) yang lebih rendah dari nilai awalnya.

Jika investor berinvestasi di reksa dana jenis ini dalam waktu yang lama, hasil investasi tidak maksimal.

Sementara Reksa Dana Saham atau Campuran (yang lebih bersifat pertumbuhan). Jenis ini untuk dana yang bersifat jangka panjang. Jika dana jangka pendek yang digunakan untuk investasi di reksa dana saham, investor berhadapan dengan risiko kerugian yang bisa bernilai besar.

Dalam pemilihan jenis reksa dana ini, sebaiknya, investor harus mengingat keseluruhan portofolio investasi yang dipunyai. Secara keseluruhan, portofolio yang dipunyai harus sesuai dengan toleransi risiko. Ini penting untuk melihat berapa alokasi aset yang dimiliki. Berapa besar persentase untuk investasi yang berisiko rendah, dan berapa persen yang seimbang. Serta berapa persen aset yang bersifat berkembang atau bertumbuh (berisiko tinggi).

Misalnya, jika investor mempunyai toleransi risiko yang rendah, alokasikan 30% dana ke dalam tabungan, deposito dan Reksa Dana Pasar Uang (cash). Lalu, sebesar 45% ke dalam Reksa Dana Pendapatan Tetap. Serta 25% ke dalam Reksa Dana Campuran, Reksa Dana Saham dan/atau Saham Blue Chips. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2008 in wealth management

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: