RSS

Alam Indah, Jualan Pengembang

11 Des

Tak seorangpun yang meragukan potensi keindahan alam Indonesia. Danau yang terhampar luas di tengah daratan, sungai yang membelah daratan hingga lautan yang luasnya diperkirakan melebihi daratan Indonesia. Potensi alam yang kasat mata seperti itu, ternyata dapat dijadikan sebagai potensi yang sangat bernilai di dunia properti.
Tidak semua danau pada kawasan perumahan merupakan danau alami. Kalaupun ada danau alami, jumlahnya bisa dihitung jari. Karena sebenarnya beberapa pengembang sengaja membangun danau buatan untuk kepentingan penghuni kawasan perumahan. Misalkan saja sebagai tempat penampungan air.
Namun belakangan pengembang menyadari danau buatan yang dibangunnya dapat bernilai tinggi bagi kawasan perumahan yang dikembangkan. Apalagi tidak semua pengembang memiliki view danau. Pengembang tinggal memberikan beberapa sentuhan agar danau tersebut benar-benar memiliki nilai jual.
Menurut Manager Riset Jones Lang LaSalle Anton Sitorus, mengembangkan unit hunian dengan view alam merupakan cara yang tepat untuk menarik masyarakat membeli rumah dalam kawasan perumahan. Apalagi masyarakat dunia tengah berlomba-lomba tinggal di kawasan perumahan bernuansa alam.
Pengembang juga menyadari kalau tidak semua pengembang berani membangun danau buatan ataupun mempunyai danau alami dalam kawasan perumahan yang sedang dikembangkan. Apalagi untuk membangun danau buatan pengembang harus rela ‘membuang’ beberapa hektar lahan yang dikembangkan. ”Padahal kalau lahan tersebut di jadikan rumah. Pengembang pasti akan banyak mendapatkan keuntungan,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Apalagi biasanya, pengembang tidak hanya memberikan suasana danau saja kepada penghuni. Karena biasanya pengembang juga membangun taman di sekitar danau. Bahkan ada juga pengembang yang membuatkan perahu agar penghuni bisa lebih menikmati indahnya danau dari atas perahu.
Semua itu diberikan pengembang agar penghuni benar-benar bisa lebih menghayati sekaligus merasakan tinggal di tengah alam. Sehingga penghuni bisa lebih kerasan tinggal di rumahnya. Apalagi setelah lima hari menghadapi keruwetan bekerja dan kemacetan lalu lintas.
Tidak heran kalau harga unit rumah yang ditawarkan pengembang pada view danau relative lebih mahal dibandingkan unit rumah di lokasi biasa. Apalagi biasanya unit hunian yang dikembangkan pengembang pada view danau atau menghadap danau langsung tanpa ada halangan bangunan lain jumlahnya relative terbatas.
Biasanya hanya kawasan perumahan berskala kota saja yang berani membangun kawasan perumahan seperti itu. Ini karena kawasan perumahan seperti itu membutuhkan danau untuk menjamin kebutuhan air penghuni yang tinggal di kawasan perumahan tersebut. ”Jadi sebenarnya danau tersebut memiliki fungsi ganda. Bukan hanya untuk mempercantik kawasan perumahannya. Tapi juga untuk menjamin ketersediaan air,” terangnya.
Pengembang menyadari tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan air penghuni kawasan perumahan tanpa melakukan sesuatu. Karena itu, pengembang sengaja membangun beberapa danau buatan ataupun memanfaatkan danau alam yang telah ada agar kawasan hunian yang dikembangkan penghuni tidak kekurangan air. Untuk melakukan itu, tentunya pengembang mengeluarkan investasi yang tidak sedikit. Apalagi biasanya pengembang juga harus menjaga agar ketersediaan air di danau tersebut tidak boleh berkurang significant.
Pengamat planologi dari Universitas Indonesia (UI) TEguh Utomo menjelaskan, pengembang yang membangun kawasan perumahan dengan menjadikan danau sebagai view-nya, biasanya ingin dilihat sebagai pengembang yang peduli lingkungan. Karena untuk menjual danau, khususnya alami, sebagai kawasan perumahan. Pengembang harus mengeluarkan investasi yang tidak sedikit.
Salah satu investasi yang dilakukan adalah menjaga agar danau tersebut tidak rusak karena dipergunakan untuk kepentingan umum. Karena itulah, menurut penilaiannya, pengembang yang melakukan itu bertujuan untuk menjual image alam ke masyarakat. ”Pengembang sudah semakin pintar dalam memasarkan kawasan perumahannya. Semua potensi yang dimiliki akan dipergunakan untuk menarik minat masyarakat,” terangnya.
Apalagi pada saat ini, di seluruh dunia tengah dikampanyekan hidup di tengah alam hijau. Masyarakat dunia berlomba-lomba sedekat mungkin bisa tinggal di kawasan perumahan yang sangat peduli dengan alam. Masyarakat dunia menyadari, efek rumah kaca sangat mempengaruhi ozon di dunia, sehingga menyebabkan dunia semakin panas. Karena itulah, tinggal di kawasan perumahan yang alami dan asri menjadi salah satu jawaban untuk semua itu.
Namun begitu, Teguh menilai positif hal itu. Karena apapun alasan pengembang, hal itu memang cukup membawa pengaruh yang significant bagi lingkungan hidup. Sebagai contoh, pengembang tidak lagi mengurug situ kecil yang terdapat di kawasan perumahannya. Situ tersebut malah diperbaiki dan diperindah untuk meningkatkan nilai jual kawasan perumahan yang dibangun pengembang.
Biasanya, ide yang dimiliki kawasan perumahan untuk ‘menjual’ danau berasal dari melihat kondisi di luar negeri ataupun pengembang lainnya. Tentunya pengembang berharap hal itu akan membawa dampak positif bagi kawasan perumahan yang sedang dikembangkannya. ”Tentunya hal itu juga membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Bahkan sekarang, sejumlah pengembang ada yang sengaja membangun danau buatan untuk menampung air hujan. Air yang terkumpul akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Setelah dipergunakan penghuni, air tersebut akan kembali di olah dan kemudian kembali dialirkan ke danau buatan. Dengan begitu, kebutuhan air bagi penghuni menjadi lebih terjamin.
Sementara Anggota DPP Ikatan Ahli Perencana (IAP) Hendricus Andy Simarmata, menjelaskan, pengembang sangat menyadari masyarakat Indonesia memiliki ‘kultur’ ingin selalu dekat dengan air. Ini karena air merupakan kebutuhan utama masyarakat untuk bisa hidup. ”Mungkin hampir semua masyarakat Indonesia suka melihat air, atau senang tinggal di rumah yang dekat dengan air,” tuturnya.
Tidak heran kalau kemudian, sejumlah pengembang mencoba memanfaatkan kultur tersebut dalam mengembangkan kawasan perumahan yang dimilikinya. Hal itu semakin lengkap dengan adanya himbauan moral dari masyarakat dunia agar pengembang membangun kawasan perumahan yang pro terhadap lingkungan. Bahkan kalau bisa mendekatkan masyarakat agar tinggal di dekat alam.
Tentu pengembang tidak hanya mengembangkan danau di kawasan perumahan tersebut. Pengembang juga harus membangun sarana lain agar danau yang dibangun atau dikembangkan menjadi lebih bermakna. Misalkan saja membangun taman dipinggir danau atau fasilitas olahraga.
Dengan begitu, nilai property yang dikembangkan pengembang bias lebih tinggi dibandingkan kawasan perumahan lain. Apalagi kalau danau tersebut menjadi halaman belakang rumah yang dibangun pengembang. Tentunya penghuni akan merasa lebih nyaman tinggal di kawasan perumahan tersebut. (Seputar Indonesiah)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 11, 2008 in properti

 

One response to “Alam Indah, Jualan Pengembang

  1. edwin

    Desember 15, 2008 at 13:50 p12

    Malam pak…salam kenal, sorry, saya bukan mau komentar, tapi kebetulan saya baca artikel di http://www.hakikigavrila.wordpress.com, dan kebetulan saya baru mau merencanakan ngebangun rumah, dengan dana yang terbatas tentunya…kalau berkenan boleh saya berkonsultasi…terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: