RSS

Smarthome Bisa Menghemat Penggunaan Listrik

22 Des

Bisa Menghemat Penggunaan Listrik

Hary Jap, Presiden Direktur Indoproperti
Disarikan dari wawancara

Sejak beberapa tahun terakhir, sebagian masyarakat Indonesia khususnya di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi sengaja memasangkan system smart home di rumah yang dibangunnya. Hanya sayangnya, sebagian besar dari kalangan tersebut mempergunakan system tersebut untuk keperluan yang kurang penting.
Akibatnya, pendefinisian rumah dengan konsep smarthome menjadi sedikit bias. Masyarakat ataupun pengembang lebih suka mendefiniskan rumah berkonsep smarthome sebagai rumah yang membuat lampu bisa hidup atau mati secara otomatis. Atau bahkan ada juga yang mengatakan rumah berkonsep smarthome adalah rumah yang meniscayakan penghuni rumah bisa mengawasi anak dari tempat kerja di kantor.
Padahal sebenarnya rumah dengan konsep smarthome sebenarnya merupakan rumah yang bias membantu penghuni mengurangi penggunaan listrik yang tidak digunakan. Ketika pemilik rumah tidak lagi berada di dalam ruangan, secara otomatis lampu di ruangan tersebut akan mati dengan sendirinya.
Teknologi yang dipasan di rumah tersebut memang bisa dipergunakan sesuai dengan keinginan penghuni. Hanya saja, penghuni harus menyadari akan lebih bermanfaat bila system rumah dengan smarthome akan membawa dampak positif bagi penurunan permintaan energi listrik.
Akibat biasnya pendefinisian mengenai rumah berkonsep smarthome, membuat masyarakat agak enggan mempergunakan rumah berkonsep seperti itu. Apalagi pada kenyataannya untuk memasang panel-panel yang rumit di dalam rumah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Untuk memasang satu system sederhana saja, masyarakat harus membayar uang yang tidak sedikit, yakni sekitar USD8000.
Akibatnya, sebagian besar masyarakat relative enggan memiliki rumah dengan konsep seperti itu. Karena walaupun mempergunakan teknologi tinggi, namun kegunaannya tidak bisa dirasakan secara maksimal masyarakat. Kalaupun ada, hanya bisa dinikmati segelintir orang saja. Khususnya golongan muda.
Masyarakat yang berasal dari golongan muda mempergunakan system tersebut untuk berbagai keperluan. Mulai dari memasang system lampu yang smart hingga sound system. Bahkan terkadang, sebagian dari mereka menggabungkan system yang ada. Itu semua dilakukan semata-mata untuk kepuasan dan prestise penghuni.
Kalau hanya mengambil sisi itu, tentu akan sulit bagi pengembang untuk menjual rumah dengan konsep smarthome. Pasalnya, konsep smarthome hanya akan dijadikan sebagai nomor dua sebagai pertimbangan masyarakat membeli rumah. Masyarakat akan memilih seperti apa arsitektur rumah yang dibangun pengembang daripada konsep smarthome.
Tidak heran kalau banyak kalangan yang beranggapan pengembang yang menjual rumah dengan konsep smarhome seperti akan menghadapi tembok tebal untuk menjualnya. Selain karena bukan dianggap sebagai kebutuhan utama, harga rumah yang dibangun dengan konsep smarthome juga relative lebih malah. Pasar rumah tersebut akan semakin tergerus seiring dengan perjalanan waktu.
Karena itu, sebaiknya pengembang yang membangun rumah dengan konsep smarthome mempergunakan logika yang berbeda dalam menjual rumah yang dibangunnya. Diantaranya dengan menyebutkan rumah smarthome merupakan rumah masa depan yang sesuai dengan kehidupan yang hemat energi. Dengan konsep smarthome, memungkinkan penghuni mengurangi penggunaan listrik yang tidak perlu dipergunakan.
System smarthome yang dipergunakan adalah memasang sejumlah peralatan yang memungkinkan lampu atau AC tidak akan menyala kalau penghuninya keluar dari kamar atau keluar rumah. Selain itu, kedinginan AC atau terang lampu juga bisa disesuaikan dengan kondisi alam. Maksudnya kalau malam hari, dengan sendirinya suhu udara yang terpasang di AC rumah akan menurun.
Kalau itu dilakukan pengembang, maka pasar pengembang dalam menjual unit rumah dengan konsep seperti itu akan jauh lebih besar. Bahkan ada kemungkinan seluruh lapisan masyarakat akan mempergunakan system smarthome di rumahnya. Masyarakat tidak akan lagi mempersoalkan besarnya uang yang dikeluarkan untuk memasang system smarthome. Karena masyarakat menyadari hal itu akan mengurangi pembayaran tagihan listrik pada setiap bulannya. ***
(Seputar Indonesia

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 22, 2008 in properti

 

One response to “Smarthome Bisa Menghemat Penggunaan Listrik

  1. meita suci ramadhani

    Juli 8, 2013 at 13:50 p07

    Hai Saya meita, marketing dari perusahaan PT Digital Screen International (Control 4) yang menyediakan jasa automation system (smart home) ini, baik untuk di rumah maupun di office. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat menghubungi saya di 081295277634 / 021 3867633.
    Thanks

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: