RSS

Kartu Kredit Syariah Tak Sebabkan Konsumerisme

17 Jan

Bila dibandingkan dengan kartu debet syariah, pertumbuhan kartu kredit syariah di tanah air, cenderung kurang bergairah. Kondisi tersebut disebabkan masih adanya perdebatan apakah kartu kredit syariah bisa menjadi salah satu layanan perbankan syariah atau tidak. Kalangan yang tidak memperbolehkan beranggapan, kartu kredit syariah berpotensi membuat penggunanya lebih konsumtif. Sebaliknya pihak yang memperbolehkan menyatakan kartu kredit syariah akan memudahkan nasabah bank syariah melakukan transaksi.
Terlepas dari itu, pemanfaatan kartu kredit sebagai sarana memudahkan transaksi dalam dunia modern memang tidak bisa dihindari. Bank syariah sebagai lembaga keuangan layaknya bank konvensional memang harus merespon kebutuhan keadaan ini. Apalagi, perkembangan ekonomi modern tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan teknologi.
Sementara pada kartu debet syariah, memungkinkan nasabah melakukan transaksi pembelian secara otomatis langsung dikurangi dari rekening bank pemilik kartu. Selain itu, dalam pembelian barang, transaksi baru bisa disetujui hanya bisa tersedia dana yang cukup pada rekening tabungan itu.
Secara fisik, tidak ada perbedaan pada kartu debet syariah dan kartu debet konvensional. Perbedaan akan terlihat pada akad. Pada bank syariah, untuk membuat kartu debet harus mempergunakan akad mudharabah mutlaqah, sedangkan bank konvensional tidak ada. Perbedaan lainnya pada pemberian imbalan dimana pada bank syariah tidak berlaku bunga karena dianggap riba’. Namun, pada bank syariah dikenal system bagi hasil dan pemberian bonus secara sukarela oleh pihak bank.
Menurut Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Aris Mufti, kartu kredit syariah tidak seperti kartu kredit yang dikeluarkan bank konvensional. Sebab cara kerja kartu kredit syariah adalah mewajibkan pemegang kartu kredit syariah membayar dengan nilai tertentu pada waktu yang telah ditetapkan bersama.
Karena itulah, bank syariah tidak akan memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang tidak membayar kewajibannya sesuai dengan ketetapan yang disepakati. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah tindakan konsumerisme nasabah. Sebab konsumerisme tidak diperbolehkan dalam sistem syariah. ”Kalau tidak dikasih platform, transaksi yang dilakukan nasabah bisa tanpa terkendali,” tuturnya.
Dengan konsep seperti itu, nasabah yang telah terbiasa mempergunakan kartu kredit produk bank konvensional tentunya akan kesulitan mempergunakan kartu kredit syariah. Sebab, nasabah yang mempergunakan kartu kredit bank konvensional kerap diberikan toleransi melakukan transaksi.
Sebaliknya, nasabah yang hendak merencanakan keuangan bulanan dengan baik, kartu kredit syariah merupakan instrumen yang sangat menguntungkan. Nasabah akan diajarkan melakukan konsumsi sesuai dengan platform yang dimiliki. Dengan begitu, semua konsumsi harus dilakukan dengan perhitungan rasional dan matang.
Karena itulah, dia memperkirakan, dimasa mendatang jumlah nasabah yang mempergunakan kartu kredit syariah terus meningkat. Hanya saja, untuk mewujudkan itu, bank yang mengeluarkan kartu kredit syariah sebaiknya terlebih dahulu memperhatikan pasar yang dituju. Kalau salah mengidentifikasi, akan mempengaruhi respon pasar terhadap layanan kartu kredit syariah. ”Masyarakat yang memiliki usaha pada sektor ritel merupakan pangsa pasar yang cocok mempergunakan kartu kredit syariah,” jelasnya.
Sekjen Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Agustianto, mengatakan, perbankan syariah di negara yang mayoritas penduduknya muslim telah mengadopsi kartu kredit syariah dan kartu debet syariah sebagai salah satu bentuk pelayanannya. ”Tentunya, tetap mempergunakan akad yang sesuai dengan syariah,” tuturnya saat dihubungi SINDO.
Untuk kartu kredit syariah, perbankan syariah setidaknya harus memenuhi tiga hal dalam mengembangkan layanan kartu kredit syariah. Ketiga hal tersebut berupa ijarah (fee), kafalah (jaminan) ataupun Qardh (pinjaman). Ketiganya sangat penting karena terkait dengan hak dan kewajiban nasabah, serta perbankan yang mengeluarkan layanan syariah.
Ijarah merupakan fee yang diperoleh dari sewa-menyewa. Melalui akad ini, berarti menafikan adanya pemindahan hak milik dari pihak yang menyewakan kepada pihak penyewa. Dalam konteks ini, nasabah berkewajiban membayar uang jasa (ujrah) atau fee kepada perbankan yang mengeluarkan kartu kredit syariah.
Kafalah merupakan jaminan dari penjamin (pihak ketiga), baik berupa jaminan diri maupun harta kepada pihak kedua sehubungan dengan adanya hak dan kewajiban pihak kedua tersebut kepada pihak lain (pihak pertama). Setidaknya ada dua jenis kafalah, yakni diri maupun barang. ”Bank memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan nasabah melalui kartu kredit syariah tersebut. Atas dasar itulah, bank berhak mendapatkan fee,” jelasnya.
Sedangkan Qardh merupakan pinjaman yang diberikan kepada nasabah (muqtaridh) yang memerlukan. Dalam hal ini, nasabah yang mempergunakan kartu kredit syariahnya untuk membeli berbagai kebutuhan wajib mengembalikan jumlah pokok yang diterima pada waktu yang telah disepakati bersama.
Kendati ketiga hal tersebut telah dipenuhi, tuturnya, sebagian ahli hukum Islam beranggapan penggunaan kartu kredit syariah akan menimbulkan berbagai persoalan, misalkan saja mempersubur konsumerisme. ”Mungkin karena itulah, baru Bank Danamon yang memiliki layanan kartu kredit syariah,” duganya.
Sementara, menurut pengamat perbankan syariah Harisman, beberapa perbankan yang telah memberikan layanan kartu debit syariah adalah, Bank Muamalat, Bank Mandiri Syariah (BSM) dan Unit Syariah BNI. Akad yang dipergunakan dalam kartu debet syariah adalah mudharabah mutlaqah.
Selain itu, nasabah yang mempergunakan kartu debet syariah juga tidak diperkenankan membeli berbagai barang haram. Kalau nekat membeli, kartu debet syariah yang dimiliki tidak akan berfungsi. Pasalnya, di dalam kartu tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tidak dapat diperuntukkan membeli barang haram.
Dia menambahkan, bank syariah yang telah memiliki layanan kartu debet syariah harus terus meningkatkan kualitas layanannya. Diantaranya dengan menambah jumlah mercant agar kartu debet yang dikeluarkan bisa dimanfaatkan dibanyak tempat. ”Semakin banyak tentu akan semakin baik,” tutur mantan Direktur Perbankan Syariah BI ini.
Selain itu, bank syariah yang mengeluarkan kartu debet syariah harus banyak melakukan inovasi. Bila tidak, layanan bank syariah akan semakin tertinggal di dengan layanan bank konvensional. Apalagi sejak beberapa waktu terakhir bank konvensional telah banyak melakukan inovasi dalam memberikan layanan.
Dibandingkan bank konvensional, kartu debet yang dikeluarkan bank syariah dianggap lebih menguntungkan. Selain tidak tidak perlu khawatir melanggar aturan agama. Dengan mempergunakan kartu debet syariah, nasabah juga akan mendapatkan bonus secara sukarela oleh pihak bank.
Dia menambahkan, kendati mempergunakan sistem syariah, namun bukan berarti tidak bisa dipergunakan nasabah non muslim. Buktinya, jumlah nasabah yang berlatar belakang non muslim yang menjadi nasabah bank syariah terus bertambah. Ini terjadi karena sistem perbankan syariah dianggap jauh lebih menguntungkan daripada bank konvensional. (Seputar Indonesia)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 17, 2009 in wealth management

 

2 responses to “Kartu Kredit Syariah Tak Sebabkan Konsumerisme

  1. dasir

    Maret 11, 2010 at 13:50 p03

    Salam kenal, makasih infona pak,

     
  2. miphz

    Desember 12, 2010 at 13:50 p12

    Saya pernah mendengar kutipan perkataan seseorang di televisi, tampaknya beliau adalah seorang pakar. Ia mengajukan sebuah pertanyaan retoris, “Orang gila mana yang mau ngasih pinjaman uang ke orang lain yang usahanya itu nggak ada?” Saya tidak tau Ia berbicara dalam konteks apa, karena saya hanya mendengar sekilas. Tapi yang saya tangkap ini adalah sindiran kepada mereka yang ingin mendapatkan pembiayaan, apakah itu sebagai modal untuk memulai sebuah usaha, atau pembiayaan dalam hal lainnya. Intinya, saya menyimpulkan kalau ingin mengajukan kredit modal usaha ke Bank, kita harus menjalankan usaha itu terlebih dahulu.

    http://themiphz.wordpress.com/2010/08/21/pengalaman-pertama-pengajuan-kredit-dibank-syariah-mandiri/

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: