RSS

Bangun Hang Out untuk Gaya Hidup Penghuni

01 Feb

Keberadaan tempat hangout yang nyaman dan menyenangkan sudah menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern dewasa ini. Pusat jajan merupakan salah satu dari sekian banyak tempat hangout. Tidak heran kalau kawasan perumahan yang membuat keberadaan tempat-tempat semacam ini semakin dicari dan diminati.
Menurut anggota Ikatan Ahli Perencana (IAP) Hendricus Andy Simarmata, sebagian besar konsep tempat jajan yang sekarang diadopsi kawasan perumahan baru sebatas pencitraan saja. Indikasinya terlihat dari belum diakomodirnya masyarakat sekitar kawasan hunian untuk menjual jajan di tempat jajan yang dimiliki pengembang.
Kalau dilihat dari teoritisnya, terang dia, tempat jajan seharusnya dibangun pengembang untuk melibatkan masyarakat sekitar kawasan perumahan agar tidak sekedar menjadi penonton. Asalkan memiliki kemampuan membuat berbagai makanan tradisional, Siapapun bisa membuka tempat di pusat jajanan. ”Warga yang mengisi pusat jajan diakomodir warga sekitar,” terangnya.
Hal itulah yang kemudian menjadi daya tarik unik dari kawasan hunian. Bukan hanya bagi penghuni kawasan perumahan, tapi juga masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan. Biasanya, pusat jajan di tempatkan di kawasan niaga. Berdampingan dengan ruko, mal ataupun plaza. Ini karena target pasar pusat jajanan adalah masyarakat yang habis berbelanja dan memiliki uang receh.
Seiring dengan perjalanan waktu, tambah dia, pengembang tidak lagi hanya mengundang warga sekitar untuk mengisi pusat jajanan. Tapi juga mengundang sejumlah brand makanan terkenal. Tujuannya adalah untuk memperbanyak pilihan makanan kepada masyarakat ataupun penghuni yang dating ke kawasan perumahan. ”Inilah yang akhirnya membuat pusat jajanan tidak lagi seperti teoritisnya,” tuturnya.
Ada juga pengembang yang menempatkan tempat jajan di plasa atau mal yang terdapat di kawasan perumahan. Pengembang melakukan itu sebagai modifikasi untuk mengakomodir kepentingan masyarakat yang suka jajan di tempat bersih. Sekaligus pengujung mal yang mempunyai uang receh.
Sementara pengamat planologi dari Universitas Indonesia (UI) Teguh Utomo, menjelaskan, sejumlah pengembang sengaja membangun pusat jajan untuk mengikuti gaya hidup penghuni yang suka hangout bersama keluarga. Keberadaan pusat jajan diharapkan juga menjadi alternative bagi penghuni yang tidak sempat memasak. ”Daripada jauh-jauh ke luar kawasan hunian. Lebih baik dilakukan di dalam kawasan hunian. Begitulah kira-kira pemikiran pengembang,” katanya.
Sejumlah pengembang besar telah memiliki pusat jajan. Walaupun bernama pusat jajan, namun bukan berarti semua makanan yang disediakan adalah jajanan tradisional. Sebab hal itu sangat tergantung pada target pasar kawasan perumahan. Kalau targetnya adalah masyarakat menengah atas, biasanya di pusat jajan juga terdapat sejumlah makanan yang telah mempunyai brand. Bangunannya pun didesain dengan gaya yang unik sesuai dengan target pasarnya.
Sejumlah pengembang ada juga yang memiliki pusat jajan lebih dari satu. Biasanya, salah satu dari pusat jajan tersebut tetap mengakomodir pedagang kaki lima dan berbagai jenis jajan tradisional. Hal itu bisa dilihat dari pusat jajan di Bumi Serpong Damai (BSD). Di tempat itu, pengembang mengumpulkan pedagang kaki lima untuk berjualan di pusat jajan.
Biasanya pusat jajan dibangun tidak jauh dari pintu gerbang kawasan perumahan. Hal ini dimaksudkan agar penghuni kawasan perumahan tidak terganggu oleh masyarakat yang datiag ke pusat jajan. Masyarakat luar pun cenderung enggan dating kalau lokasinya terlalu jauh di kawasan perumahan. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 1, 2009 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: