RSS

Pengembang: Penurunan Bunga KPR Tidak Cukup

16 Feb

Sejumlah perbankan sudah mulai menurunkan bungan KPR nya, namun hal itu dirasakan belum cukup oleh pengembang. Pasalnya penurunan bunga KPR yang dilakukan perbankan dinilai belum significant. Apalagi perbankan juga masih sangat selektif dalam memberikan kredit kepada masyarakat.
Wakil Ketua DPD REI Jakarta Rizal Isky Rusli menyambut baik penurunan tingkat bunga KPR yang dilakukan sejumlah bank. Sebab hal itu bisa berpotensi menggairahkan kembali industri property di tanah air setelah sebelumnya sempat penjualan perumahan sempat mengalami penurunan.
Kendati begitu, dia mengaku kalau penurunan bunga KPR yang dilakukan perbankan belum sesuai dengan yang diharapkan. Apalagi Bank Indonesia (BI) sudah dua kali menurunkan tingkat bunga acuan. ”Beberapa bank memang sudah menurunkan bunga. Namun masih pada kisaran 13% hingga 14%,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Seharusnya perbankan sudah bisa menurunkan bunga KPR pada level 12%. Dengan begitu, jumlah masyarakat yang hendak membeli rumah bias kembali meningkat. Sejak beberapa bulan terakhir, bunga yang tinggi menjadi ganjalan keinginan masyarakat untuk membeli rumah.
Dia mengakui memang ada Bank yang menawarkan bunga KPR pada level 12,25%, yakni BRI. Namun jangkauan kredit KPR BRI sangat terbatas. Padahal jumlah pengembang di Indonesia jumlahnya cukup banyak. BRI baru menjalin hubungan dengan beberapa pengembang saja karena baru tiga tahun terakhir mengeluarkan KPR.
Selain itu, terangnya, bank masih belum memperlonggar persyaratan pengajuan KPR. Indikasinya terlihat dari persyaratan pendapatan minimal calon pengaju kredit. Kalau biasanya dengan gaji minimal Rp5 juta bisa mendapatkan pinjaman yang pembayaran perbulannya Rp1,5 juta. Kini dengan gaji Rp5 juta, masyarakat hanya bisa mendapatkan pinjaman yang pembayaran bulanan Rp1juta.
Bank sepertinya mengkhawatirkan ketidakpastian dimasa depan. Mengingat sepanjang tahun ini akan dilaksanakan pemilu. Bank nampaknya khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada pemilu 2009. Kalau itu terjadi, tentu berpotensi meningkatkan jumlah kredit macet. Apalagi pada saat ini, sejumlah perusahaan telah memecat ribuan tenaga kerja.
Sementara Chief Marketing Officer (CMO) Bogor Nirwana Residence, Jo Eddy Raspati, mengatakan, kendati tingkat bunga KPR mengalami penurunan namun tetap saja masyarakat masih kesulitan mendapatkan KPR. Bank nampaknya khawatir akan mengalami kerugian bila terlalu mudah memberikan KPR.
Apalagi bank juga sedang dikhawatirkan naiknya Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Kalau tidak hati-hati mengucurkan kredit, bukan tidak mungkin kredit macet yang dialami bank akan menganggu kinerja bank tersebut. ”Sepertinya kondisi itu terjadi sejak harga BBM merangkak naik dan kemudian dilanjutkan oleh krisis ekonomi global,” terangnya.
Dia mengaku mendapatkan informasi kalau sejumlah bank enggan memberikan KPR kepada masyarakat yang bekerja pada sector tertentu berapapun gaji masyarakat tersebut. Bank beranggapan sector-sektor tersebut sangat rawan mengalami kembangkrutan. Hal ini berarti, hanya masyarakat yang bekerja di tempat tertentu saja yang bisa meminjam uang di bank untuk membeli rumah. ”Artinya, masyarakat yang membeli rumah melalui KPR berpotensi mengalami penurunan,” tuturnya.
Namun Jo Eddy mengaku tetap optimis penjualan rumah di kawasan huniannya tetap positif pada 2009 ini. Apalagi, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi beban bunga KPR diantaranya dengan memberikan subsidi. ”Lagi pula jumlah masyarakat yang langsung membeli cash di tempat kami cukup banyak,” jelasnya. (Seputar Indonesia)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 16, 2009 in properti

 

2 responses to “Pengembang: Penurunan Bunga KPR Tidak Cukup

  1. dina

    Maret 5, 2009 at 13:50 p03

    siang pak,
    ngomong2 sekitar properti,apakah bapak inigin mengethui lebih dalam tentang bisnis properti??

    kebetulan saya bekerja sebagai staff “School of Property” do you know PANAMGIAN SCHOOL OF PROPERTY????

    u/ lebih jelas bapak bisa website kami di. http://www.panangian.com/
    atau bisa hub saya di e-mail: “sweet_dhien86@yahoo.com”

     
  2. dina

    Maret 6, 2009 at 13:50 p03

    oia,
    untuk Informasi & Pendaftaran :

    BBD PLAZA lantai 26
    jl. imam bonjol N0. 61
    Jakarta 10310
    Telp : 021 . 3908308, 3908288
    Fax : 021 . 3103771, 2303987

    Up : Marketing Executive ( Dina )
    sweet_dhien86@yahoo.com
    dinamariama@gmail.com

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: