RSS

Tema Properti 2009 Cenderung Ramah Lingkungan

11 Mar

Desain rumah saat ini mengalami perkembangan yang cepat. Hal ini wajar, karena merupakan keharusan sesuai dengan perkembangan zaman. Para pengembang menilai mengikuti kecenderungan akan menguntungkan. Sebab, konsumen akan memilih desain terbaru.
Saat ini ada beberapa jenis desain rumah yang berkembang di masyarakat. Misalkan saja, desain rumah minimalis, klasik, dan mediterania. Namun desain rumah yang sekarang cukup diminati masyarakat adalah minimalis. Indikasinya terlihat dari permintaan masyarakat terhadap desain rumah minimalis yang semakin tinggi seiring dengan gaya hidup masyarakat yang makin modern. Desain rumah dengan gaya minimalis ini, dianggap memiliki jawaban atas tantangan zaman yaitu memaksimalkan fungsi ruang dari sesuatu yang minimal.
Pada 2009 mendatang, desain minimalis nampaknya masih akan tetap mendominasi desain bangunan yang dikembangkan pengembang dan swadaya. Hanya saja, kecenderungannya desain minimalis akan digabungkan dengan desain lainnya. Misalkan saja desain yang bisa mengakomodir pemanasan global.
Menghadapi keadaan ini, maka sejumlah arsitek melihat kecenderungan desain rumah hemat energi akan mulai banyak dibangun pengembang dan swadaya. Desain hemat energi tetap menjadi ruhnya, sementara modern minimalis sebagai aksen. Dengan demikian, desain rumah tetap modern, minimalis bisa ditafsirkan sebagai kederhanaan dengan meninggalkan detail yang tidak perlu. Sedangkan tropis adalah basic dari konsep hunian asli Indonesia yang memang beriklim tropis.
Menurut arsitek dari PT Urbane Indonesia Ridwan Kamil, kecenderungan desain rumah pada 2009 nampaknya akan didominasi oleh kesadaran pentingnya terus menjaga lingkungan. Kesadaran ramah lingkungan tersebut akan menjadi inspirasi bagi arsitek mendesain rumah ataupun bangunan lainnya. ”Orang akan lebih selektif membeli rumah,” tuturnya saat dihubungi SINDO.
Mungkin bukan hanya itu. Masyarakat nampaknya akan terlebih dahulu melihat apakah rumah yang dibangun pengembang memiliki eco label atau sebuah sertifikat yang menerangkan produk rumah tersebut ‘tidak’ mempergunakan bahan yang merusak alam. Disini rumah bukan hanya tempat tinggal yang sehat, tapi juga harus hemat energi dan biaya.
Kecenderungan 2009 diperkirakan akan semakin banyak desain rumah yang atapnya datar dan mempergunakan landscape atau yang biasa disebut green roof. Serta dinding yang dijalari tanaman rambat (green wall). Dengan begitu, masyarakat bisa meletakkan tanaman di atap rumah atuapun dinding rumah. Hal itu bukan saja membuat rumah sedikit lebih indah tetapi juga dapat mengurangi suhu panas di dalam rumah.
Sebuah penelitian menyebutkan, bila tanaman di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm maka dapat mengurangi pemakaian AC sekitar 25%. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah Green Roof mempunyai suhu udara lebih rendah yaitu sekitar 3 derajat hingga 4 derajat celcius dibandingkan dengan suhu udara di luar ruangan.
Green Roof dan green wall juga berfungsi sebagai filter udara yang membuat udara lebih bersih. Sebagai informasi, setiap satu meter persegi rumput di bagian atap dapat menghilangkan sekitar 0,2 kg partikel udara yang kotor setiap tahunnya. ”Mungkin kecenderungan desain ini akan bertahan lima hingga sepuluh tahun ke depan,” duganya.
Dengan semakin sempitnya lahan perumahan, arsitek nampaknya juga akan lebih kreatif dalam mendesain rumah di lahan sempit. Misalkan saja dengan semakin mengefisienkan penggunaan ruangan. Langkah tersebut bisa dilakukan untuk membangun berbagai jenis property, baik town house ataupun apartemen.
Tidak berbeda dengan itu, arsitek senior dari PT Jakarta Konsultindo Didi Haryadi, mengatakan, desain minimalis nampaknya masih akan menjadi pilihan pengembang dalam membangun proyek-proyeknya. Ini karena masyarakat khususnya kelas menengah bawah relative masih menyukai desain rumah seperti itu.
Selain itu, pada saat ini pengembang cenderung lebih banyak memperhatikan ketersediaan rumah daripada desain rumah. Apalagi pada 2009 mendatang, unit rumah yang dibangun diperkirakan akan melambat. Hal itu seiring dengan tingginya tingkat suku bunga perbankan yang langsung berdampak pada KPR.
Sedangkan rumah-rumah yang diperuntukkan kepada masyarakat menengah atas cenderung tidak terpaku pada desain minimalis saja. Karena masyarakat menengah atas cenderung lebih suka memilih desain rumah yang disukainya tanpa mengikuti mainstream desain rumah yang sedang digandrungi.
Pergeseran desain baru akan terlihat pada rumah-rumah yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat. Arsitektur rumah yang dibangun akan disesuaikan dengan iklim Indonesia yang tropis. Sehingga desain rumah akan banyak terdapat bukaan-bukaan khas minimalis. ”Bukaan-bukaan yang lebih lebar tanpa ada ornament,” jelasnya.
Bukaan-bukaan tersebut bisa dimaksudkan untuk memudahkan sinar Matahari masuk ke rumah serta memperlancar sirkulasi udara. Rumah dengan desain seperti itu, tentunya akan meningkatkan kualitas kesehatan penghuni. Selain itu, rumah yang banyak terdapat bukaan-bukaan cenderung lebih hemat energi.
Namun, tambahnya, akan lebih baik kalau desain yang dibangun disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Sebab ada kalanya masyarakat lebih menyukai desain yang mengikuti iklim luar negeri, misalkan saja mempergunakan bahan yang cepat lapuk bila dipergunakan untuk iklim tropis. Hal itu semat-mata dilakukan karena desainnya dianggap lebih megah dan unik.
Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, nampaknya pengembang ataupun masyarakat tidak akan berfikir mencari desain baru dalam membangun rumah. Ini karena untuk membuat style baru diperlukan biaya yang cukup besar. ”Karena itulah, green arsitektur akan menjadi pilihan utama dalam membuat desain rumah. Apapun style rumah yang dibangun,” terang arsitek dari Andra Matin Architects, Andra Matin.
Dengan mempergunakan green arsitektur, maka penghuni rumah akan memanfaatkan energi pasif yang ada disekitarnya. Misalkan saja cahaya Matahari dan semilir angin. Biasanya, disain rumah green arsitektur tidak terlalu ‘tebal’. Tujuannya agar sinar Matahari dan hembusan angin bias dengan mudah menembus seluruh ruangan rumah.
Semua desain rumah bisa di arahkan ke green arsitektur. Tinggal menyesuaikan berbagai sudut ruangan agar sinar Matahari ataupun hembusan angina bisa leluasa masuk ke dalam rumah. Untuk mendinginkan suhu udara di dalam rumah, dinding rumah bisa juga dijalari tanaman rambat. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 11, 2009 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: