RSS

Bank Syariah Cenderung Tahan Banting

28 Apr

Dalam pengembangan di berbagai peringkat, bank syariah cenderung tahan banting alias tidak goyah berhadapan dengan krismon dan juga petaka ekonomi dunia sekarang ini. Meskipun nama bank syari‘ah, namun nasabah nonmuslim boleh-boleh saja bermuamalah dengannya. Terpenting adalah prinsip dan operasionalnya harus sesuai dengan ketentuan syari‘ah. Berbeda sekali dengan prinsip dan operasional bank biasa atau disebut bank konvensional.
Dalam pembiayaan modal kerja syariah ada beberapa konsep yang berlaku, yakni bagi hasil (profit-sharing) atau Mudharabah. Secara teknis, mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak,di mana pihak pertama menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak lain menjadi pengelola. Dalam produk pembiayaan mudharabah diterapkan pada pembiayaan modal kerja.
Konsep kedua adalah Musyarakah. Sistem ini terjadi kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Para pihak yang bekerjasama memberikan kontribusi modal. Keuntungan ataupun risiko usaha tersebut akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Dalam bank konvensional, pembiayaan seperti ini mirip dengan kredit modal kerja.
Selanjutnya adalah konsep Murabahah. Dalam skim ini, terjadi jual-beli suatu barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang nilainya disepakati kedua belah pihak. Penjual dalam hal ini harus memberitahu harga produk yang dibeli dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahan.
Pembiayaan yang dilakukan bank syariah merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang kemudian dipergunakan untuk menjalankan usaha bank syariah. Selain itu keuntungan tersebut juga diberikan kepada nasabah, dan besarnya berdasarkan perjanjian pembagian keuntungan di muka.
Menurut Direktur Utama Bank Mega Syariah Benny Wicaksono, pembiayaan bisnis Modal Kerja iB dari Bank Mega Syariah adalah fasilitas pembiayaan dengan menggunakan konsep syariah mudharabah dan musyarakah dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati antara bank dan nasabah.
Sebagian besar konsumen yang mengajukan modal kerja di Bank Mega Syariah memilih mengambil konsep Murabaha. Sementara pembagian keuntungan yang akan didapatkan Bank Mega Syariah tergantung dari jenis dan prospek usahanya. Pembagian keuntungan didasarkan dari kesepakatan bersama. Tapi biasanya nasabah menyepakati akan membagi keuntungan revenue sebesar 16% hingga 19%.
Keunggulan pembiayaan modal kerja ditempatnya adalah nasabah akan mendapatkan proses cepat dan persyaratan mudah. Perlindungan asuransi syariah. On line pembayaran angsuran diseluruh cabang Bank Mega Syariah, jaringan ATM Bersama dan ATM Prima. Serta jangka waktu fleksibel. ”Plafond pembiayaan mulai dari Rp500 juta hingga Rp40 miliar. TErgantung dari skala usahanya,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Untuk sementara ini Bank Mega Syariah sedang menfokuskan diri untuk memberikan pembiayaan pada usaha skala mikro. Ini karena skala usaha mikro relative lebih memiliki peluang bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi global. Sementara pada usaha skala UKM dan komersial agak berkurang.
Sepanjang memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan, pada prinsipnya berbagai jenis usaha bisa mengajukan permohonan pembiayaan modal kerja di Bank Mega Syariah. Pada saat ini sektor perdagangan, jasa dan industri masih menjadi sector usaha terbesar yang dibiayai Bank Mega Syariah.
Pada 2009 ini, Bank Mega Syariah menargetkan untuk menyalurkan pembiayaan modal kerja syariah hingga Rp3 triliun, atau jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2 triliun. Dia berkeyakinan target tersebut akan terealisasi apalagi pada saat ini, bungan bank konvensional relative tinggi.
Kepala Divisi Syariah BII Chairil A Aziz mengatakan, pemberian pembiayaan ke sektor modal kerja menjadi perhatian utama pihaknya. Sebab, mampu memberi multiplier effect bagi kehidupan masyarakat. Dengan bergeraknya sektor usaha, akan diikuti dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Di sisi lain, pembiayaan di sektor modal kerja menggunakan suku bunga tetap (fixed rate) dan bersifat jangka pendek. Kondisi itu, sangat menguntungkan perbankan syariah dibandingkan memberikan pembiayaan ke sektor lain yang berjangka panjang. Sebab, dalam pembiayaan jangka panjang memiliki risiko suku bunga.
BII Syariah menawarkan cara pembiayaan yang lebih adil, ringan dan menguntungkan yaitu pembiayaan pembiayaan modal kerja dan komersial yang menggunakan prinsip syariah untuk menunjang kegiatan usaha atau bisnis nasabah . Misalnya untuk pembelian bahan baku produk, atau pembelian peralatan dan mesin baru dengan harga tertentu. Dimana pengembaliannya dilakukan dengan cara diangsur selama jangka waktu yang disepakati.
Sebagian besar pembiayaan BII Syariah diserap oleh sektor jasa usaha seperti telekomunikasi, minyak dan gas. Kalau pun ada pembiayaan shipping, bentuknya pembiayaan untuk investasi pembelian kapal tongkang. Pemilihan sektor usaha yang dibiayai mengacu pada sejumlah sektor yang biasa menyerap kredit bank induk konvensional. Hal itu sengaja dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan manajemen risiko sehingga pembiayaan diharapkan tidak menimbulkan risiko terjadinya pembiayaan bermasalah.
Keuntungan dan manfaat pembiayaan modal kerja syariah di BII adalah dapat dipergunakan untuk pembelian barang modal, dagangan, bahan baku produksi maupun barang konsumsi, yang sesuai dengan prinsip Syariah. Barang yang menjadi obyek pembiayaan merupakan agunan untuk fasilitas pembiayaan.
Selain itu, penetapan harga yang akan dibayar dilakukan secara transparan, meliputi harga beli oleh BII Syariah dan besarnya marjin. Nasabah juga dapat mengangsur pembayaran, dengan jangka waktu atau jadwal pembayaran yang disepakati bersama tergantung pada jenis dan pemakaian barang, maksimal selama lima tahun.
Besarnya pembiayaan modal kerja syariah di BII syariah mulai dari Rp50 juta hingga Rp10 miliar. Pada tahun ini, dia menargetkan pembiayaan modal kerja syariah yang akan disalurkan BII syariah sebesar 50% dari tahun lalu.
Sementara Bank Syariah Mandiri mempunyai sebuah produk yang bernama Pembiayaan Dana Berputar. Produk ini merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah.
Akad pembiayaan yang digunakan adalah akad musyarakah, yakni akad kerja sama usaha patungan dua pihak atau lebih pemiliki modal (syarik/shahibul maal) untuk membiayai suatu jenis usaha (masyru) yang halal dan produktif. Manfaat dari pembiayaan ini adalah membantu menanggulangi kesulitan likuiditas nasabah terutama kebutuhan dana jangka pendek. Nasabah dapat memanfaatkan pembiayaan bank secara optimal sesuai dengan kebutuhan riil dengan cara melakukan penarikan sesuai dengan kebutuhan. Jangka waktu pembiayaan sat tahun dan dapat diperpanjang.(Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in syariah

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: