RSS

Desain Kantor PT Asia Media Network

28 Apr

Tren desain interior terus berubah. Beberapa tahun lalu, misalnya muncul gaya kontekstual, klasik, maupun kosmo, serta disusul dengan maraknya desain modern minimalis pada tahun-tahun belakangan. Kesemuanya tampil dengan ciri khas dan keunikan masing-masing yang membuatnya disukai masyarakat.
Tidak heran kalau pada saat ini hampir sebagian besar gedung dan unit perkantoran memilih gaya modern. Dari sedikit jumlah unit perkantoran yang menghadirkan gaya tradisional pada kantornya adalah PT Asia Media Network. Setengah dari unit kantor yang terletak di lantai 12, gedung perkantoran Grha Inti Fauzi, jalan Buncit Raya No.22 Pejaten, ini menghadirkan gaya tradisional, setengahnya lagi adalah minimalis.
Ruangan yang bergaya tradisional bisa terlihat pada front office, ruang tamu, ruang kerja unit A/XP, serta ruang direktur. Sedangkan ruangan yang bergaya minimalis adalah beberapa ruangan kerja unit lainnya. Bagi tamu yang mendatangi kantor PT Asia Media Network, pasti akan menyetujui ruangan yang bergaya tradisional lebih mendominasi kantor tersebut.
Sebagian besar ruangan pada front office di PT Asia Media Network berasal dari kayu berwarna coklat. Bahkan lantainya pun terbuat dari kayu persegi panjang yang diujungnya dipenuhi oleh beberapa batu alami. Sepasang patung ‘sapi’ yang terbuat dari batu asli, seperti batu candi mengapit meja front office dan seolah-olah ikut mengucapkan selamat datang kepada setiap tamu yang berkunjung ke PT Asia Media Network.
Tidak cukup dengan itu, di belakang meja front office terdapat tiga karya asli Indonesia, yakni ukiran jepara, wayang golek dan dayung khas Kalimantan, jumlahnyapun cukup banyak. Keberadaan barang-barang tradisional asal Indonesia, membuat ruangan tersebut menjadi lebih indah dan eksotik. Apalagi barang-barang tersebut diberikan pencahayaan yang cukup.
Nuansa khas Indonesia semakin terasa saat memasuki ruang tunggu tamu. Warna coklat juga masih mendominasi ruangan tersebut. Menurut Sekertaris BoD PT Asia Media Network, Maristella Swanda, warna coklat dipilih karena melambangkan tanah dan kayu sehingga sangat cocok dengan ruangan yang sebagian besar terdiri kayu. Warna coklat juga dipercaya dapat menimbulkan kesan alami dan nyaman dalam suatu ruangan.
Selain terdapat beberapa set sofa, di ruang tunggu juga terdapat beberapa kursi yang terbuat dari anyam-anyaman rotan. Kursi anyaman rotan tersebut memiliki lengan yang sedikit melebar sehingga nyaman ketika tamu duduk dengan meletakkan lengan di kursi. Dan tentunya nampak keunikan tersendiri produk Indonesia.
Di dalam ruangan tersebut, masih ada ruangan lain yang biasa dipergunakan untuk rapat internal dan juga tempat kongkow-kongkonw saat istirahat makan siang. Di sudut ruangan tersebut juga terdapat beberapa ukiran khas Kalimantan. Untuk menambah suasana tradisional, Plafon di ruangan tersebut terbuat dari materiak gedek. Material ini dahulu banyak digunakan sebagai dinding rumah. Terbuat dari anyaman bambu.
Perpaduan warna mulai terlihat di ruang kerja divisi A/XP. Kendati masih didominasi warna coklat, namun ada warna lain yang terlihat cukup mencolok di ruangan itu. Warna-warna itu adalah warna kuning dan hijau. Ke dua warna itu sengaja dipilih karena divisi ini dituntut memiliki kreativitas. warna kuning mampu menstimulasi otak untuk berfikir, mengaktifkan memori-memori, menstimulasi sistem nervous, mengaktifkan komunikasi, dan membawa untuk berangan-angan. Penggunaan warna hijau dapat menimbulkan image menyegarkan.
Yang menarik di ruangan ini juga terdapat sebuah ‘arca’. Pegawai diruangan ini kerap mempergunakan ‘arca’ tersebut sebagai sumber inspirasi. Apalagi latar belakang dinding ‘arca’ tersebut berwarna hijau. ”Biasanya kan arca hanya terdapat di candi- candi. Kalau pikiran sedang mumet, cukup melihat arca itu sebentar dan membayangkan sedang berada di Candi Borobudur,” tuturnya.
Untuk menuju ruang direktur, harus terlebih dahulu sebuah lorong bernuansa kayu dan diujungnya terdapat patung Ganesha. Patung tersebut terletak tepat dititik berhenti tepat di depan pintu masuk ruang direktur. Patung tersebut sangat berguna sebagai unsur “kejutan” saat hendak memasuki ruang direktur.
Ternyata empat direktur yang ‘mengemudi’ PT Asia Media Network tidak di tempatkan di ruang terpisah. Empat direktur tersebut disatukan dalam sebuah ruangan yang cukup besar. Masing-masing direktur memiliki satu set kursi yang terbuat dari kayu. Yang mencolok di ruangan tersebut terdapat sebuah lukisan yang menampilkan empat tokoh dengan wajah yang ‘aneh’.
Ruangan yang bergaya minimalis cenderung lebih didominasi warna putih. Warna coklat hanya terlihat pada meja dan kursi di ruangan tersebut. Warna putih dipilih mempunyai efek psikologis netral. Hingga terkesan bersih dan lebar. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in kantor

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: