RSS

Memilih Warna Kantor

28 Apr

Tidak ada rumusan umum tentang pilihan warna cat pada kantor. Sebab pilihan warna cat adalah sebuah seni. Dalam seni ada kebebasan warna cat yang bisa mencerminkan kepribadian atau image kantor itu sendiri. Namun begitu, ketika memilih warna cat kantor, sebaiknya tetap mempertimbangkan ruang mana yang akan dicat.
Sebagian arsitek mengakui warna merupakan salah satu bentuk komunikasi verbal yang menyampaikan sebuah pesan kepada orang lain maupun diri sendiri. Warna tidak saja menyampaikan sebuah pesan identitas. Kini warna menjadi sebuah simbol perasaan seperti psikologis, motivasi, dan estetika.
Warna tidak saja menyampaikan sebuah pesan identitas. Kini warna menjadi sebuah simbol perasaan. Pegawai mungkin tidak menyadari kenapa mood berubah jelek ketika memasuki ruang kantor. Tapi Anda justeru merasa lebih nyaman ketika berada di rumah. Mungkin itulah sebabnya sejumlah arsitek kerap memberikan rekomendasi kepada pimpinan perusahaan jika menginginkan ada mood positif di ruang kerja.
Pada saat ini bermunculan gedung beragam warna dan bentuk yang tidak saja indah, tapi juga unik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut beberapa penyesuaian pun sejak beberapa tahun lalu sudah dilakukan desainer interior perkantoran. Perangkat kantor seperti meja kerja, kursi, dan partisi juga disesuaikan dengan konsep warna yang dipakai dalam sebuah perkantoran.
Menurut Arsitek dari PT Jakarta Konsultindo Didi Haryadi, kondisi perkantoran sudah berbeda dengan dengan beberapa tahun lalu. Kalau dulu, cat dinding di perkantoran lebih didominasi warna putih atau abu-abu. Namun pada saat ini ruang perkantoran perkantoran telah lebih berwarna sesuai dengan citra dari perusahaan tersebut.
Bahkan perusahaan besar cenderung lebih kreatif dalam memainkan warna. Perusahaan tidak lagi membatasi warna kantornya. Mulai dari warna terang hingga gelap dipergunakan. Tentunya hal itu tetap disesuaikan dengan warna yang telah menjadi branch mark perusahaan – perusahaan tersebut.
Apalagi pada saat ini, teknologi sudah semakin canggih. Jika dulu banyak orang memilih warna dinding dengan cat warna putih atau cokelat muda, kini pemilik perusahaan bisa memilih aneka warna cat yang sesuai dengan keinginannya. Namun tentunya, warna – warna dasar seperti putih, abu-abu atau krem tetap menjadi pilihan utama sebagai warna dasar di perkantoran.
“Sekarang sudah makin canggih. Bisa memilih warna cat pakai software bernama Color Vision. Warna cat bisa dikombinasi sesuka hati, dan disesuaikan dengan warna dari furnitur yang ada di rumah. Jadi, sekarang pemilihan cat bisa lebih variatif,” paparnya.
Perusahaan yang kerap merubah citranya sebaiknya mempergunakan warna-warna yang tidak alami. Sebab warna alami tidak terlalu susah untuk diganti atau dihilangkan. ”Biasanya warna alami berasal dari bahan alami yang sulit untuk dirubah. Kecuali kalau bahan tersebut diganti dengan yang lain,” paparnya saat dihubungi SINDO.
Sementara arsitek dari PT Bangun Rumah Persada Erlatina Prahesti menjelaskan pilihan cat kantor model sekarang tidak lagi mencerminkan suasana formal. Kalau beberapa tahun lalu warna putih atau krem mendominasi warna ruang perkantoran. Namun kini, hampir semua ruang perkantoran memilih warna-warna mencolok di beberapa ruangan kantor.
Tidak sekedar itu, beberapa motif sengaja ditampilkan untuk menimbulkan kesan positif bagi pegawai yang bekerja. Beberapa motif yang kerap dipergunakan adalah motif lingkarang, ukiran bunga, dedaunan atau abstrak. ”Motif-motif itu sekarang sedang ngetrend,” terangnya.
Ruang lobi memiliki peran yang sangat penting bagi kantor. Tamu pasti akan masuk lewat lobi. Karena itulah, perusahaan harus memberikan kesan yang baik dengan membuat ruang lobi agar tamu bisa menunggu dengan lebih nyaman. Untuk ruang lobi sebaiknya mempergunakan warna yang menimbulkan kesan lembut, seperti hijau atau mengikuti warna logo perusahaan. Lampu berwarna kuning juga bisa memberikan efek positif bagi ruang lobi kantor.
Ruang kerja harus berbeda dengan ruang lainnya. Karena itu, warna yang dipilih seharusnya adalah warna netral seperti putih. Tentunya hal itu harus diperkuat dengan mempergunakan pencahayaan yang maksimal. Agar pegawai yang bekerja di ruangan tersebut bisa bekerja dengan maksimal.
Lani lagi dengan ruangan pantry atau kafetaria. Menurutnya, ruangan ini harus diberikan warna yang ceriah, seperti merah atau orange. Warna- warna seperti itu diharapkan bisa kembali meningkatkan semangat pegawai setelah bekerja. Apalagi biasanya ketika pegawai masuk ke ruangan tersebut dalam keadaan lelah.
Pemberian warna yang cerah juga perlu dilakukan di ruang rapat. Kalau perlu, mempergunakan tiga warna sekaligus seperti orange, kuning dan hijau. WArna putih atau krem bisa dipergunakan sebagai warna dasar. ”Warna yang marak seperti itu akan membuat ide-ide cemerlang pegawai menjadi lebih terbuka,” tuturnya.
Perpaduan warna memang mempengaruhi orang di dalamnya. Sebab warna terlihat oleh mata dan menimbulkan persepsi pada yang melihatnya. Persepsi pegawai terhadap tempat kerjanya yang hanya memiliki satu warna tentu akan lebih rendah dibandingkan dengan pegawai yang bekerja di kantor yang memiliki banyak warna. Pegawai yang cat kantornya hanya memiliki satu warna cenderung lebih pasif dibandingkan pegawai yang kantornya mempunyai banyak warna.
Karena itulah Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Arjon, mengaku, dalam memilih warna kantor ada baiknya disesuaikan pada jenis dan kegiatan utama dari kantor tersebut. Kantor yang mengharuskan pegawainya bertahan lama di dalam ruangan baiknya diberikan warna yang terang seperti merah atau hijau. Tentunya hal itu juga harus dipengaruhi oleh pencahayaan ruangan. Sebab akan mempengaruhi warna di dalam ruangan.
Kantor – kantor yang mengharuskan pegawainya tidak lama berada di kantor sebaiknya memilih warna-warna yang atraktif pada kantornya. Tujuannya adalah agar pegawai tidak merasa bosan saat harus keluar masuk-kantor. Warna atraktif bisa hadir dari beberapa warna terang, misalkan saja perpaduan antara merah dan hijau.
Pada dasarnya tidak ada aturan berapa jenis warna yang bisa dicat dalam sebuah ruangan kantor. Namun biasanya semakin banyak warna yang dipergunakan akan semakin bagus. Apalagi kalau warna-warna tersebut dihadirkan dengan berbagai pola, seperti lingkaran, segi tiga atau kotak.
Pola-pola tersebut tentunya tidak hadir pada semua ruangan. Pola tersebut biasa dipergunakan pada tempat – tempat tertentu sebagai informasi mengenai letak sebuah lokasi. Misalkan saja, letak pintu keluar-masuk, pantry atau ruangan lainnya. Kehadiran pola-pola yang memiliki banyak warna akan langsung menyadarkan pegawai atau tamu yang datang ke kantor untuk menuju tempat tersebut.
Selain itu, penggunaan warna yang tepat juga biasa dipergunakan sebagai pembatas sebuah ruangan di kantor. Atau menimbulkan kesan pendek pada sebuah lorong yang sebenarnya cukup panjang. Biasanya warna – warna yang dipergunakan adalah perpaduan warna seperti yang biasa dilihat pada papan catur. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in kantor

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: