RSS

Penghuni Masih Mendambakan Suasana Pasar Tradisional

28 Apr

Keberadaan pasar tradisional yang berkonsep modern ternyata tidak lepas dari gaya hidup penghuni kawasan hunian. Penghuni masih mendambakan suasana pasar tradisional namun dengan konsep yang lebih modern. Kesan kumuh, becek, ataupun sumpek berganti dengan pasar yang bersih, dan nyaman.
Menurut Direktur Ben Hokk Property Nurul Yaqin, langkah yang diambil pengembang dengan menggabungkan konsep pasar tradisional dan pasar modern merupakan terobosan luar biasa. Selain itu, keberadaannya juga bisa mengurangi konflik antara masyarakat sekitar perumahan dengan pengembang. ”Pengembang bisa mendidik masyarakat sekitar untuk berdagang dengan menerapkan mengedepankan prinsip kesehatan,” terangnya saat dihubungi SINDO.
Keberadaan pasar tradisional dengan konsep modern juga bisa menjadi jembatan bagi masyarakat yang berasal dari golongan tertentu. Khususnya yang merasa tidak puas dengan berbagai barang yang dijual di pasar modern. Sebab tidak bisa melakukan tawar-menawar harga atau mendapatkan sayur, buah, atau daging segar.
Gaya hidup seperti itu masih melekat di tengah masyarakat. Walaupun sudah hidup berkecukupan, biasanya masyarakat lebih suka mendapatkan barang melalui tawar-menawar. Apalagi kalau barang yang diperoleh mempunyai kualitas yang paling baik dan dengan harga lebih rendah.
Dia beryakinan kalau semua pasar tradisional di Indonesia memiliki konsep seperti itu, tentunya masyarakat tidak lagi enggan berbelanja di pasar tradisional. Hal itu telah dibuktikan dari sejumlah pasar tradisional berkonsep modern yang dibuat sejumlah pengembang. Dimana setiap sabtu dan minggu ratusan mobil mewah parkir di depan pasar itu.
Sementara Ketua Departemen Lingkungan Hidup DPP Real Estat Indonesia (REI) Yohanes Tulung, mengatakan, kendati bernama pasar tradisional namun pengembang mengelolanya sebagai pusat komersil. Sehingga pedagang yang berdagang di tempat tersebut dikenakan biaya sewa. Tapi biasanya sewa yang dikenakan tidak terlalu mahal sehingga masyarakat umum bisa berdagang di tempat itu.
Kendati begitu, pengembang tetap mengelola pasar tradisional tersebut dengan professional. Sebab pengembang beranggapan keberadaan pasar trasional di sebuah kawasan perumahan berpotensi meningkatkan nilai tawar pengembang di mata penghuni. Apalagi ada kecenderungan masyarakat masih lebih senang membeli berbagai kebutuhan rumah tangga di pasar tradisional daripada di pasar modern. Bahkan ada pasar tradisional yang dikembangkan pengembang mendapatkan respon positif dari masyarakat yang berada jauh dari kawasan hunian tersebut. ”Konsumen pasar tradisional di BSD ada yang berasal dari Pondok Indah dan Pamulang,” tuturnya.
Pada saat ini cukup banyak pengembang yang membangun pasar tradisional dengan konsep modern di kawasan perumahan yang dibangunnya. Walapun memiliki konsep pasar tradisional, namun pengunjung tetap akan menikmati suasana yang setara dengan pasar modern. Bahkan dalam beberapa kasus, kondisinya jauh lebih baik daripada pasar modern.
Apalagi harga berbagai barang kebutuhan pokok di pasar tradisional relative lebih murah dibandingkan yang ditawarkan di pasar modern. Selain itu, barang yang ditawarkan di pasar tradisional relative lebih lengkap dibandingkan pasar modern. ”Berbagai jenis bumbu masak hingga sayur-mayur,” terangnya. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: