RSS

Perusahaan Wajibkan Pegawai Kuasai Bahasa Asing

28 Apr

Dalam era globalisasi seperti sekarang, menguasai bahasa asing merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja. Tanpa itu, sepertinya akan sulit bagi pegawai untuk bisa meningkatkan kemampuan kerjanya. Tidak heran kalau sejumlah pemilik usaha atau pimpinan perusahaan berupaya untuk menfasilitasi pegawainya agar menguasai bahasa asing lainnya. Hal itu bukan hanya berguna bagi pemilik atau pimpinan perusahaan tapi juga bagi pegawai itu sendiri.
Pegawai yang menguasai bahasa asing ‘populer’ dan bernilai jual tinggi, otomatis memiliki peluang lebih besar dalam dikirim perusahaan mengikuti pelatihan di luar negeri. Siapa pun tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan di Asia seperti di Jepang, Cina, India, serta banyaknya perusahaan Jepang berekspansi ke Indonesia, kini menyebabkan banyak perusahaan multinasional lebih suka mengirim karyawannya training di Jepang, Korea, ataupun Cina. Untuk sementara, bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang paling penting untuk dikuasai pekerja. Bahasa lainnya adalah Bahasa Mandarin atau Bahasa Jepang. Hal itu tergantung dari aktivitas perusahaan masing-masing.
Menurut Chairman PT Gobel Indonesia, Rachmat Gobel, kemampuan berbahasa asing sangat berguna untuk know how. Karena itulah, perusahaannya sangat berkepentingan agar setiap pegawainya bisa menguasai bahasa asing, terutama Inggris dan Jepang. Agar pegawai serius menguasainya, maka perusahaannya memberikan insentif lebih. Sebab hal itu dipandang sebagai kemampuan yang tidak dimiliki semua pegawai. “Apalagi kalau menguasai ke dua bahasa tersebut,” tuturnya saat dihubungi SINDO.
Bahasa Jepang diperlukan di perusahaannya karena sebagian besar petunjuk pada industrinya berbahasa Jepang. Kalau pegawainya menguasai bahasa Jepang, tentu akan mudah bagi perusahaannya untuk mengerti dan memahami yang diinginkan rekan kerjanya di Jepang. Penguasaan bahasa Jepang bukan hanya untuk khow now tapi juga mempercepat terjadinya transfer teknologi kepada pegawainya.
Perusahaannya juga kerap memberikan fasilitas kepada pegawainya yang ingin belajar menguasai bahasa asing. Agar pegawai-pegawainya lebih bersemangat dalam mempelajari bahasa asing, perusahaannya juga memberikan insentif lebih bagi pegawai yang menguasai bahasa asing. Hal itu sengaja dilakukannya sebab bila kemampuan pegawai semakin meningkat yang merasakan keuntungan bukan hanya hanya perusahaan, tapi juga pegawai itu sendiri.
Kalau semua pegawai telah menguasai bahasa asing, sehingga hal itu menjadi sesuatu yang biasa. Maka dirinya akan mencarikan alternatif alasan lain agar pegawainya terus meningkatkan kualitas diri. Diantaranya dengan membuat sistem penilain baru. Sehingga tidak ada celah bagi pegawai untuk tidak meningkatkan kualitasnya. Tentunya sistem yang dibuat harus dapat berjalan dengan baik agar pegawai tidak merasa kurang diperhatikan perusahaan.
Pegawai yang memiliki kemampuan menguasai bahasa asing juga perlu terus diajak komunikasi dan diikutsertakan dalam setiap aktivitas perusahaan yang penting. Berutama bila yang terkait dengan kebijakan strategis perusahaan, misalkan saja dalam setiap upaya melakukan transfer teknologi. Sehingga pegawai lainnya di perusahaan juga memiliki pengetahuan yang setara dalam hal penguasaan teknologi.
Rachmad menggarisbawahi, dirinya selalu menekankan kepada semua pegawainya untuk tidak menjadikan bekerja sebagai sekedar mencari uang. Tapi juga menjadikan sebagai sebuah ibadah. Kalau sudah seperti itu, pegawai akan menjadi lebih bersemangat untuk meningkatkan kualitas kerjanya. Baik penguasaan bahasa yang dibutuhkan perusahaan hingga persoalan lainnya. “Saya selalu bilang kepada pegawai saya untuk menjadikan kerja sebagai sebuah bagian dari ibadah,” terangnya.
Pemilik Grup Silka, Silmy Karim, mengatakan, penguasaan bahasa merupakan faktor yang penting bagi perusahaannya. Namun bukan berarti semua pegawai di perusahaannya harus menguasai bahasa asing dengan baik. Ada beberapa bagian atau sektor yang sangat membutuhkan penguasaan asing,namun ada juga yang kurang. Dia mencontohkan, pegawainya yang ditugaskan di front office atau pemasaran diharuskan menguasai bahasa asing dengan baik. Kalau pegawai dibagian itu kurang memiliki penguasaan terhadap bahasa asing, tentu akan sulit melakukan komunikasi dengan klien perusahaannya yang sebagian besar berasal dari luar negeri.
Karena itulah dalam perekrutan, dirinya selalu memastikan agar calon-calon pegawai yang melamar pada posisi tertentu bisa menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dirinya tentu tidak ingin perusahaannya yang banyak bergerak pada sektor restoran, hotel, sampai periklanan itu akan berjalan kurang maksimal dalam menjalankan aktivitas usahanya. “Kalau ada pegawai yang memiliki potensi untuk berkembang, saya tidak akan segan-segan membiayai pendidikan bahasa asing kepadanya. Itu kerap saya lakukan,” tuturnya.
Selain bahasa Inggris perusahaannya juga sangat membutuhkan pegawai yang menguasai bahasa mandarin atau Jepang. Sebab ada kecenderungan dirinya hendak menggeser pasar ke sejumlah negara asia, diantaranya China dan Jepang. Ke dua negara tersebut memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Hanya sayangnya masyarakat di kedua negara tersebut cenderung lebih menghargai rekan bisnisnya yang menguasai bahasanya dibandingkan yang tidak.
Memiliki penguasaan bahasa asing juga akan membantu kinerja perusahaannya. Sebab kerap kali pegawai yang memiliki penguasaan bahasa asing berhasil mendapatkan berbagai proyek dari luar negeri. Karena itulah penguasaan bahasa asing sangat penting untuk kemajuan perusahaan. “Tentunya juga bagi pegawai itu sendiri. Kalau memiliki kualitas yang baik,pastinya perusahaan akan memberikan insentif yang lebih,” terangnya.
Penguasaan bahasa asing juga akan berguna untuk mempercepat terjadinya transfer informasi atau teknologi yang diperlukan perusahaan. Sebab perusahaannya kerap mengirimkan sejumlah pegawai yang terbaik untuk menghadiri berbagai aktivitas di luar negeri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perusahaan. Kalau penguasaan terhadap bahasa asing kurang, tentu penugasan tersebut menjadi kurang bermakna.
Sementara Presiden Direktur Bahama Grup Reddy Hartadji mengatakan, kemampuan berbahasa asing merupakan sebuah kewajiban bagi para pekerja saat ini, terutama di perusahaan multinasional. Banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya agar mampu berkomunikasi, berpresentasi bahkan berargumen dengan menggunakan bahasa asing. ”Kemampuan berbahasa asing bukan hanya penting dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi juga merupakan investasi yang berharga bagi perusahaan karena memungkinkan perusahaan memperluas jaringan dan meningkatkan pelayanan,” jelasnya.
Para pelaku usaha atau rekan bisnis dari berbagai negara menggunakan bahasa asing dalam berbisnis. Keadaan ini menuntut keberadaan pegawai yang professional baik dalam bidangnya juga dalam kemampuan berbahasa asing, khususnya Inggris. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in kantor

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: