RSS

Tips Berinvestasi di ORI

28 Apr

Untuk melakukan investasi, ada beberapa hal yang memang harus dipersiapkan. Investasi bukan hanya menyediakan uang semata, lalu menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme yang berlaku. Anda juga perlu mengetahui beberapa hal untuk kenyamanan serta hasil baik dari investasi yang dilakukan.

Bila ingin berinvestasi di ORI. Pertama yang dilakukan adalah ketahui dulu, produk yang ditawarkan tersebut. Misalnya anda ingin memesan ORI004, pastikan Anda memiliki uang minimal Rp5 juta. Itu sesuai dengan nilai nominal yang diberikan produk tersebut. Sebab untuk produk tersebut, pemerintah telah menetapkan pemesanan minimum ORI004 Rp5 juta dan maksimum Rp3 miliar.

Tingkat kupon yang diberikan ORI004 ini mencapai 9,5%, atau rata-rata diatas suku bunga deposito yang berkisar antara 6-8%. Kupon ORI004 akan dibayarkan setiap bulan pada tanggal 12. Tingkat kupon yang lebih tinggi inilah menjadi salah satu daya tari ORI.

Untuk pemesanan, anda bisa menghubungi bank serta lembaga keuangan yang telah ditunjuk pemerintah sebagai agen penjual. Setelah itu, bukalah rekening dana pada salah satu bank umum dan rekening surat berharga pada salah satu subregistry dan atau partisipan/nasabah subregistry. Tentu setelah membuka rekening, anda harus Menyediakan dana sesuai dengan pesanan, mengisi formulis pemesanan serta menyampaikan formulis pemesanan, fotocopi KTP dan bukti setor kepada agen penjual.

Kenali bagaimana keuntungan yang diberikan. Untuk ORI, beberapa keuntungannya antara lain : Kupon dan pokok dijamin oleh UU, dapat dijaminkan atau digadaikan, dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tersedia kuotasi harga beli dari agen penjual.

Meski berinvestasi di sektor keuangan memiliki risiko, namun ORI bisa terbebas dari risiko tersebut. Beberapa risiko yang akan dihadapi jika berinvestasi di sektor keuangan adalah:

– Risiko gagal bayar, dimana investor bisa saja tidak memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo. Namun seperti dikutip dari situs Depkeu, investasi ORI terbebas dari risiko gagal bayar sebab pemerintah berdasarkan UU SUN dan UU APBN setiap tahun menjamin pembayaran kupon dan pokok SUN, termasuk ORI sampai dengan jatuh temponya.

– Risiko pasar, yakni potensi kerugian investor karena kecenderungan penurunan harga ORI di pasar sekunder akibat kenaikan tingkat bunga. Kerugian dapat terjadi apabilainvestor menjual ORI di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga beli.

Risiko pasar dalam investasi ORI dapat dihindari apabila pembeli ORI di pasar perdana tidak menjual ORI sampai dengan jatuh tempo dan hanya menjual ORI jika harga jual lebih tinggi dari harga beli setelah dikurangi biaya transaksi.

– Risiko Likuditas, yakni potensi kerugian bila sebelum jatuh tempo pemilik ORI yang pelu dana tunai mengalami kesulitan dalam menjual ORI di apsar sekunder pada tingkar harga pasar yang wajar. Namun bila pemilik ORI butuh dana, ORI dapat dijadikan sebagai jaminan dalam pengajuan pinjaman ke bank atau sebagai jaminan dalam transaksi efek di pasar modal.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi gejolak pasar? Jangan panik dan tetap pegang ORI hingga jatuh tempo. Pemerintah akan tetap membayar kupon pada saat jatuh tempo, demikian pula pokoknya.

Bagaimana jika ingin menjual ORI sebelum jatuh tempo? Jual lah ORI pada saat harga pasar ORI lebih tinggi dari harga pembelian. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in wealth management

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: