RSS

Unit Syariah Pun tengok UKM

28 Apr

Meski saat ini, suku bunga Bank Indonesia mengalami penurunan, namun efeknya tidak langsung diberlakukan oleh perbankan. Itu menjadi celah yang baik bagi perbankan syariah. Tidak heran bila bank konvensional, melalui unit syariahnya melirik potensi UKM. Perkemabangan UKM dinilai akan menjadi pendongkrak pertumbuhan Indonesia di 2009 ini. “Pastilah. UKM menjadi salah satu perhatian kami,” ujar Division Head Syariah BII, Chairil A Azis.

Namun masih terbatasnya sumber daya yang dimiliki, membuat BII syariah menggunakan program linkage program, yang dicetuskan BI. Sebab UKM tersebar di berbagai daerah, sementara cabang-cabang yang dimiliki unit syariah BII hanya beberapa, dan tidak menjangkau daerah-daerah kecil. “Untuk itu kami masih gunakan lingaked program,” bebernya.

Melalui program tersebut, BI mendorong perbankan umum untuk lebih berpatisipasi dalam penyaluran kredit UKM secara syariah. Namun BI juga mengimbau aspek-aspek perbankan yang sehat harus tetap dijaga. Selama ini program linkage program dilakukan melalui kemitraan dengan BPR. Sementara untuk unit syariah dilakukan melalui BPR Syariah.

“Saya mengharapkan rekan-rekan perbankan memberikan semacam technical assitance bagi para BPR. Jadi bukan hanya diberikan uang begitu saja. Artinya bisa meningkatkan kemampuan bankir-bankir BPR di tingkat grassroot sehingga kalangan BPR bisa menjadi lembaga keuangan yang sehat,” ujar Gubernur BI, Boediono.

Dengan akses kredit yang luas, lanjut Boediono, maka UMKM bisa semakin kuat sehingga bisa mendukung perekonomian. UMKM, menurutnya, bukan hanya pencipta lapangan kerja atau lapangan usaha, namun akan menjadi benih-benih dari pilar ekonomi kita dan demokrasi. “Demokrasi kalau tidak ada kelas menengah yang tangguh untuk hidup diperlukan melalui pengembangan usaha UKM,” katanya.

Program lingkage ini juga dimanfaatkan Unit Usaha Syariah Bank Danamon, yang akan tetap memfokuskan pembiayaan ke UKM di tahun ini. Pada tahun lalu, porsi pembiayaan UKM Danamon Syariah sebesar 75 persen dari total Rp 780 miliar. Menurut Sharia Business Head Danamon, Achmad K Permana, jika kondisi ekonomi makro masih belum menentu, pihaknya akan mempertahankan porsi pembiayaan UKM di tahun ini. “Tidak ada penambahan untuk porsi korporasi yang sebesar 25%, sehingga target pertumbuhan 30% tahun ini kita genjot dari UKM,” jelasnya.

Dalam menyalurkan pembiayaan ke UKM, UUS Danamon juga bekerja sama dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Linkage program menjadi salah satu jalan bank syariah dalam menyalurkan pembiayaan. BPRS yang masuk dalam linkage program UUS Danamon, kata Permana, harus memiliki rencana bisnis jelas dan memiliki rekomendasi bagus di pasar.

Tahun lalu UUS Danamon menjalin linkage program dengan enam BPRS dan di tahun ini jumlah tersebut akan bertambah. “Penyaluran pembiayaan ke BPRS yang telah eksisting akan kita top up lagi,” kata Permana.

Pada 2008 pembiayaan melalui linkage program UUS Danamon sebesar Rp 50 miliar dan ditargetkan menjadi Rp 90 miliar di tahun ini. Linkage program dengan BPRS eksisting, tambah Permana, akan dilanjutkan karena memiliki rasio pembiayaan bermasalah (NPF) nol persen.

Tahun lalu UUS Danamon mencatat pertumbuhan hingga 57%, namun di tahun ini ditargetkan pertumbuhan sebesar 30%. Rasio pembiayaan bermasalah UUS Danamon pun tercatat cukup baik dengan NPF 0,6%. Pada 2008 UUS Danamon tercatat memiliki aset Rp1 triliun dan dana pihak ketiga sekitar Rp700 miliar.

Dari pembiayaan UKM tersebut sektor perdagangan mendominasi dengan porsi 50%, sementara sisanya ke jasa, industri dan sektor lainnya. Tahun ini, lanjut Permana, UUS Danamon memang akan mengarahkan pembiayaan ke sektor berisiko rendah, seperti UKM.

Meski dianggap sebagai salah satu penolong, tekanan krisis yang besar juga membuat pembiayaan perbankan syariah ke sektor unit usaha kecil dan menengah (UKM), mengalami sedikit penurunan pada awal tahun 2009 ini, disbanding Desember 2008. Berdasarkan data publikasi Bank Indonesia, pembiayaan perbankan syariah ke UKM mengalami penurunan sekitar Rp312 miliar dibanding bulan sebelumnya. Di Januari 2009 tercatat pembiayaan ke UKM sebesar Rp26,751 triliun, menurun dibanding Desember 2008 yang mencapai Rp27,063 triliun.

“Krisis ekonomi global tampaknya mulai terlihat dampaknya di Indonesia. UKM belum mampu menggerakkan output sehingga bank syariah agak mengurangi dana untuk pembiayaan UKM terutama sektor yang terkena dampak langsung terhadap krisis,” ujar Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam, Mustafa Edwin Nasution

Namun begitu penurunan tersebut, menurutnya masih wajar. Pasalnya badai krisis yang melanda juga tergolong besar. Dibandingkan dengan sektor lain, sektor UKM, lebih tahan banting. Tidak heran bila sektor ini masih menjadi pilihan bagi bank-bank syariah. Namun begitu, bank syariah juga akan bersikap hati-hati dalam penyaluran kredit tahun ini.

Perbankan syariah, kata Mustafa, masih dalam posisi menunggu dan melihat efek negatif dari resesi karena akan mempunyai implikasi terhadap return pembiayaan. “Bank syariah akan melihat bisa tidak UKM survive dan menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi ekonomi yang terjadi,” kata Mustafa.

Hal tersebut dilakukan, lanjut dia, untuk mencegah default pembiayaan yang dapat berakibat rasio pembiayaan bermasalah (NPF) meningkat. Untuk kembali menggenjot pembiayaan ke sektor tersebut, lanjut Mustafa, tergantung reaksi UKM terhadap krisis yang terjadi. Sektor UKM sendiri dinilai tahan terhadap krisis karena tak memiliki eksposur besar seperti halnya korporasi.

Selain krisis ekonomi yang terjadi, Mustafa mengatakan industri keuangan juga menunggu dampak yang terjadi dari paket stimulus yang dikeluarkan sejumlah negara. Pasalnya sari kebijakan tersebut diharapkan perekonomian terutama sektor riil dapat terus bergerak. Jika berdampak positif maka bank dapat mulai ekspansif melakukan pembiayaan.

Namun ketahanan yang dimiliki sektor UKM, dinilai akan menjadi pilihan bagi perbankan-perbankan, terutama syariah. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 28, 2009 in syariah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: