RSS

Pengembang Diskon Harga Rumah

10 Nov

Seiring dengan menurunnya tingkat suku bunga yang diikuti dengan turunnya Kredit Perumahan Rakyat (KPR), secara bertahap sejumlah pengembang menghentikan berbagai program yang beberapa waktu lalu diadakan untuk menarik pembeli. Salah satu program yang dihilangkan secara bertahap adalah pemberian diskount kepada masyarakat yang membeli rumah.
Pengembang melakukan itu karena daya beli masyarakat untuk perumahan perlu dirangsang, salah satunya dengan pemberian penawaran-penawaran special. Salah satunya dengan memberikan potongan harga atau diskon demi memenuhi target kebutuhan rumah pada masyarakat.
Bagi sebagian pengembang yang masih menerapkan program diskon, hal itu merupakan salah satu penyiasatan penjualan melalui berbagai sistem pembayaran. Apalagi ada kemungkinan unit rumah sulit terjual atau menunggu dalam waktu lama unitnya bisa laku. Biasanya hal ini berlaku bagi pengembang yang mempunyai proyek untuk masyarakat menengah.
Sekertaris Perusahaan Gapura Prima Tbk Rosihan Saad menjelaskan pada saat ini perusahaannya masih memberikan diskon antara 10%-5% saja bagi masyarakat yang hendak membeli unit rumah yang dikembangkan perusahaannya. Hanya saja, sekarang tidak semua unit proyek diberikan diskon.
Semakin mahal harga unit rumah yang dijual, tentu semakin besar diskon yang diberikan. Hal ini merupakan strategi perusahaannya untuk terus meningkatkan jumlah pembeli proyek property yang dikembangkan perusahannya. ”Walaupun sudah menunjukan tren naik. Tapi masih belum normal,” tuturnya saat dihubungi Seputar Indonesia.
Beberapa proyek kawasan hunian yang sedang dikembangkan Gapura Prima adalah Apartemen dan Office The Bellezza Permata Hijau, Apartemen Serpong Town Square, Apartemen The Bellagio Kuningan, Apartemen Kebagusan City, Bukit Cimanggu City, Metro Cilegon, dan Marcopolo Waterpark.
Dia berkeyakinan, terus turunnya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang diikuti dengan turunnya bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) akan kembali meningkatkan gairah masyarakat membeli property. Karena itulah, dia berharap pada masa mendatang bank akan terus menurunkan bunga KPR.
Kalau tingkat KPR sudah berada di bawah 10%, perusahaannya tidak akan memberikan diskon lagi. Karena kondisi itu sudah bisa dikatakan telah kembali normal. Masyarakat pastinya akan kembali membeli rumah. Selain itu, investor akan segera merealisasikan rencana investasinya di sector property.
Tidak mungkin perusahaannya terus-terusan memberikan diskon. Sebab itu berpotensi membuat perusahaan mengalami kesulitan membiayai aktivitas usaha. Padahal dalam kondisi sekarang, perusahaan harus mampu menyelesaikan semua kewajiban yang telah dijanjikan kepada konsumen.
Presiden Direktur PT Mitra Safir Sejahtera Tirta Susanto menerangkan, saat ini memang rata-rata pengembang membuat pola penjualan dengan diskon atau cash bertahap tanpa bunga. Hal itu dilakukan menginggat daya beli masyarakat pada saat ini mengalami penurunan hampir 30 %.
Namun dia menambahkan hal itu tidak berlaku pada penjualan apartemen bersubdisi. Karena harga jualnya sudah dipatok pemerintah dan tidak dinaikan. Makanya diskon yang diberikan perusahaannya hanya pada kisaran 8% sampai 10% saja. ”Pemberian diskon agak mengangkat penjualan, walaupun tidak begitu signifikan,” jelasnya.
Pada saat ini tingkat bunga komersil berada pada kisaran 13% hingga 14%. Dengan tingkat bunga sebesar itu, tentunya masyarakat berpenghasilan rendah akan memilih untuk menunda rencana pembelian rumah. Karena itulah perlu diberikan insentif diantaranya pemberian program diskon. Program ini tetap diteruskan walapun tidak di barengi dengan penurunan suku bunga.
Selain memberikan diskon, pihaknya juga mengadakan pemberian hadiah langsung kepada masyarakat yang membeli unit hunian. Mulai dari TV, AC, pelengkapan dapur dan sebagainya. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengadakan undian, bagi yang beruntung akan mendapatkan hadiah motor atau mobil. Pemberian hadiah seperti itu ternyata juga menjadi daya tarik bagi konsumen yang hendak membeli rumah.
Pemberian diskon akan dihentikan ketika daya beli masyarakat sudah tinggi. Atau dengan kata lain tingkat suku bunga akan kembali turun hingga batas yang dapat digapai masyarakat. Namun, bukan berarti setelah itu program diskon tidak akan ada lagi. Sebab sebenarnya antara diskon dengan bunga suatu yang berbeda. ”Kalau diskon itukan pemanis dari pengembang. Sedangkan bunga pasti berpengaruh pada daya beli,” terangnya.
Dia beranggapan suku bunga KPR akan sulit berada di bawah 10%. SBI saat ini 7,5 % ditambah dengan cost off money bank itu kira-kira 5%, maka bunga paling rendah yang akan ditawarkan bank adalah sekitar 12 %. Karena itulah, pihaknya harus jeli dalam melihat kondisi pasar agar kawasan hunian yang dikembangkan terus berjalan.
Sementara Direktur Pemasaran Sentul City Hartan Gunadi, mengaku, saat ini Sentul City tidak lagi memberikan diskon bagi masyarakat yang membeli rumah di kawasan perumahannya. Hal ini didasarkan pada hasil evaluasi pihaknya yang menyebutkan target pasar Sentul City cenderung tidak berpengaruh pada tingkat bunga.
Beberapa waktu lalu Sentul City mulai membangun klaster baru yang bernama Pine Forest. Melalui produk baru ini, Sentul City melihat adanya pergeseran pangsa pasar. Pasar kelas atas mengecil sementara pasar menengah masih terbuka lebar. Dengan konsep baru ini, dia berkeyakinan konsumen akan tetap menjadikan Sentul City sebagai tempat tinggal. “Inilah sebabnya penjualan unit hunian di Sentul city tidak mengalami penurunan,” jelasnya. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 10, 2009 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: