RSS

Peranan PT Kembangkan Ekonomi Syariah

10 Nov

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia tak akan maju bila tak didukung oleh peran dari lembaga pendidikan sebagai motor inovasi pengembangan ekonomi syariah. Sebab, dalam pendidikan ekonomi syariah melahirkan banyak penelitian yang bermanfaat bagi industri keuangan syariah.
Hal ini yang membuat, berbagai negara yang telah mengembangkan lembaga keuangan syariah seperti Malaysia terus mensinergikan antara akademisi dengan praktisi. Berikut wawancara Seputar Indonesia dengan Direktur Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FE UI
Mustafa Edwin Nasution.

Apa peranan lembaga pendidikan dalam mengembangkan ekonomi syariah?
Kami di pendidikan itu lebih mengarah kepada pengembangan ilmunya. Disamping tentunya pada penyediaan SDM jangka panjang. Kalau tadi dikatakan permasalahan perkembangan ekonomi syariah pada, SDM, dan IT. Itu semua adalah bagian-bagian dari kajian yang dilakukan kami. Sedangkan regulasi adalah peran pemerintah dan kami juga mengkajinya .
Jadi kontribusi kami di perguruan tinggi tentunya dalam rangka menganalisis berbagai persoalan yang mungkin menghambat perkembangan ekonomi syariah. TEntunya kami berharap bisa melakukan semacam policy rekomendation kepada pemerintah supaya hambatan-hambatan itu sudah bisa diatasi dalam jangka panjang.

Seperti apa ilmu ekonomi syariah yang diajarkan di PT?
Kalau kita katakan ekonomi islam adalah syariah. Sebetulnya yang diberikan di kuliah-kuliah kami atau penelitian-penelitian kami itu berkaitan dengan dimana seyogyanya ilmu yang kami berikan itu menjadi semacam pegangan hidup. Dimana kita bisa berinteraksi baik untuk sendiri maupun masyarakat.
Hidup bermuamalah dan berekonomi sesuai syariah dan hadish.Jadi disitu ada semacam etika. Tidak bebas-sebebasnya yang biasa diajarkan ilmu ekonomi konvensional. Itulah yang membedakan antara ilmu ekonomi konvensional dengan ekonomi syariah.
Ilmu ekonomi konvensional dibangun berdasarkan pengamatan, kemudian dirasionalisasikan dan dibuat mudah sebagaimana pengamatan manusia itu berlaku. Nah dalam pemodelan itu, dianggap bahwa manusia cenderung mencari keuntungan duniawi atau profit motif atau mencari keuntungan duniawi sendiri. Itulah yang kemudian dijadikan model dalam ilmu konvensional.
Sedangkan di eknomi syariah tidak begitu. Ekonomi syariah mengajarkan bahwa sebenarnya nilai-nilai yang dianut oleh ekonomi konvensional tidak salah, sepanjang ada batas-batasnya. Tentu batas-batas yang dimaksud dipercayai merupakan pemberian oleh Sang Maha Kuasa.
Nilai-nilai seperti itulah yang kami ajarkan di fakultas ekonomi. Misalkan saja kita tidak layak hidup tenang kalau di sebelah kita masih ada yang miskin. Jadi kita tidak boleh berfikir individualistic. Walaupun sebenarnya pada tahap-tahap tertentu individualisme diperbolehkan. Tapi pada tahap-tahap tertentu tidak boleh. Karna kita harus mementingkan kepentingan-kepentingan umum diatas kepentingan diri sendiri.
Jadi ada basic needs yang harus dipenuhi setelah itu. Misalkan cara kita mengkomsumsi makanan tidak boleh sepuas-puasnya. Istilahnya sepertiga buat makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara. Lebih bagus berhenti sebelum kenyang dan makan disaat lapar. Jadi ada pola-pola tertentu yang berbeda diajarkan di ekonomi konvensional.

Bagaimana pembentukan kurikulum ekonomi syariah?
Ilmu ekonomi syariah ini telah berkembang di dunia lebih kurang seribu tahun yang lalu. Semenjak Rosulullah ada sampai kira-kira tahun 1700-an tepatnya pada zaman Zaman Renaissance atau pembaharuan. Semenjak zaman Renaissance hingga sekarang ilmu ekonomi syariah ini sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh manusia dan memilih beralih ke ilmu duniawi saja.
Jadi sebenarnya ilmu yang kita pelajari sekarang baru berusia sekitar 300 tahun, yakni dari tahun 1700 hingga 2000-an. Padahal ekonomi syariah itu sudah berusia lebih dari seribu tahunan. Sekarang di dunia sudah mulai sadar penting unutk memasukan etika seperti yang diajarkan ilmu ekonomi syariah yang dahulu ditinggalkan.
Jadi sebenarnya yang sekarang berkembang di Indonesia tidak berbeda dengan yang sedang dikembangkan di Negara-negara lain. Misalkan Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, maupun Malaysia. Negara-negara tersebut sudah mulai menggali kembali apa yang dahulu pernah ditinggalkan.

Kendati begitu, mengapa perkembangan ekonomi syariah belum terlalu berkembang?
Dikatakan kurang berkembang karena lebih pada tren di dunia saja. Apalagi dulu itukan hampir semua analis mengatakan tidak lagi memerlukan ilmu-ilmu seperti ini. Tapi ternyata berdasarkan permasalahan yang ada, mau-tidak mau ilmu ini kembali berkembang.
Ilmu ekonomi konvensional ternyata menimbulkan berbagai permasalahan pada kemakmuran atau kebahagiaan yang diharapakan. Para ahli kemudian berfikir bagaimana model atau alternative lain tapi belum juga ketemu. Mulai dari model ekonomi sosialis, jalan ke tiga.
Akhirnya pada tahun 70-an ditemukan kalau ekonomi syariah merupakan salah satu alternative guna membuat kehidupan menjadi lebih baik. Hal itu juga tidak terlepas dari berdirinya Islamic Development Bank (IDB) atau Bank Pembangunan Islami pada tahun 1975. Setelah IDB berdiri ekonomi syariah mulai berkembang pesat.

Bagaimana peranan PT dalam mengembangkan ekonomi syariah?
Di negara-negara manapun peran perguruan tinggi sangat penting untuk menunjang kualitas hidup. Apapun kemajuan yang dicapai seharusnya berasal dari perguruan tinggi. Tanpa ada perguruan tinggi atau madrasah, tidak mungkin kita bisa hidup seperti sekarang ini. Begitu pula dalam mengembangkan ekonomi syariah.
Walaupun demikian perguruan tinggi tidak akan berkembang kalau tidak ada bidang-bidang lain. Jadi kita berusaha untuk saling melengkapi. Khusus untuk ekonomi syariah harus juga ada peran ulama, masyarakat, dan pemerintah. Penelitian yang dilakukan dalam mengembangkan ekonomi syariah berjalan dengan simultan. Walaupun masih lebih banyak pada perbankan syariah.
Perbankan syariah lebih banyak diteliti selain mudah juga sangat vital bahkan urat nadi atau darahnya perekonomian syariah. Bank syariah merupakan kunci awal dari gerak atau langkah maju dari suatu perekonomian termasuk ekonomi syariah. Walaupun mungkin kita menyadari bahwa perbankan hanya salah satu elemen dari system ekonomi syariah.
Kita beryakinan kalau quran itu sudah komprehensif mengatur kehidupan. Banyak dari aspek dari quran yang belum kita terapkan pada penelitian-penelitian di perguruan tinggi. Misalnya saja pola saya dididik dengan kehidupan individualistic. Apakah sekarang ada usaha dari pemerintah atau ilmuan lain untuk mengembangkan bahwa ini ada sesuatu yang salah dari individualistic itu. Inikan masuk ke ilmu social bukan lagi ekonomi.

Sejak kapan FE UI mengembangkan ekonomi syariah?
Di UI kita sudah menggembangkan mata kuliah ekonomi syariah sejak 1999. Pemberian izin resmi dari Diknas mulai kami dapatkan pada 2001. Program studi ini baru berkembang namun jumlah mahasiswanya sudah hampir menyamai jumlah mahasiswa salah saatu fakultas di UI. Dengan demikian bisa dikatakan minat dan motivasi mengikuti perkuliahan mata kuliah ekonomi syariah sangat baik. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 10, 2009 in syariah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: