RSS

Tabungan Perumahan Rakyat, Solusi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

10 Nov

Guna meningkatkan sumber pembiayaan perumahan bagi masyarakat, Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan menyiapkan konsep Tabungan Perumahan Rakyat. Dalam pelaksanaannya, konsep Tabungan Perumahan Rakyat itu akan dilaksanakan Kemenpera dengan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/ Kota yang memiliki program pengembangan serta pembangunan perumahan bagi masyarakatnya.
Menurut Deputi Menteri Negara Perumahan Rakyat Bidang Pembiayaan, Tito Murbaintoro ,Tabungan Perumahan Rakyat memiliki potensi besar sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan perumahan di Indonesia. Untuk itu, Kemenpera berupaya agar konsep itu dapat dilaksanakan secepatnya. Tabungan Perumahan Rakyat merupakan sumber pembiayaan perumahan yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi saat ini adalah persoalan bagaimana mengelola sumber pembiayaan yang cukup besar itu. ”Selain itu bagaimana masyarakat percaya bahwa penggunaan dana itu memang diperuntukkan sebagaiman mestinya,” ujarnya saat menyampaikan paparan tentang Peluang, Tantangan, Kendala dan Harapan Dalam Penyaluran Subsidi Perumahan Melalui KPRSH Syariah Bersubsidi di Jakarta.
Tito mengungkapkan, Kemenpera akan menggandeng pemerintah provinsi serta kabupaten/ kota untuk pelaksanakan kegiatan itu. Dengan demikian, proses kontrol serta komitmen yang kuat dari pemerintah pusat, Pemda dan masyarakat sangat diperlukan untuk mensukseskan program itu. Dalam program ini, nantinya akan ada insentif dari APBD dan APBN. Oleh karena itu, komitmen yang kuat sangatlah diperlukan dalam program ini.
Lebih lanjut, Tito menambahkan, dirinya memang tidak dapat menentukan waktu pelaksanaan program itu. Akan tetapi dirinya sangat berharap agar program itu nantinya bisa dikembangkan serta digunakan untuk pembangunan rumah maupun perbaikan hunian masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap tahun ini program tersebut bisa dilaksanakan. Namun semuanya tentu harus menunggu kesiapan dari Pemda,” harapnya.
Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta Setyo Maharso, mengatakan, sejumlah Negara di Asia telah lama menerapkan program tabungan perumahan rakyat. Tujuannya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah membeli rumah atau apartemen.
Sebenarnya di Indonesia telah memiliki program tersebut namun baru diperuntukan bagi PNS, TNI dan polisi saja melalui program Bapertarum. Sedangkan masyarakat yang bekerja di sector swasta dan informal belum terakomodir. Padahal, sebagian besar masyarakat di Indonesia bekerja di sector swasta dan informal.
Program tabungan perumahan rakyat, diyakini bisa meningkatkan permintaan rumah khususnya dari kalangan masyarakat menengah bawah. Cukup dengan menabung dengan jumlah tertentu pada setiap bulannya, masyarakat bisa mendapatkan bantuan uang muka pembelian rumah dari pemerintah dengan jaminan tabungan perumahan rakyat.
Dia menegaskan, program ini tidak bisa dipergunakan untuk jangka pendek. Melainkan jangka menengah dan panjang. Apalagi nilai tabungan perbulannya tidak terlalu besar yakn sekitar Rp10 ribu/bulan. Kalau menabung dalam jangka waktu tiga atau empat tahun, tentunya jumlah uang yang dimiliki akan memadai untuk membayar uang muka rumah.
Tabungan Perumahan Rakyat membidik anggota masyarakat yang bekerja di bidang non-formal seperti pedagang K5, nelayan, atau pekerjaan lain yang tidak resmi dan memiliki penghasilan tetap. ”Bentuknya, berupa kontrak tabungan oleh masyarakat sasaran dengan besaran dan tempo tertentu,” jelasnya saat dihubungi Seputar Indonesia.
Nantinya Tabungan Perumahan Rakyat berfungsi sebagai uang muka KPR yang beriringan dengan subsidi dari pemerintah. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dibutuhkan, termasuk perlunya kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat, Bank Daerah, dan Bank Tabungan Negara.
Dia menegaskan program ini sebaiknya tidak dberlakukan kepada masyarakat berpenghasilan tinggi. TEntunya masyarakat berpenghasilan tinggi lebih menyukai membeli rumah secara tunai. ”Dalam kondisi krisispun, mereka mampu membeli rumah dengan nilai tinggi. Jadi konsep ini tidak layak bila dipergunakan mereka,” ucapnya.
Sementara Ketua DPD Apersi DKI Jakarta Anton R Santoso, mengharapkan keberadaan Tabungan Perumahan Rakyat benar-benar bisa dimaksimalkan oleh masyarakat. Khususnya kalangan menengah bawah yang memiliki kemampuan rendah dalam membayar uang muka pembelian rumah.
Ide Tabungan Perumahan Rakyat cukup positif. Apalagi, selama ini masih banyak debitor KPR yang potensial yang tidak memperoleh pembiayaan, karena tidak bisa menunjukkan slip gaji, mengingat pekerjaannya di bidang non-formal. “Padahal, bisa saja petani, nelayan atau penjual bakso memiliki penghasilan tetap dan memenuhi syarat untuk mengambil KPR. Namun, secara administratif mereka ini tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan dan slip gaji yang sesuai standar bank,” katanya.
Sambil menunggu rencana itu terealisasikan, pemerintah bisa mengoptimalkan peran Jamsostek dalam memberikan bantuan uang muka kredit perumahan. Sebab selama ini keberadaannya memberikan sumbangan berarti dalam penjualan rumah khususnya untuk menengah ke bawah. ”Tentunya kami berharap rencana itu segera direalisasikan,” harapnya.
Dengan program ini, peluang seluruh lapisan masyarakat untuk membeli rumah sendiri menjadi terbuka. Apalagi kalau program tersebut juga ditambah dengan pemberian subsidi kepada masyarakat. Tentunya akan semakin meringankan masyarakat bisa membeli rumah sendiri.
Belajar dari program yang dilancarkan program Bapertarum PNS, dia berpendapat, baiknya pemerintah membatasi nilai minimali uang yang ditabung dalam sebulan. Hal ini memang harus dipaksa agar kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah sendiri tidak pudar di tengah jalan. ”Mungkin perbulannya antara Rp5000 hingga Rp8000,” terangnya. (Seputar Indonesia)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 10, 2009 in properti

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: