RSS

Bisnis Menggiurkan dari Burung Langka

17 Jun

Biasanya seseorang yang hendak purna tugas atau pensiun mengalami kebingungan akan keberlanjutan aktivitasnya kelak.

Itulah sebabnya sejumlah perusahaan memberikan berbagai pelatihan dan pengetahuan kepada calon pegawai menjelang pensiun agar bisa mandiri dan memiliki aktivitas di luar rutinitas yang telah dikerjakan selama puluhan tahun. Namun, pilihan untuk berwirausaha tentu bergantung pada pegawai yang akan pensiun tersebut.

Berawal dari keinginan memiliki aktivitas sendiri setelah purna tugas itulah, Safrudin kemudian membaca berbagai buku mengenai aktivitas yang mungkin bisa dilakukan setelah dia pensiun. Menangkarkan burung jenis cucak rowo (cucak rawa) menjadi pilihannya.

Selain karena dilandasi hobi, juga karena penawaran burung jenis ini relatif masih minim. ”Permintaannya sangat banyak.Padahal penawarannya sedikit,” kata dia ditemui di lokasi penangkaran burung cucak rowo miliknya di Jakarta baru-baru ini.

Akhirnya pada 2006 atau tepat 1,5 tahun sebelum masa tugasnya di sebuah perusahaan BUMN selesai, Safrudin mengembangkan bisnis penangkaran burung cucak rowo di Tapos, Ciawi, Bogor di atas tanah seluas 200 meter.

Pada tahap awal, Safrudin membangun 15 kandang.Pada saat itu biaya indukan per kandang masih Rp10 jutaan/pasang, sedangkan biaya pembangunan per kandang Rp4 jutaan. Pada tahap itu, pebisnis pemula penangkaran burung cucak rowo sangat membutuhkan kesabaran.

Diperlukan waktu bahkan hingga dua tahun bagi pasangan burung cucak rowo untuk menghasilkan telur.Pebisnis pemula yang tidak didasarkan oleh hobi kerap menyerah di tahapan ini. Padahal setelah tahapan itu berhasil dilewati, keuntungan yang diperoleh cukup menjanjikan.

Maklum di Indonesia bahkan di luar negeri penyayang burung bersuara merdu ini cukup banyak. Semakin bagus suara indukan atau kicauan burung cucak rowo serta usianya yang tua, maka harga yang ditawarkan pun semakin membumbung tinggi. Dia menjelaskan,berdasarkan suaranya, burung cucak rowo dibagi tiga jenis, yakni engkel, semi ropel, dan ropel.

Burung cucak rowo bersuara ropel memiliki nilai jual tinggi. Saat ini harganya bisa mencapai Rp149,5 juta per ekor. ”Sudah terjual cucak rowo super ropel sebanyak empat ekor. Yang menentukan harga tersebut adalah kualitas suara dan usianya. Harga per ekor mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp149,5 juta,”ungkapnya.

Burung cucak rowo sudah mulai bisa dijual pada usia 1,5 bulan dengan harga mulai dari Rp2,5 juta per ekor. Untuk mendapatkan anakan cucak rowo di penangkarannya harus memesan lebih dulu sekitar 85 hari. Setiap bulan setidaknya terdapat 25 hingga 30 penggemar cucak rowo yang masuk dalam daftar tunggu calon pembeli.

Mereka berasal dari Sumatera, Jawa,Bali,Kalimantan,dan Sulawesi. Rata-rata adalah pencinta burung,karena Safrudin tidak melayani pedagang kecuali mereka membeli minimal dua pasang. “Tapi saya rasa kalau pedagang mungkin tidak akan masuk dengan harga yang saya tawarkan,”tutur dia.

Sebagian besar pembeli tersebut berminat pada burung cucak rowo yang masih berusia 1,5 bulan.Alasannya, jika usianya sudah lebih dari itu,harganya akan lebih mahal lagi. Namun, Safrudin tetap memiliki persediaan burung cucak rowo dari berbagai usia. Dengan harga yang cukup mahal itu, tidak heran kalau hanya kalangan tertentu yang berani mengoleksi burung jenis ini.

Sementara itu, biaya operasional perawatan per ekor burung cucak rowo termasuk gaji pekerja hanya sebesar Rp1,5 juta per bulan. Dalam satu bulan, Safrudin bisa menjual 18 pasang burung cucak rowo. Jadi bisa dibayangkan berapa besar keuntungan yang diperoleh dari usaha penangkaran burung ini.

Menyadari masih besarnya permintaan dan keinginan melestarikan burung cucak rowo yang jumlahnya semakin langka, sejak beberapa tahun terakhir, Safrudin memutuskan membina beberapa orang untuk menangkar burung ini secara gratis.“Cukup membeli indukan dari saya,kursus menangkarnya tidak usah bayar,”tutur dia.

Keberadaan rekan bisnis atau binaan Safrudin itu juga berawal dari kesamaan hobi dan kemudian memutuskan untuk minta dibina. Beberapa binaan Safrudin sudah cukup mandiri dan memiliki delapan kandang. Mereka berasal dari Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta.

Setelah berhasil menangkarkan, biasanya binaan Safrudin masih sering meminta bantuan Safrudin, khususnya dalam membantu penjualan. Belakangan sejumlah penangkar lain nonbinaan juga mulai meminta Safrudin untuk membantu penjualan cucak rowo yang dimiliki. Hal itu tidak terlepas dari informasi mulut ke mulut mengenai antrean calon pembeli cucak rowo di penangkaran milik Safrudin.

Saat ini Safrudin juga mulai menangkarkan burung jalak bali dan cendrawasih merah. Kedua burung ini juga memiliki banyak peminat dan harga jualnya pun mahal. Kedua burung ini dipilih selain karena keuntungan yang bisa diperoleh, juga jumlahnya juga sudah sangat minim. ● hermansah

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 17, 2012 in wealth management

 

One response to “Bisnis Menggiurkan dari Burung Langka

  1. mustika

    Januari 18, 2013 at 13:50 p01

    saya punya burung langka fairy pitta atau bahasa melayunya burung pacat
    ada yang berminat??

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: